Sabtu, 11 Februari 2023

Pelatikan Pengawas Madrasah

 


Ketika itu hari Rabu tanggal 8 Pebruari 2023 sedang mengikuti rapat persiapan monev ASN, mendapat  panggilan dari Bu Prih staf urusan kepegawaian. Beliau memberikan kabar bahwa hari Kamis pukul 14.30 akan dilaksanakan pelantikan pengawas madrasah. Pengawas yang akan dilantik adalah Muyatim, Dety Sulaibah, dan Muslikah. Ketiga dimohon mempersiapkan diri. Terkejut merasa belum mempersiapkan diri. Namun semua harus dijalani dengan ikhlas. Jika harus memilih saya lebih suka menjadi guru di madrasah ibtidaiyah. Menjadi pendidik merasa lebih nyaman dan damai. Namun tugas dari atasan langsung harus tetap dijalankan. Meskipun banyak tugas dan tuntutan yang harus dipenuhi. Begitu  banyak tugas pengawas yang harus dilakukan, apalagi jika ditugaskan di daerah pegunungan. Sejatinya sekolah binaan hanya 10, namun karena kurang pengawas maka biasanya sampai 3 kecamatan yang membina  kurang lebih 24 sekolah binaan.

Malamnya mempersiapkan dresscode untuk pelantikan. Menyiapkan stelan jas lengkap. Keesokan harinya saya tetap mengajar seperti biasanya. Pun menghadiri rapat rutin ASN dan bezoek bapak ketua KKM yang sedang sakit. Tepat pukul 12.00 saya pulang ke rumah mempersiapkan diri untuk menghadiri pelantikan. Sampai di Aula  Kemenag Trenggalek pukul 14.30, tempat masih ditata. Karena baru saja digunakan untuk diklat guru. Panitia mempersiapkan acara dengan cepat. Mulai dari pemasangan baner, meja  pelantikan dan petugas upacara pelantikan.

Pukul 15.00 kegiatan dimulai, kami bertiga hadir bersama suami/istri. Acara dimulai dengan pembacaan SK pelantikan oleh Bapak Suhadi Kasi UP. Kepala kemenag melantik kami bertiga. Foto bersama dilakukan beberapa kali, bersama kepala kemenag, bapak Kasi UP, Kasi Pendma dan para saksi. Akhir acara dilaksanakan penandatanganan berita acara rangkap 4. Setelah pelantikan selesai kami dipersilahkan untuk mampir di ruang Pokjawas. Ramah tamah dengan para pengawas senior.Pukul 16.00 segera meninggalkan aula kemenag menuju rumah masing-masing.  

Jumat, 10 Februari 2023

PISAH SAMBUT PENGAWAS MADRASAH

 


Beberapa kepala madrasah se-kecamatan Durenan, pada hari Senin tanggal 6 Pebruari 2023 sibuk mempersiapkan tempat untuk kegiatan pisah sambut pengawas madrasah. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang kelas 1, 2 dan 3 Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kamulan. Sejatinya kegiatan pisah sambut dilaksanakan hari Rabu. Karena seluruh kamad, ASN dan guru penerima TPP pada hari Selasa wajib menghadiri Harlah NU 1 Abad, