Minggu, 22 Desember 2024

Pembekalan Menjelang Perpulangan Santri Semester Ganjil

 

Pada hari Jumat tanggal 20 Desember 2024 tepatnya pukul 20.22 WIB mendapat kiriman link youtube dari group wali murid tempat anak belajar (mondok). Kegiatan dilaksanakan di masjid pondok, dengan bingkai pembekalan menjelang perpulangan santri semester ganjil. Ada beberapa pesan yang mengharukan disampaikan direktur pondok tempat anak belajar. Alhamdulillah, sehingga para santri mendapat bekal ketika bersosialisasi di rumah. Pimpinan pondok mengharapkan para santriwan dan santriwati untuk melakukan beberapa hal selama perpulangan nanti. Sehingga mencerminkan akhlak seorang santri yang baik.

Petama Niat. Ada tiga niat yang sebaiknya diterapkan para santri yakni: a) Niatkan silaturahim. Liburan ini niatkan silaturahim kepada kerabat dekat, nenek/kakek, pakde/budhe, paklik/bulik, dan lain-lain. Silaturahim sebaiknya dilakukan karena para santri telah lima bulan berpisah dengan orang-orang terdekat. Maka para santri sampai di rumah berkunjung untuk minta doa. b)Niatkan pulang untuk mengamalkan ilmu. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Siapa yang sabar akan beruntung. Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai tujuan. Terutama terkait dengan kesabaran, santri wajib sabar dengan anggota keluarga, baik adik, kakak, nenek maupun kakak. Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai tujuan. Hal itu dapat diterapkan ketika di rumah sebelum azan pergi ke masjid, menjadi muazin. Bila dipercaya menjadi imam segera datang jangan sampai terlambat. c)Ngedem pikir. Selama sebulan pikiran para santri umub. Menghafal berbagai materi pembelajaran untuk persiapan ujian lisan. Maka santri seharusnya beristirahat dengan baik, menenangkan diri, tidak banyak pikiran, namun yang memiliki tanggungan hafalan tetap harus menghafal.

Kedua, selama perpulangan jaga adab dan akhlak santri. Santri pondok harus menjaga adab spesial kepada orang tua terutama kepada ibu. Wajib berbahasa krama inggil bagi orang jawa. Minimal mau mengucapkan kata/menjawab panggilan orang tua dengan inggih, mboten dan dalem. Jaga adab dan akhlak kepada orang yang lebih tua terutama dalam bertutur kata. Adab perpakaianpun perlu diterapkan. Misalnya bermain bola dengan celana pendek, jika semua yang hadir laki-laki tidak masalah. Menjadi haram ketika ada perempuan yang melihatnya para santri memakai celana pendek. Meskipun hal itu tidak etis, hukumnya haram. Santriwati yang terbiasa pakai jilbab sar’i di pondok, maka jika keluar rumah wajib memakai jilbab. Apalagi seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Aurat laki-laki antara pusar dan lutut. Sejengkal aurat yang terlihat menjadi bahan bakar api neraka. Sehelai rambut santri yang sengaja ditampakkan akan menjadi bahan bakar api neraka, orang tua akan dimintai pertanggungjawaban atas hal itu. Beliaupun juga mengingatkan bila ilmu yang tidak ditunjang dengan akhlak akan menyesatkan.

Ketiga, mengontrol dan menjaga diri sendiri. Santri dimohon menghindari tontonan yang dilarang oleh agama. Melakukan kegiatan yang tidak diridhoi para ustadz, misalkan kegiatan pertemuan santri putra dengan putri. Ustadz tidak ridho perbuatan seperti itu karena akan mengundang fitnah. Ditekankan dengan sangat bahwa satu lokasi bertemunya satriwan dan santriwati menjadikan ustadz tidak ridho. Karena kegiatan maksiat akan menghilangkan hafalan dan ilmu tidak barakah. Jika hendak pergi keluar izin kepada orang tua, terutama ibu. Agar Ayah dan ibu untuk mendoakan keselamatan bagi para santri. Santri diminta untuk tidak membuat marah orang tua, membuat  kesel. Kewajibannya membuat bahagia orang tua.

Harapan orang tua, petuah yang disampaikan pada acara pembekalan tersebut benar-benar di terapkan oleh para santri.  

Minggu, 15 Desember 2024

MAGIS

 

      


      Sebagai pematri ketiga pada Silatprov kemarin Bapak Dr. H. Djoko Adi Walujo, M.M. Menyampaikan bahwa transformasi digital merupakan perubahan yang berhubungan dengan transformasi digital dalam semua aspek kehidupan masyarakat. Hindari pikiran terkunci, seperti menghindari tantangan, memandang semua berat, berharap keberhasilan tanpa berjuang, umpan balik tidak dimanfaatkan, sukses orang lain dianggap ancaman. Saatnya madrasah mendunia. Pemikiran yang berkembang adalah merangkul tantangan, yakin dapat mengolah pikir, keberhasilan bagian dari kegigihan, belajar dari umpan balik, sukses orang lain merupakan inspirasi. Beliau juga memaparkan terkait peeragogy, pembelajaran oleh rekan sejawat. Konsep ini pembelajaran yang mengarahkan perhatian peserta didik pada kolaborasi antara peserta didik sebagai sarana membangun pengetahuan, ketrampilan dan pemahaman bersama.

Salah satu contoh transformasi digital adalah penerapan supervisi bagi pengawas melalui Madrasah Digital Supervision (MAGIS) yang merupakan kerja sama dengan kedutaan Australia DFAT (The department of Foreign Affair and Trade). Melalui android teknik kepengawasan lebih luas dan lebih merata jangkuannya. Jawa Timur memiliki 21.403 madrasah, di mana 2%nya adalah madrasah negeri merupakan potensi besar yang bisa memberikan kontribusi positif untuk negara di bidang pendidikan.

Pada acara penutupan Dr. Thobib Al Asyar, S.Ag, M.Si membahas terkait Aplikasi MAGIS dan memastikan penerapan pengawasan madrasah berbasis digital mulai diberlakukan tahun 2025. Pengawasan digital diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kepengawasan. Proses yang dilakukan secara manual akan berdampak pada pemborosan biaya. Pengawasan madrasah berbasis digital ini masuk dalam program 100 Hari Menteri Agama Nasarudin Umar karena sebagai program nasional yang cukup strategis. Penerapan MAGIS ini  diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan madrasah semakin cepat dan karena dapat dipntau secara nasional. Pokjawasmad Jawa Timur diminta memberikan sosialisasi dan bimbingan teknis kepada seluruh pengawas yang ada agar platform ini dapat langsung diterapkan.

 

SILATURAHMI PROVINSI PERTAMA DI JAWA TIMUR

 



Silaturahmi Provinsi (Silatprov) pertama pengawas madrasah provinsi Jawa Timur dilaksanakan pada tanggal 11 sampai 12 Desember 2024 di Trawas, Mojokerto. Kurang lebih 939 pengawas madrasah se- Jawa Timur menghadiri Silatprov. Sebagian menginap di Hotel Vanda dan sisanya di Hotel Arayana. Acara tersebut di buka oleh Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd. Selain membuka acara Beliau juga memotivasi kepada para peserta Silatprov terkait kepengawasan. Pengawas adalah maha guru yang senantiasa menyerukan kebaikan, memberikan teladan bagi guru dan kepala madrasah binaan. Ikhlas melaksanakan tugas dan funsinya sebagai pengawas madrasah.

Bapak Sugiyo sebagai pemateri berikutnya membahas tentang kompetensi pengawas yakni kompetensi profesional, sosial dan kepripadian. Beliau juga mengulas  tentang PERMEN PAN RB Nomor 1 Tahun 2023 Pasal  35 tentang pengelolaan kinerja pejabat fungsional terdiri atas: a) Perencanaan kinerja yang meliputi penetapan dan klarifikasi ekspektasi; b)pelaksanaan, pematauan dan pembinaan kinerja yang meliputi pendokumentasian kinerja, pemberian umpan balik berkelanjutan dan pengembangan kinerja pejabat fungsional; c)penilaian kinerja pejabat fungsional yang meliputi evaluasi kinerja pejabat fungsional; d) tindak lanjut hasil kinerja Pejabat Fungsional meliputi pengharaan dan sanksi.  Menurut Beliau kenaikan pangkat  jika angka kredit telah memenuhi misalnya dari III A ke III B. Kenaikan jenjang dari IID ke IIIA atau IIID ke IV A melaui Uji Kompetensi.  

Pola lama kepengawasan mencakup pengawasan akademik dan manajerial. Menurut PERMENPAN RB NO.21 TH. 2010, Pengawasan akademik dan manajerial meliputi pembinaan, pemantauan, penilaian, dan pembimbingan-pelatihan (bimlat). Sedang yang terbaru adalah pendampingan dalam peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah dengan cara: membuat perencanaan kerja, pendampingan perencanaan program madrasah, pendampingan pelaksanaan program madrasah, dan pelaporan kinerja.

Beliau membahas PERDIRGEN GTK Nomor 7328 Tahun 2023 Tentang Kompoetensi Profesional Pengawas Madrasah memiliki beberapa indicator antara lain: 1) pendampingan kepada kepala sekolah dalam pengembangan diri untuk peningkatan mutu layanan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik; 2) pendampingan kepada kepala sekolah dalam pengembangan satuan pendidikan  untuk meningkatkan layanan pendidikan yang berpusat pada peserta didik; 3) ) pendampingan pendampingan kepada kepala sekolah dalam mengelola implementasi kebijakan pendidikan pada satuan pendidikan untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.

Selanjutnya dibahas juga PERDIRGEN GTK Nomor 4831/B/HK.03.01/2023 tentang peran pengawas sekolah dalam implemetasi kebijakan merdeka belajar pada satuan pendidikan. Pengawas sekolah sejatinya adalah PNS yang diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan fungsi pengawasan dengan melakukan kegiatan pendampingan dalam peningkatan kualitas pembelajaran pada satuan pendidikan. Dalam melaksanakan pendampingan pengawas sekolah melaksanakn prinsip: profesional, terencana dan strategis, bertahap dan mandiri, kolaborasi, asimetris kesetaraan dan berbasis evaluasi.

Namun ada sedikit kesenjangan yang terjadi. Karena jumlah guru yang masuk kategori profesional yang dibayar tunjangan profesinya semakin banyak. Perubahan kurikulum sejak Indonesia merdeka sudah 11 kali. Bimtek atau workshop sering dilakukan. Madrasah diberi anggaran BOS/BOP. Kualifikasi guru pendidikan minimal S1. Akreditasi tinggi. Namun daya saing Indonesia rendah. Rapor PISA negara Indonesia rendah. Menurut penelitian masalahnya adalah guru belum profesional. Faktor utamanya adalah rekrutmen guru Yayasan di sekolah swasta dan pengembangan profesional yang berkelanjutan.

Beliau juga menyampaikan fakta terkait lulusan madrasah sebagai berikut: agama unggul, moderasi unggul, etika & budaya unggul, kemampuan bahasa asing rendah, kemampuan numerasi rendah, kemampuan teknologi rendah (hanya sebagai user), inovasi rendah (pengguna produk asing), kemampuan mengelola kekayaan alam  rendah.

Harapan beliau para guru mampu mencetak SDM yang unggul dengan indikator sebagai berikut; cepat beradaptasi, memiliki jiwa inovasi, terus belajar, HR analytics (melibatkan penggunaan data historis dan real-time tentang tenaga pendidikan dan operasional madrasah untuk memprediksi masa depan, mengidentifikasi pola, dam membuat rekomendasi strategis), literasi teknologi, bekerja dengan robotika, menguasai Bahasa Inggris.

 

 

 

Rabu, 20 November 2024

Mengukur Kadar Tawakal pada Allah

 



Sore tadi hujan deras diiringi petir yang menyambar keras. Membuat siapapun yang berada pada kondisi itu menggantang asap. Menengok ke belakang. Nyatanya perjalanan hidup itu penuh dengan riak. Tidak mulus, penuh dengan ujian hidup. Adakalanya merasa pada posisi sejajar dengan tanah, tiarap. Merasa sulit untuk berdiri dan menegakkan badan. Setiap langkah yang dipilih tak satupun yang benar. Selalu terkulai dan terkapar tak berdaya.

Pada posisi ini, ujian datang silih berganti. Pada posisi ini, kita dapat mengukur kadar tawakal pada Allah. Mampukah menerima ketentuan dari Allah? Takdir Allah. Manut, terhadap ketentuan-Nya. Berjuang keras untuk bangkit. Melaksanakan perintah-Nya. Sabar menghadapi semua rintangan dan tantangan yang telah digariskan oleh Allah. Sehingga terlihat, siapapun tidak mampu merobohkan kita. Padahal kita dalam posisi tidak baik-baik saja.

Pada tahapan selanjutnya kita menata hati untuk lapang, rileks, selalu tersenyum, sabar dan tawakal. Dengan menghadirkan Allah dalam setiap langkah kita, setiap hembusan napas. Dalam setiap langkah kita melangitkan doa-doa dan harapan agar tidak terperosok dalam fitnah dunia. Ujian yang datang pada kita bukan hanya karena kita mampu, kuat dan hebat. Namun untuk mengukur kadar tawakal kita pada Allah dengan menunjukkan seberapa kuat kita menundukkan kepala memohon ampunan, pertolongan agar ujian cepat berlalu.

Tantangan Pengawas Madrasah pada PKKM Tahun 2024

 



Ketika diberlakukan PKKM on line membawa perubahan signifikan bagi Kepala RA dan Pengawas bina. Tantangan terberat adalah memastikan kepala RA memiliki ketrampilan yang diperlukan untuk menggunakan teknologi secara efektif. Misalnya penguasaan teknologi seperti membuat folder di drive, membagikan link, melakukan scan berkas yang rapi dan mudah dibaca. Pengawas harus melakukan pendampingan sesuai dengan kondisi binaan yang memiliki perbedaan ketrampilan terkait teknologi informasi. Selain itu masih banyak yang belum memiliki jaringan internet, laptop kurang memadai, rusak ringan.

Pengawas madrasah harus menangani disparitas dan perbedaan ketrampilan dengan memberikan support dan dukungan. Dengan cara mendatangkan ahli di bidangnya yakni bapak Doktor Azis Luky Ahyar. Kepala RA dalam pertemuan tersebut diperkenankan untuk membawa operator. Setelah dua minggu perkembangannya cukup bagus. Para operator bekerja sama dengan kepala RA membuat folder di laptop masing-masing. Kemudian membuat folder di drive madrasah. Sebagian besar mampu menguploud file dari laptop ke drive sehingga bisa dilihat penilai karena mereka mampu menempelkan link pada spreadsheet. Namun ada pula yang belum memahami korelasi antara tugas utama, indikator kerja dan bukti fisik. Inilah tugas terberat pengawas madrasah.

Untuk menangani ini bisa dilakukan diskusi secara kelompok agar menemukan solusi. Terkait langkah mengunggah file, memahami bukti fisik sesuai harapan pengawas bina. Jika masih ada yang belum paham maka yang dilakukan adalah melakukan pendampingan secara pribadi. Tidak kenal lelah. Yang menguntungkan dari sistem PKKM ini adalah mengurangi dana karena paperless beralih ke dokumen digital. Sedikit demi sedikit dokumen terkait usaha pengembangan madrasah, tugas manajerial, kewirausahaan, dan supervisi guru telah dimiliki guru. Sehingga mulai persiapan menghadapi akreditasi sekolah.

Namun ada dampak pengiring jika dibiarkan semampunya, seadanya bukti fisik yang dimiliki tentunya nilainya murni di bawah standar. Apabila kita diskusikan makna yang tersirat dalam spreadsheet, kita kupas bukti fisik secara detail, didampingi secara serius. Mereka mendapat nilai yang layak. Sepadan dengan perjuangannya selama ini.

Menjalin Hubungan Harmonis Pengawas dengan Kepala RA

 



Penilaian Kinerja Kepala Madrasah sebagian telah dilakukan dengan baik, terutama jenjang Raudhatul Athfal (RA). PKKM tahunan untuk kecamatan Gandusari dan Kampak mengawali giat Penilaian Kinerja Kepala Madrasah. Setelah itu PKKM empat tahunan kecamatan Gandusari. Bergerak ke timur  PKKM tahunan kecamatan Pogalan dan Durenan, dilanjut 4 tahunan kecamatan Karangan, Suruh, Pule dan Tugu. Untuk besok PKKM tahunan di kecamatan Karangan dan PKKM 4 tahunan di kecamatan Durenan.

PKKM tahun 2024 dilakukan lebih teliti karena file yang disiapkan disimpan google drive milik madrasah dan di tempel pada spreadsheet yang telah dikirim oleh pengawas bina. Nilai riil sesuai dengan dokumen yang dimiliki madrasah, nilai lebih bervariasi. Karena kegiatan ini tergolong baru dan banyak kepala RA yang kurang menguasai teknologi informasi maka tugas pengawas bina memberi dukungan. Dukungan ini untuk membantu kepala RA yang kesulitan membuat folder pada drive madrasah, dan menempel link pada spreadsheet. Selain itu juga untuk menjalin hubungan yang harmonis antara pengawas dengan kepala RA. Pengawas bina akan mencermati  file dengan teliti. Melihat kesesuaian bukti fisik yang harus disiapkan dengan dokumen yang dimiliki madrasah.

Pada kondisi ini perlu dukungan yang diberikan pengawas madrasah dalam menciptakan budaya kerjasama dengan madrasah, budaya kerja sama kepala RA dengan guru-gurunya. Guru membatu menyiapkan data yang terkait dengan tugas sehari-hari di madrasah, misalnya: (1) perangkat pembelajaran, (2) buku kerja guru, (3) jurnal mengajar guru, (4) data siswa, (5) data buku pegangan siswa, (6) instrumen penilaian; (7) kisi-kisi soal; (8) kumpulan nakah soal; (9) analisis butir soal; (10) dokumen analisis hasil belajar siswa; (11) laporan hasil belajar siswa; (12) tindak lanjut hasil penilaian; (13) dokumen pelaksanaan PAS; dan (14) dokumen pelaksanaan PAT, dan lain-lain.

Pengawas madrasah memberi dukungan agar kepala madrasah tertib administrasi juga berupaya menjalin hubungan yang harmonis agar pimpinan madrasah dan warganya terus mengembangkan program pembelajaran yang berpusat pada siswa. Juga berkenan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan inklusif serta membangun budaya refleksi dalam pengembangan warga madrasah dan pengelolaan program madrasah.



Selasa, 10 September 2024

Catatan September

 

Hari Senin tanggal 9 September 2024 menghadiri undangan pembukaan Workshop Tari Kreasi Duta Birama bagi guru RA yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD-IGRA) Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini mendatangkan guru tari dari Sanggar Tari Bancar Mili Trenggalek, pimpinan Kakak Emy Nurlaily Nisa, S.Pd. Workshop tari tersebut diikuti oleh guru RA sekabupaten Trenggalek. Sejatinya workshop diselenggarakan dalam rangka Harlah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) ke-22 dan Hari Amal Bakti Kemenag ke-79. Tujuannya untuk mempererat tali silaturahmi antar Pimpinan Cabang IGRA dan memperkuat loyalitas anggota terhadap Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA).


Setelah para guru mahir menari kreasi duta birama, Insya Allah akan diadakan: Pertama, Gebyar Senam Tari Kreasi Guru RA se Kabupaten Trenggalek. Dalam Gebyar ini setiap lembaga RA mengirimkan 1 guru dengan memakai kostum tari bebas. Kedua, Lomba Tari Kreasi, lomba ini merupakan tari hasil workshop yang yang diadakan pada tanggal 9 September 2024. Peserta dari lomba ini perwakilan dari Pimpinan Cabang IGRA yang terdiri dari 5 guru RA/BA/TA. Kriteria penilaiannya adalah wirogo, wiroso, wiromo, pola lantai, kostum dan properti.

Biasanya kami mendampingi acara workshop IGRA sampai selesai untuk memotivasi guru agar tampil dengan baik. Namun kami harus segera pamit untuk melakukan kegiatan Foccus Group Discussion yang akan dipimpin oleh ketua Pokjawas. FGD dilaksanakan di Kantor Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Trenggalek. Dengan tujuan dekat dengan lokasi kegiatan tadi dan ketua Pokjawasmad Trenggalek yang sekarang ini aktivis pramuka.  Kegiatan ini diadakan untuk membahas persiapan pendampingan Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM). Untuk PKG rencananya akan dilaksanakan pada bulan September sedangkan PKKM akan dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2024.

Bukti Fisik yang perlu dipersiapkan dalam  PKG terkait dengan kompetensi guru yakni kompetensi paedagogik, kepribadian, sosial dan professional. Untuk kompetensi paedagogik yang perlu disiapkan adalah dokumen modul ajar intra dan P5, kondisi kelas dan aransi, catatan refleksi pembelajaran, buku KKG, Kombel, foto kegiatan, Narsum di forum KKG, materi kegiatan KKG, ATP, jurnal PBM, hasil observasi pembelajaran, hasil observasi P5, dokumen IHT, catatan KKG. Selain itu juga pengalaman menjadi narsum,  buku asesmen formatif dan sumatif.

Sedangkan untuk menunjukkan kemampuan pada asesmen kepribadian maka bukti fisik yang perlu disiapkan adalah surat keputusan kepanitiaan kegiatan keagamaan, melakukan wawancara, observasi dan foto kegiatan keagamaan, buku asesmen formatif, sumatif  tertuang dalam modul ajar, catatan refleksi pembelajaran buku catatan KKG/IHT, SK Fasilitator P5.Untuk kompetensi sosial bukti fisik yang diperlukan buku notulen rapat dewan guru, buku tutor sebaya, narsum pada kegiatan KKG, buku kunjungan ke orang tua, buku tamu orang tua, sertifikat diklat, bimtek dan kegiatan PGRI. Keikutsertaan dalam WA group profesi, instagram, facebook. Sedangkan untuk kompetensi professional bukti yang perlu disiapkan adalah buku rancangan asesmen, buku refleksi pembelajaran, buku bimbingan konseling, pengamatan dalam penggunaan IT dalam pembelajaran, dokumen menjadi narasumber  atau berbagi praktik baik  dalam kelompok belajar, In House Training dan workshop terkait asesmen.


Minggu, 11 Agustus 2024

Kebaya Melambangkan Keanggunan Wanita Indonesia

 


Kemarin siang setelah menyaksikan lomba senam kreasi di depan kecamatan Gandusari segera meluncur ke Durenan. Giat Durenan mulai pukul 08.00 mengadakan lomba baris kreasi. Start dimulai dari balai desa Malasan dan finisnya dekat pasar kambing desa Durenan. Untuk memberi motivasi teman-teman Ikatan Guru Raudhatul Athfal kecamatan Durenan, maka asyik jika melihat kreasi mereka. Inginnya melihat distart, ternyata teman-teman IGRA sudah jalan. Akhirnya menunggu dekat rumah  Ibu Maslakah, beliau perawat yang biasanya membantu para pasien sakit gigi. Tempatnya agak teduh dan parkir luas. Bergabung dengan para Ibu sepuh melihat baris di tempat itu. Kelihatannya ibu-ibu pensiunan guru atau pegawai kantoran. Beliau membicarakan kebaya yang sering dipakai perempuan pada zamannya, pada acara hajatan maupun acara resmi. 

Merekapun mengomentari kebaya yang digunakan peserta baris yang baru saja lewat. Kebaya ketat dan jarik (kain panjang) belahan sangat tinggi. Beberapa pakai legging senada dengan warna kulit, banyak yang tidak pakai legging karena warna kulitnya sudah bagus. Para ibu membandingkan kebaya yang digunakan peserta baris dengan kebaya yang digunakan para gadis di zamannya. Seorang ibu memberikan pendapat jika belahan tinggi digunakan untuk mempermudah gerak karena sedang mengikuti lomba baris berbaris. Namun sebagian besar dari mereka, tetap bersikukuh dengan pendapatnya, model kebaya ibu muda sekarang tidak melambangkan keanggunan wanita Indonesia. Bagaimanakah model kebaya yang melambangkan keanggunan wanita Indonesia?

Seorang ibu memaparkan kebaya bisa pakai kutu baru atau biasa. Namun cukup untuk menutup pantat perempuan. Selendang senada dengan baju, ataupun sama dengan jarik. Lilitan stagen umumnya digunakan pada kebaya dengan model kutu baru. Jarik/kain panjang pada zaman dahulu, berupa lembaran yang di wiru atau dilipat-lipat kecil. Lipatan/wiru hendaknya ganjil, 3 sampai 11 lipatan. Semakin banyak lipatan semakin bagus, tentunya bagi perempuan langsing. Lebar wiru untuk perempuan 2 jari sedangkan bapak-bapak 3 jari. Misalkan ada jarik yang sudah dijahit tetap sopan karena timpahan kainnya cukup lebar sehingga paha tidak kelihatan. Lengkap sekali informasi dari ibu-ibu tersebut, senang mendengarnya. Sekarang ada jarik elastis, tinggal pakai,  all size dan mudah untuk digunakan untuk baris. Namun kurang mempesona bagi para ibu-ibu muda.

Pesan dari ibu-ibu tadi sangat mengagumkan tentang kebaya bagi kaum wanita Indonesia. Kebaya itu melambangkan kesederhanaan, keanggunan, kelembutan dan keteguhan perempuan Indonesia. Kenapa kebaya biasanya dipakai dengan paduan jarik (kain panjang), melambangkan sifat dan tampilan perempuan yang lembut. Lilitan kain yang ketat membuat perempuan bergerak lembut dan penuh kehalusan. Perempuan sebaiknya lembut dalam bertutur kata dan halus dalam bertindak. Potongan kebaya dibuat mengikuti bentuk tubuh/melekat, melambangkan perempuan harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan dan mandiri. Lilitan stagen/ikat pinggang kebaya menyimbolkan usus yang panjang, dalam filosofi jawa, bermakna punya kesabaran yang tinggi. Inggih Ibu siap!

Dengan sopan saya pamit, salim kepada ibu-ibu tersebut. Karena teman-teman dari IGRA Durenan yang ikut baris sudah kelihatan. Mereka penuh semangat dengan menyanyikan lagu di sepanjang perjalanan menuju panggung penghormatan.

Rabu, 07 Agustus 2024

Cerita Mesra di Taman 360

 





Pada tanggal 6 sampai 7 Agustus 2024 diadakan Kegiatan Pengembangan Kampung Moderasi Beragama dan Kemah Moderasi Beragama. Tema dari acara ini adalah ‘Moderasi Beragam, Bersatu dalam perbedaan dan Keragaman, Terwujudnya Harmoni dan Kerukunan’. Kegiatan ini berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 604 Tahun 2024 Tentang Pedoman Pengembangan Kampung Moderasi Beragama.Ternyata tujuan dari Kemah Moderasi Beragama (KMB) ini adalah meningkatkan kerukunan antar dan inter umat Bergama, mengimplementasikan nilai moderasi beragama sehingga mampu mengokohkan cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kampung Moderasi dilaksanakan di pinggir Pantai Prigi, tepatnya di Taman 360 kecamatan Watulimo. Di kampung ini didirikan berpuluh-puluh tenda kecil, yang dihuni oleh beberapa Rukun Tetangga (RT). Pengelompokan dengan sebutan Rukun Tetangga (RT) berdasarkan tugas dan fungsi kedinasan/agama. Sehingga muncullah nama-nama Rukun Tetangga (RT) di kampung moderasi seperti: RT Pejabat Kemenag dan FKUB/Forum Kerukunan Umat Beragama (10 orang), RT Pengawas Madrasah (22 orang), RT KKM MI (120 orang), RT KKM MTs (28 orang), RT KKM MA (22 orang), RT IGRA (20 orang), RT Penyuluh (108 orang), RT Penghulu (25 orang), RT PNS dan PPPK lingkup Kankemenag (55 orang), RT Kristen (10 orang), RT Katolik (10 orang), RT Hindu(10 orang)  dan RT Budha (10 orang). Jadi jumlah penghuni kampung moderasi kurang lebih 450 orang.

Peserta kemah kampung moderasi mulai chek in pukul 09.00 WIB untuk melakukan pendirian tenda. Pukul 13.00 masuk kegiatan pra acara berupa pementasan senam moderasi dari siswa MtsN 4 Watulimo, tampilan dari warga lintas agama dan paduan suara agen moderasi kementerian agama kabupaten Trenggalek. Upacara menggunakan pakaian adat dari beberapa provinsi di Indonesia, mayoritas peserta KMB menggunakan baju adat jawa. Acara dilanjutkan dengan upacara pembukaan. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya. Ketua panitia Bapak Syafa’ Antoni memaparkan terkait tujuan dan jumlah peserta kemah moderasi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Bapak Dr. Drs. Muhammaad Nur Ibadi, S.E, M.M memberikan sambutan dilanjutkan dengan materi dari Direktur Penerangan Agama Islam, Bapak Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd sekaligus membuka acara. Setelah dibuka seluruh peserta melakukan flashmob merah putih diiringi lagu Perdamaian dan Berkibarlah Benderaku. Pada acara pembukaan ini diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh para pemuka agama. Para tokoh yang membacakan doa antara lain: Agama Islam dipimpin Bapak H. Rohmat, M.M, Kisten Protestan oleh Pendeta Kukuh Supitono, Agama Katolik oleh bapak Agus Ngadi, dan Agama Hindu oleh Bapak I Gusti Bagus Sukertia.

Kegiatan lain yang menarik adalah lokakarya moderasi beragama kegiatan tersebut dipimpin oleh FKUB/Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Trenggalek. Ada juga Cerita Mesra (Cerita Moderasi Beragama), kegiatan ini merupakan kegiatan diskusi kerukunan dan kemesraan yang tujuannya mengungkapkan uneg-uneg dengan penuh kejujuran. Acara ini sebagai wadah sharing antar umat beragama yakni Islam, Katolik, Protestan, Hindu dan Budha. Saat kegiatan dilaksanakan peserta bebas mengungkapkan keinginan, harapan dan segala sesuatu yang terkait dengan moderasi beragama dan kerukunan antar umat beragama di Trenggalek yang akan dibahas dan dijawab oleh para pakar.

Acara selanjutnya adalah opera moderasi beragama dan penampilan lomba cipta karya. Opera ini dilakukan pada malam hari dan dilanjutkan pada siang hari. Kegiatan ini bisa berupa tarian, puisi, gerak lagu, standup komedi maupun drama. Ikatan Guru Raudhatul Athfal kabupaten Trenggalek menyajikan tarian yang bertema moderasi. Penyuluh menampilkan standup comedi yang lucu dan menarik. Lintas agama menyajikan drama bertema kerja sama dan persatuan. Kegiatan lain yang tak kalah menarik adalah Ngopi Mesra (Ngobrol Pintar Moderasi Beragama), kegiatan ini dilaksanakan di taman 360 yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang moderasi beragama yang dipaparkan oleh narasumber professional. Para pakar tersebut antara lain: direktur penerangan agama islam, Kasubdit Penyuluh agama Islam, Kabid Pendidikan Madrasah.

Sabtu, 27 Juli 2024

Catatan kecil: Regulasi Baru dalam Mendampingi Binaan

 

Kemarin mendengarkan diskusi yang cukup menegangkan (heboh) tentang makna yang tersirat dalam dalam Peraturan Direktorat Jederal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor  4831 tahun 2023 dan Permendikbudristek Nomor 25 tahun 2024. Diskusi berlanjut dibeberapa WA Group, di mana pengawas berupaya menerapkan Perdirjen ini dalam mendampingi madrasah menerapkan kurikulum merdeka. Namun muncul regulasi baru berupa Permendikbudristek yang menyiratkan tugas pengawas seperti tahun sebelumnya.

Peraturan Direktorat Jederal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor  4831 tahun 2023 membahas peran pengawas madrasah dalam implementasi kebijakan merdeka belajar pada satuan pendidikan. Yang memiliki siklus: 1) merencanakan pendampingan, 2) pendampingan terhadap perencanaan program satuan pendidikan, 3) pendampingan terhadap pelaksanaan program madrasah, 4) pelaporan pendampingan. Dalam Perdirjen pengawas diberi tanggungjawab dan wewenang untuk melakukan kegiatan pendampingan. Jadi sebenarnya aturan ini untuk menguatkan peran pengawas dalam kurikulum merdeka yaitu sebagai pendamping.

Peran utama pengawas mendampingi kepala madrasah dalam menyusun rencana program kerja dan anggaran satuan pendidikan berdasarkan kebijakan perencanaan berbasis data pada rapor pendidikan. Inipun belum maksimal dilakukan oleh beberapa pengawas madrasah. Selain itu juga mendampingi kepala madrasah dalam melaksanakan program satuan pendidikan dengan menggunakan strategi, metode, dan umpan balik sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan. Pengawas juga membersamai kepala madrasah dalam mengembangkan kurikulum operasional satuan pendidikan dan perencanaan pembelajaran sesuai profil satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.

Setelah itu pengawas memberikan umpan balik secara berkala kepada kepala madrasah berdasarkan hasil refleksi pelaksanaan program satuan pendidikan untuk memastikan peningkatan kualitas pembelajaran. Pun mendorong melakukan evaluasi implementasi pembelajaran guru dan kepala madrasah melalui proses refleksi atas ketercapaian kompetensi literasi dan numerasi serta profil pelajar pancasila sesuai standar kompetensi lulusan. Kepala madrasah juga dimotivasi untuk memberdayakan komunitas belajar pada satuan pendidikan. Pengawas memfasilitasi kepala madrasah dalam mempelajari dan menerapkan prinsip-prinsip kurikulum merdeka dalam rangka transformasi pembelajaran pada satuan pendidikan.

Sedangkan Permendikbudristek no 25 tahun 2024 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2018 Tentang pemenuhan Beban kerja Guru, Kepala Madrasah, dan Pengawas Madrasah. Pengawas merupakan Guru Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan. Melakukan tugas berupa supervisi, pembinaan, pemantauan, dan penilaian. Mengawasi pelaksanaan kurikulum dan administrasi madrasah. Membimbing dan mengevaluasi kinerja kepala madrasah dan guru. Menyusun laporan pengawasan dan memberikan rekomendasi. Pengawas selanjutnya memiliki beban kerja untuk melakukan kunjungan ke madrasah-madrasah, mengadakan rapat koordinasi dan evaluasi, menyusun dan menyampaikan laporan pengawasan secara periodik.

Menurut saya tugas pengawas mengawasi pelaksanaan kurikulum untuk memastikan bahwa kurikulum dijalankan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Melaksanakan pembinaan terhadap guru-guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Mengevaluasi kinerja kepala madrasah dan guru. Membantu dalam pengembangan program-program madrasah. Menyusun laporan pengawasan dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan.

Sedangkan kepala madrasah memiliki tugas mulia berupa: 1) melakukan pengelolaan Madrasah, mengelola seluruh kegiatan administrasi dan operasional madrasah, 2) mengembangkan kurikulum: mengembangkan dan menyesuaikan kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan siswa. 3) memantau dan membimbing Guru: mengawasi kinerja guru dan memberikan bimbingan, 4)mengelola fasilitas dan sumber daya madrasah agar dapat digunakan secara optimal, 5)Menyusun laporan kegiatan madrasah.

Sedangkan tugas guru antara lain: 1)melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan kurikulum, menyusun perencanaan pembelajaran (modul ajar), 2)melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil pembelajaran siswa, 3) mengikuti pelatihan dan kegiatan pengembangan professional, 4)membimbing dan memberikan konseling kepada siswa.

Jumat, 28 Juni 2024

Kegiatan Workshop Upgrading

 

Kegiatan Upgrading di Zona 1 yang dilaksanakan di Aula PPAI Karangan pada tanggal 3 dan 5 Juli 2024 telah membuahkan hasil memiliki tujuan pembelajaran buatan guru dengan bimbingan Dr. Azis Luky Ahyar. Namun tujuan pembelajaran yang dibedah dari Capaian Pembelajaran yang dikutip dari Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Agama Islam Nomor 3211 tahun 2022 belum mampu di urutkan menjadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Nantinya penyusunan ATP, mengembangkan topik dan subtopik dari empat tema besar kurikulum merdeka akan dibahas di kecamatan masing-masing dipandu oleh pengawas bina. Tema besar tersebut adalah Aku Sayang Bumi, Aku Cinta Indonesia, Kita Semua Bersaudara, Imajinasiku dan Kreativitasku. Sejatinya target dari panitia, materi yang disampaikan seharusnya sampai menyusun modul P5P2RA. Modul P5P2RA diperindah dengan desain canva yang disisipi foto kegiatan setiap langkahnya mulai dari orientasi, kontekstual, aksi dan refleksi.

Sedangkan kegiatan Upgrading di Zona 2 yang dilaksanakan di Aula PPAI Gandusari pada tanggal 4 dan 6 Juli 2024 telah mampu menyusun TP dan ATP. Sedangkan Topik dan Subtopik disusun oleh koordinator kecamatan didampingi pengawas RA. Ketika in-1 dan 2 telah berlalu kegiatan berikutnya adalah On The Job Learning (OJL). Namun karena kegiatan tidak berjalan sesuai dengan rundown maka OJL ini masih membahas materi berikutnya menyusun IKTP (Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran). Di beberapa kecamatan masih menyempurnakan topik dan subtopik. Di kecamatan Gandusari telah menyubtitusikan IKTP dalam subtopik. Sehingga mudah sekali dalam menyusun modul ajar intra.

Narasumber menghendaki modul ajar dibuat guru secara mandiri bukan berasal copy paste. Sedangkan panitia menghendaki setiap kecamatan membuat modul ajar yang berbeda dengan memperhatikan jenis-jenis ragam main. Ragam main dilaksanakan pada kegiatan inti pembelajaran antara lain: bermain peran, pra membaca pra berhitung, permainan motorik, membangun, dan ragam main lingkungan.

Selasa, 25 Juni 2024

WORKSHOP UPGRADING KOMPETENSI GURU RA

 

 

Tanggal 17 Mei 2024 diingatkan oleh Ibu Ketua Kelompok Kerja Kepala RA (KKK-RA) Kabupaten Trenggalek terkait pelaksanaan Workshop Upgrading Guru RA. Bertepatan kala itu para pengawas RA/MI hendak melaksanakan Foccus Group Discussion (FGD) di Tawangmangu. Maka saya menyampaikan permintaan kepada Ketua Pokjawasmad untuk memasukkannya dalam agenda rapat. Sejatinya ini merupakan rencana kerja dari Pokjawasmad tahun 2024 akan mengadakan Workshop Upgrading mulai dari jenjang RA, MI, MTs sampai MA. Sedangkan tingkat MI sudah dilaksanakan terlebih dahulu. Rencananya untuk jenjang RA, MTs dan MA setelah Idul Fitri. Karena adanya kegiatan asesmen dan kegiatan monitoring dan evaluasi terkait Simpatika maka Upgrading guru RA belum bisa dilaksanakan. Dalam FGD tersebut saya diberi draft rencana Workshop oleh sekretaris Pokjawas untuk dipahami alur yang dikehendaki oleh pimpinan.

Tanggal 18 Mei 2024 rancangan kegiatan Upgrading Guru RA dibahas oleh para pengawas dipimpin Bapak Supriadi sebagai Ketua Pokjawas. Tiga hari kemudian Pengawas RA, Ketua KKK-RA dan Ketua KKG-RA Kabupaten Trenggalek membahas Term of  Reference (TOR) Workshop Upgrading Guru RA dilaksanakan di Aula PPAI Gandusari, Trenggalek. Pembahasan dilakukan sedetail mungkin mulai dari jenis program yang kami namai dengan peningkatan kompetensi guru Raudhatul Athfal dalam proses pembelajaran era transformasi digital pendidikan. Kegiatan Workshop ini fokus pada upgrading kompetensi guru Raudhatul Athfal dalam Impelementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Konteks kegiatan ini untuk peningkatan kompetensi guru RA dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) komponen perangkat pembelajaran. Juga untuk meningkatkan kompetensi mengajar guru RA dalam Implementasi Kurikulum Merdeka(IKM).

Pada Tanggal 27 Mei 2024 Ketua Pokjawas, Sekretaris Pokjawas, Pengawas RA, KKK-RA dan perwakilan dari KKG-RA Kabupaten Trenggalek menyiapkan TOR Workshop untuk diajukan kepada Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Trenggalek. Keesokan harinya kami (Ketua Pokjawas, Pengawas RA, Ketua KKKRA dan Sekretaris KKGRA Kabupaten) menghadap Kepala Kankemenag untuk menyampaikan gagasan kami. Semula Bapak Kankemenag menginginkan upgrading ini terkait peningkatan kemampuan guru membuat konten dibeberapa media sosial. Untuk menguploud kegiatan-kegiatan keagamaan dan pembiasaan baik di RA. Sedangkan kami menghendaki peningkatan kemampuan guru terkait IKM. Setelah melalui diskusi panjang kesepakatan dapat dipadukan antara IKM dan pembuatan konten.

Maka pada hari Senin, tanggal 03 Juni  2024 di zona 1 peserta guru RA dari kecamatan Dongko, Suruh, Panggul, Pule, Karangan, Trenggalek, Bendungan dan Tugu dilaksanakan workshop hari pertama (in 1) dengan jumlah peserta 102 orang. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula PPAI Karangan. Kepala Kankemenag Trenggalek menyampaikan materi terkait ‘Kebijakan Kementerian Agama tentang IKM dan Esensi P5P2RA di Raudhatul Athfal’. Kemudian dilanjutkan oleh pemateri kedua Bapak Dr. Azis Luky Ahyar menyampaikan materi ‘Bedah CP menjadi ATP dan Modul Ajar’. Setelah ishoma Bapak Kasi Pendma menyampaikan materi ’Adaptasi IKM dengan Transformasi Digital Pendidikan’.

Sedangkan pada hari Selasa, tanggal 04 Juni 2024 di zona 2 peserta dari kecamatan  Munjungan, Watulimo, Gandusari, Durenan, Pogalan, dan Kampak dengan peserta sebanyak 114 Guru RA. Melaksanakan kegiatan yang sama berupa workshop hari pertama (in 1) kegiatan ini dilaksanakan di Aula PPAI Gandusari. Kepala Kankemenag Trenggalek menyampaikan materi terkait ‘Kebijakan Kementerian Agama tentang IKM dan Esensi P5P2RA di Raudhatul Athfal’. Kemudian dilanjutkan oleh pemateri kedua Bapak Dr. Azis Luky Ahyar menyampaikan materi ‘Bedah CP menjadi ATP dan Modul Ajar’. Setelah ishoma Bapak Kasi Pendma menyampaikan materi ’Adaptasi IKM dengan Transformasi Digital Pendidikan’.

Rabu, 22 Mei 2024

Masa Lalu

 

14 Mei, di malam hari berpapasan dengan Mas Ihsan sepulang dari kios Mbak Nana. Bukan tanggal merah Masnya liburan. Lek Kar menyapa dan meminta mampir. Kami berempat menikmati kudapan gatot yang di taburi kelapa parut. Meski warnanya hitam rasanya nendang, enak. Ternyata Mas Ihsan bukan liburan tapi izin menghadiri panggilan Pengadilan Agama tadi pagi. Mas Ihsan menceritakan kejadian di Pengadilan Agama. Istrinya datang di PA di dampingi saudara dan pengacaranya. Ketika Lek Kar menceritakan sikap istrinya yang berubah-ubah. Di luar ruangan menekuk wajah dan diam saja. Namun setelah berdampingan dengan pengacara terlihat tersenyum bangga. Mas Ihsan meminta ibunya sabar, memang karakter istrinya manipulatif. Jika ada yang mendukungnya ia akan bersikap narsistik.

Keduanya menjawab tidak ingin melanjutkan pernikahan. Istrinya menjawab tidak bahagia. Hakim menjelaskan kebahagiaan bisa dibangun dalam pernikahan. Mas Ihsan menjelaskan alasan tidak melanjutkan pernikahan karena istrinya selingkuh. Juga meminta Majelis hakim mengubah tuntutan penggugat yang menyatakan meninggalkan rumah setelah ijab kabul karena terbukti masih mengadakan perayaan pernikahan 4 hari setelah ijaban. Selain itu masih mengunjunginya pada bulan puasa kemarin. Gugatan tidak memberi nafkah juga tidak betul, karena setelah menikah diberi kartu ATM yang setiap bulan diisi sesuai kemampuan tergugat. Bahkan menjelang pemilu meminta Iphone seri 12. Majelis hakim menyela, mungkin kurang mahal Mas. Mas Ihsan mejawab jika dia tidak mampu lagi menuruti gaya istrinya. Maklum masih magang. Akhirnya majelis hakim mengetuk palu, memerintahkan masuk ruang mediasi.

Pengacara istrinya berbisik pada mejelis hakim. Memohon diperbolehkan masuk ruang mediasi. Mas Ihsan mempersilahkannya. Mas Ihsan cukup lega ketika masuk ruang mediasi, mediatornya nampak  sangat baik, tawadu’ dan bijaksana. Mas Ihsan menjelaskan pada mediator tidak ingin melanjutkan pernikahan keran istrinya selingkuh. Ketika mediator menanyakan buktinya, Mas Ihsan menemukan bukti gambar porno istrinya yang dikirim pada laki-laki lain. Istrinya langsung menyela, itu masa lalu! Memang masa lalu, foto dibuat satu hari sebelum nikah. masa lalu dari sekarang ini. Tapi sudah terikat tunangan. Mediator bertanya pada istrinya, anda guru? Istrinya dengan percaya diri menjawab, ya saya guru MA. Karena hubungan kami seperti keluarga, saya menepuk bahunya dengan berkaca-kaca. Sungguh perempuan yang kurang peka. Maksudnya mediator bertanya pekerjaannya, karena sang Bapak heran ada guru yang membuat foto bugil dan memberikan pada orang lain.

Tidak ada seorang ibu yang memilihkan istri tidak baik pada anak kesayangannya. Bagi seorang ibu bersahaja, seorang guru MA di pondok pesantren cukup meyakinkan bahwa ia berakhlak baik. Sering bercerita mengikuti kajian dan menjadi orang kepercayaan pondoknya dalam kegiatan wisuda dan kegiatan-kegiatan lainnya. Mediatorpun mendoakan Mas Ihsan kelak mendapat istri yang shalihah. Aamiin

Ujian Lelaki Shalih dan Santun


7 Mei di pagi buta Lek Kar sudah mengantar sayur gude. Nampak lezat, santannya kental menempel pada polong gude. Menitip kunci rumah, ternyata Lek Ker hendak mengantar anaknya ke Pengadilan Agama. Perkawinan sudah tidak bisa dilanjutkan. Kemarahan seorang suami yang melihat hp istrinya terdapat gambar tidak senonoh yang dikirimkan pada orang lain. Menatap kepergiannya dengan mata berkaca-kaca. Begitu teganya mempermainkan pernikahan. Padahal Lek Kar menganggap menantunya seperti anaknya sendiri. Logikanya jika memenuhi undangan Pengadilan Agama, tentunya masih ingin melanjutkan pernikahan. Jika tidak pastinya tidak didatangi biar cepat selesai.Untuk apa mempertahankan perempuan yang tidak mampu menjaga marwah dirinya.

Pukul 07.37 WIB Lek Jo mengambil kunci. Beliau baru pulang dari sawah, mengikat padi yang leseh dihempas angin. Musim angin, padi yang hendak dipanen leseh sejajar tanah. Ketika basa basi Lek Jo tak sengaja menceritakan (curcol) keinginan Ihsan mendatangi Pengadilan Agama. Bukan ingin mediasi melanjutkan pernikahan. Tapi ingin meluruskan pada Dewan Hakim Pengadilan Agama bahwa gugatannya tidak ada yang benar. Ketika Ihsan izin pulang, teman-teman di kantornya memberi support untuk mendatangi panggilan. Wah, ternyata Mas Ihsan mendapat support system. Semoga dukungan mental dan emosional dari teman-teman menguatkannya. Teman-teman di kantornya sepakat  agar tidak ada lagi laki-laki baik yang menjadi korban perempuan itu. Tidak melaksanakan tugasnya sebagai istri yang baik, justru bergaya hidup layaknya orang kalangan atas. Perempuan yang tidak tahu balas budi, tidak menghargai kebaikan orang lain. 

Sore harinya Lek Kar bertandang ke rumah. Ternyata di PA tidak lama hanya mencocokkan data. Fihak perempuan tidak datang. Mewakilkan pada pengacaranya. Pengacaranya seorang wanita yang telah berumur. Di ruang tunggu PA Si Pengacara menanyakan adakah keinginan putra Lek Kar melanjutkan pernikahan. Pengacara tersebut menanyakan sampai tiga kali dijawab tegas, tidak! Lek Kar bukan orang modern, jadi baginya pergaulan bebas adalah tabu. Pengacara itu apakah tidak punya anak? Gimana jika kelak si pengacara ada di posisinya? Kok mau membela perempuan tidak benar? Begitulah pertanyaan Lek Kar. Bisa jadi pengacara hanya menuliskan laporan sepihak dari penggugat. Bisa pula gugatan dibuat menekan tergugat biar cepat selesai dan menerima uang lelah. Bisa pula istri Ihsan manipulatif mampu berperan sebagai orang tersakiti dihadapan pengacaranya. Itulah prediksiku. Semoga Lek Kar memperoleh keadilan.

Ya Allah semoga Mas Ihsan yang santun, shalih dan baik hati kelak menemukan perempuan yang benar-benar baik dan shalihah. Yah, tidak semua guru bergaya hidup modern dan mengikuti pergaulan bebas. Masih banyak ibu guru yang baik dan shalihah.


Selasa, 21 Mei 2024

Cara Allah Menolong Hambanya

 

30 April Lek Karjo terlihat termangu. Sesekali tersenyum miris, antara marah dan sinis. Mengulurkan amplop coklat. Pukul 16.45 WIB cuaca sejuk, maka kami mendiskusikan isinya di pematang sawah. Para petani mulai naik, menapaki pematang mengucapkan salam perpisahan pada tanaman palawijanya. Maklum sawah ini cukup tinggi tidak bisa ditanami padi. Namun hasilnya melebihi padi. Cabe yang mulai memerah, bawang merah daunnya sudah tak hijau lagi, begitu pula melon dan mentimun. Lek Kar memulai bercerita. Mendengar kisahnya, terasa sesak dada ini. Lek Kar akhirnya menyadari bahwa dirinya memang orang jadul. Berprinsip ilmu agama yang diresapinya terasa masih sedikit tapi dilakoni. Orang yang mengatakan agama yang ditekuni cukup tinggi. Selalu izin ikut kajian di berbagai kabupaten, namun berprilaku tidak senonoh. Prilaku seperti itu menurut Lek Kar tabu, apalagi dilakukan seorang guru. Tanpa menyela, tetap mendengarkan curhatannya. Biar yang menyesakkan hatinya terurai, lebur bersama semilirnya angin sore.

Ketika Lek Pri naik ke pematang mengantar mentimun, kami menyapanya. Diskusi jeda sejenak, fokus membicarakan harga hasil petani yang naik turun seperti iman manusia. Lek Pri undur diri, kamipun mengucapkan terimakasih atas kebaikannya. Beginilah enaknya rumah MeWah (Mepet saWah). Pernah suatu ketika Lek Pri mengerjakan orang memanen bawang merah, kala itu bawang merah lagi meroket harganya. Langkah kaki tak hentikan, balik kanan tidak jadi metik sayur. Jangan sampai ditawari bawang merah. Alhamdulillah sorenya, sudah ada beberapa gantang bawang merah. Semoga Allah melapang rezekinya.

Lek Kar mencoba menegakkan dadanya, hembusan nafas berat, rapuh! Beberapa kali terdengar bibirnya beristighfar dan membaca kalimat thayyibah hauqalah. Mencoba menenangkannya dengan bertutur sederhana. Tidak semua guru berani memotret dirinya dalam kondisi vulgar dan mengirimkan pada orang lain. Ribuan guru-guru perempuan mampu menjaga marwah dirinya. Menjaga nama baik profesi dan instansinya. Banyak guru yang taat pada suami dan mertuanya, meskipun mengajar di sebuah madrasah yang sederhana.

Bila adanya guru yang mengajar di sebuah instansi yang menurut kami istimewa dan melakukan hal yang tidak baik. Dia hanya segelintir sosok yang belum mampu menahan hawa nafsunya. Tergiur bujuk rayu syetan dan kenikmatan sesaat, melupakan kehormatan dirinya sebagai calon madrasah pertama bagi putra putrinya kelak. Dengan memeluk erat tubuhnya yang terisak-isak. Tutur sederhana yang bisa dibisikkan, mungkin ini cara Allah menyayangi keluarga Lek Kar. Andai lanjut bermaksiat, menginap di tempat lain, melarikan diri dari rumah, pulang lagi, dan terus menerus dilakukan. Kasihan suami yang telah bersusah payah mencari nafkah justru istrinya demikian. Belum lagi penyakit yang akan tertular bila seperti itu.

Sesungguhnya Allah sedang menolong hambanya yang tulus dan taat pada-Nya. Meskipun dengan cara yang menyesakkan dada. Namun bila kita tetap berada di jalan yang lurus dan tidak membalas perbuatannya. Isnya Allah akan diganti yang lebih baik dan shalihah berbakti pada suami dan mertua. Aamiin.

Minggu, 19 Mei 2024

Istri yang Memiliki Sikap Tawadhu’

 



Perempuan  karir yang memiliki sikap tawadhu’ terhadap suami merupakan perempuan luar biasa. Tidak menganggap suami lebih rendah darinya baik dari segi pendapatan maupun pengetahuan. Mampu menghargai suami dan buah hatinya. Memiliki kemampuan  menjaga komunikasi yang baik dengan anggota keluarga. Mendiskusikan pembagian tugas dan kewajiban dengan proporsi yang bijak. Memiliki cinta kasih yang tak luntur untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga. Mampu menyelesaikan rintangan dengan santai dan tawakal pada Allah. Tangguh menerima ujian hidup yang tak sesuai ekspektasi. Segala cobaan, anugerah maupun karunia kita hadapi dengan tawakal, ikhlas dan penuh rasa syukur sehingga mendatangkan ketawadhu’an.

Namun terkadang anugerah sebagai sosok multasking, bisa menjalankan berbagai pekerjaan dalam satu waktu. Memiliki gaji dan jabatan yang lebih tinggi dari suami menjadikannya takabur dan semena-mena terhadap suami. Istri menjadi sangat dominan dalam mengambil keputusan. Suami harus mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga. Mulai dari ngurus anak, ngepel, masak, cuci baju maupun cuci piring. Semakin eksis di dunia kerja bisa jadi keluarga menjadi korban dan mendatangkan mudharat bagi keluarga.

Jika terjadi demikian, maka niat kita menjadi wanita karir wajib direvisi. Semua anugerah sebagai wanita karir ini wajib disyukuri, dinikmati dan dilakukan dengan tujuan ibadah lillahi ta’aala. Seyogyanya kita meminta dukungan dan doa dari suami dan buah hati. Karena rezeki kita yang lebih tinggi dari suami merupakan nikmat Allah kepada keluarga kita. Tentunya melalui gaji istri yang lebih tinggi. Ini merupakan sedekah bagi istri yang telah menafkahi keluarganya.

Wanita karir merupakan impian banyak perempuan. Ketika ditakdirkan menjadi wanita karir maka marilah kita awali dengan mengucapkan rasa syukur atas segala kekurangan dan kelebihan yang telah Allah anugerahkan kepada kita. Mengawali tekad kuat menjalani takdir ini dengan ikhlas agar hidup lebih damai meskipun belum sesuai dengan ekspektasi. Mempersiapkan hati untuk menerima ujian dan anugerah  dengan ikhlas dan tawakal. Agar hidup terasa ringan. Semoga Allah menjadikan putra putri kita berbakti pada orang tua dan guru. Taat pada Allah dan menjadi anak yang shalih dan shalihah. Tetap taat dan berbakti pada suami sesuai tuntunan Al-Quran dan Al Hadits. Aamiin.

Selasa, 19 Maret 2024

Menata Hati dan Pikiran di Bulan Ramadhan

 



Ramadhan telah memasuki hari kesembilan, suka cita umat muslim masih terlihat di lingkungan sekitar. Suka cita diberi panjang umur sehingga bisa beribadah di bulan Ramadhan 1445 Hijriah. Karena pada bulan Pebruari tahun 2024 lalu, dalam satu dusun Bendo desa Ngadirejo terdapat 7 orang meninggal dunia. Suasana yang menyedihkan pada detik terakhir menjelang datangnya bulan Ramadhan. Namun, kondisi lingkungan berangsur membaik. Ketika Ramadhan datang dan telah memasuki hari kesembilan. Ceramah bijak dari beberapa ulama telah membangkitkan semangat warga dusun Bendo desa Ngadirejo. Sebagaimana Rosulullah SAW juga telah menjelaskan banyak keistimewaan dan kemuliaan selama bulan Ramadhan dalam sebuah hadits yang diriwatkan Imam Nas’al bahwasannya Nabi Muhammad bersabda yang artinya: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan padamu berpuasa di bulan itu. Dalam bulan itu dibukalah pintu-pintu langit, dan ditutuplah pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan itu terdapat satu malam yang nilainya lebih dari seribu bulan”.

Alhamdulillah, kami warga Bendo masih bisa beribadah di bulan Ramadhan. Dengan berlipat gandanya pahala ibadah dan perbuatan baik di bulan ini. Semoga kami termasuk orang yang diharamkan Allah dari api neraka karena kebahagiaan ini. Kami manfaatkan bulan mulia dan penuh berkah dengan memperbanyak ibadah maupun sedekah. Memperbaiki diri kami dari hal-hal yang sederhana dengan  berfikir positif, berkata positif dan melakukan semua hal secara positif. Kami menyadari begitu jelas Islam melarang berkata kotor saat sedang puasa. Ketika kami berpuasa tetapi tidak menjaga lisannya maka tidak mendapat pahala dari puasanya. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Bukhari yang artinya: ”Orang tidak menjauhi perkataan dusta dan mengamalkan dusta, maka tak ada hajat bagi Allah untuk menilai ibadah puasanya, meskipun ia bersusah payah menjauhi makanan dan minuman”. Hadits tersebut merupakan peringatan agar ibadah kami tidak tertolak maka menjaga lisan kami agar tidak berkata dusta. Jadi jangan merugi sampai puasa kami (warga dusun Bendo) ini menjadi sia-sia.

Kami mulai menata hati dan pikiran jangan sampai timbul pikiran/perasaan negatif menguasai diri. Kami fokus hal-hal baik dalam hidup, merasa bahagia dan membangun citra  dalam diri. Kami berprasangka baik pada semua hal. Berprasangka baik pada Allah maupun manusia. Allah menjadikan sesuatu ada hikmahnya. Kejadian di bulan Pebruari yang lalu pasti ada hikmahnya. Untuk senantiasa mendekatkan diri pada Allah.

Dalam sebuah hadits qudsi dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, Rosululullah SAW bersabda yang artinya: “Allah berfirman sebagai berikut: ‘Aku selalu menuruti persangkaan hamba-Ku. Apabila ia berprasangka baik ia akan mendapat kebaikan. Adapun bila ia berprasangka buruk kepada-Ku maka dia akan mendapatkan keburukan’. Oleh karena itu kami, menjaga hati dan pikiran agar  berfikir positif, berharap yang baik, berprasangka baik. Karena demi kebaikan diri sendiri, keluarga maupun orang lain.

Memilih  menggunakan kata positif pada saat berbicara, kata-kata tersebut akan meresap di alam bawah sadar dan menjadi maindset kami dan akhirnya terjadi seperti apa yang kami katakan. Kata-kata positif adalah doa. Maka mulai belajar mengurangi kata-kata yang negatif, menghapus kata negatif  pada diri sendiri. Seperti kata kami bersedih, musibah terjadi tiada henti, kami tidak bisa, kami tidak mampu. Kami ganti dengan kata-kata positif, kata yang membangkitkan semangat.  Kami bisa, kami mampu, kami bisa melampui peristiwa memilukan ini. Kami bisa melakukan yang terbaik. Kata-kata yang membangkitkan kekuatan, memacu semangat harus ditegaskan berulang kali.

Di bulan Ramadhan ini sebaiknya berkata baik kepada orang lain. Menghindari kata yang menyinggung perasaan orang lain. Agar orang lain merasa nyaman. Kata pujian lebih baik dari hujatan. Kalimat yang menunjukkan kerendahan hati lebih baik dari pada menyombong diri. Tidak perlu berkonfrontasi dengan orang lain. Mari tunjukkan perhatian tulus dan empati pada orang lain. Belajar menata hati di bulan penuh berkah dan ampunan. Menggulirkan kata yang membangkitkan kekuatan pada diri sendiri, kami pantas hidup bahagia. Dan kami akan damai dan hidup rukun dengan orang lain. Mendoakan orang lain mendoakan setiap bertemu dengan warga sekitar. Doa yang baik akan kembali kepada kami. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah bersabda: Sesungguhnya doa seorang muslim kepada saudaranya di saat saudara tidak mengetahuinya adalah doa yang mustajab (terkabulkan). Di sisi orang yang akan mendoakan saudaranya  ini ada malaikat yang mengaminkan doanya. Tatkala dia mendoakan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata aamiin. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi. (HR Muslim)


Senin, 18 Maret 2024

Bersedekah di Bulan Penuh Berkah

 

Ramadhan 1445 Hijriah akan segera meninggalkan kita. Seyogyanya ibadah semakin kita tingkatkan. Baik ibadah sholat, puasa maupun sedekah. Terkait dengan sedekah Allah berfirman dalam surat Al-Munafiqun ayat 10 yang artinya: Dan infakanlah sebagian apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematianku) sedikit waktu lagi maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang shalih". Orang yang telah meninggal duniapun berharap sehari saja dihidupkan di dunia untuk bersedekah. Bulan Ramadhan merupakan bulan terbaik untuk bersedekah. Pentingnya sedekah bukan untuk Allah. Kemanfaatannya kembali kepada diri kita sendiri. Bersedekah di bulan penuh berkah, bulan penuh ampunan, bulan penuh limpahan pahala dan bulan penuh kebaikan. Maka bersedekahlah di bulan terbaik dalam kondisi terbaik (sedang berpuasa) sebagai sarana mendekat kepada Allah SWT.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Ibnu Abbas yang artinya: “Rosulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan Beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam mengajarkan Alquran. Dan kedermawanan Rosulullah SAW melebihi angin kencang yang bertiup.” Kedermawan  nabi ada beberapa manfaat: 1) kemuliaan waktu itu (bulan Ramadhan, 2)dilipatgandakan semua amalan di bulan Ramadhan, 3) membantu orang yang berpuasa, shalat, zikir dalam ketaatan kepada Allah maka jika membantu mereka pahala kita akan dilipatkan gandakan.

Begitu pula jika kita memberi makan orang yang berpuasa maka kita akan mendapat ganjaran pahala yang sama seperti pahala orang berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa. Kita akan mendapat transferan amal dari orang yang kita bantu. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi, Rosulullah SAW bersabda: “Barangsiapa memberi buka orang puasa, maka baginya pahala semisalnya tanpa mengurangi pahala orang berpuasa sedikitpun.”

Hal yang perlu kita tekankan adalah Ramadhan segera meninggalkan kita. Jangan  sampai puasa kita hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Kita tingkatkan sedekah. Sedekah tidak menunggu kaya, tidak menunggu tua. Mari bersedekah mumpung masih kuat, sehat dan sempat. Bersedekahlah dengan tenaga dan harta kita. Mungkin ini Ramadhan terakhir kita jangan sampai berakhir dengan sia-sia. Semoga kita diberi keistiqomaahan untuk berbuat kebaikan. Aamiin.

 


Senin, 12 Februari 2024

Amplop di Masa Tenang Kampanye 2024

 


Bakda maghrib hendak beli gula. Namun toko kecil dekat rumah sudah tutup. Padahal harga sembako di situ paling murah. Dari pada jauh, harus beli di desa Kedunglurah atau desa Ngadisuko, mencoba nekat beli di toko tersebut. Membunyikan klakson motor. Thit! Kode ada pembeli nekat, dari pada teriak-teriak. Setelah yang punya toko berlari membuka pintu, segera saya mengucapkan salam. Sepasang suami istri, penjual toko itu menghampiri. Kusampaikan permintaan maaf menganggu istirahatnya. Meminta bantuan melayani pembelian gula dan kopi. Alhamdulillah dilayani dengan baik sekali. Sejatinya heran kok keduanya begitu antusias dan tergopoh-gopoh membuka pintu. Tidak seperti biasanya yang datar-datar saja.

Ternyata keduanya mengira saya akan mengantar amplop. Amplop pilpres. Kok bisa? Alasan mereka, sejak pagi rumahku banyak didatangi tamu. Padahal tamu yang datang adalah panitia PPS, reseler kerudung daffi, panitia KPPS ngantar undangan pencoblosan, saudara ngantar berkat selamatan. Saat ini masyarakat sedang berharap ada kader partai yang memberikan amplop di masa tenang. Tersiar berita hoax adanya amplop dengan kisaran Rp15.000 sampai Rp100.000. Supaya tidak menimbulkan prasangka, maka saya katakan sikap netral sebagai abdi negara. Sekaligus guyon maton tentang pandangan mereka setelah melihat debat capres dan cawapres. Sepasang suami istri itu, merasa debat kemarin tidak memuaskan. Begitukah? Namanya opini masyarakat, silahkan mengungkapkan pendapat yang sesuai hati nuraninya. Ternyata debat kemarin belum bisa memotivasi mereka menentukan pilihan. Saya lanjut dengan diskusi dari sisi partai pendukung dari ketiga capres. Juga dari sudut rekam jejak ketiganya. Jawabannya tetap gamang.

Ketika keduanya, menanyakan sikap saya pada pemilu 2024. Jawaban saya tetap seperti semula netral. Tidak mengarahkan warga pada paslon manapun. Nanti yang saya pilih adalah paslon yang kredibel, memiliki kualitas keilmuan yang baik, juga visioner dan bijak. Tidak menghalalkan segala cara, menolak kecurangan, menolak black campaign, dan money polotic. Rosulullohpun mengingatkan umatnya sebagaimana yang riwayatkan oleh Ibnu Majah yang artinya:” Laknatnya Allah itu ditimpakan kepada penyuap dan yang disuap”. Diskusi berlanjutkan dengan program dan janji-janji paslon yang terkadang jarang dilaksanakan. Bahkan setelah menjabat jadi lupa akan janji yang ditebarkan. Maka ingatan harus disegarkan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban yang artinya: “Dari Abi Hurairah ra Rosulullah SAW berkata:’Tiga orang yang tidak akan mendapatkan rahmat dari Allah di hari kiamat ialah orant tua yang berzina, imam yang dusta, dan orang yang miskin lagi sombong.” Semoga nantinya, terpilih pemimpin yang amanah, adil, dan menepati janji-janjinya.

Semoga pada tanggal 14 Pebruari 2024 nanti yang datang ke TPS adalah para pemilih cerdas. Mereka menentukan pilihanya bukan karena uang maupun sembako. Tetapi karena kecerdasan dan keluasan pemahaman terkait pemimpin yang amanah. Selanjutkan seluruh masyarakat mampu menghargai pilihan orang lain. Tidak ada permusuhan akibat beda pilihan, baik antar anggota keluarga, teman sekantor, sesama jamaah masjid maupun warga masyrakat. Selain itu semoga para tokoh masyarakat menjadi pemilih yang adil dan bijak. Tidak mempengaruhi anak buahnya atau mengarahkan bawahan pada paslon tertentu.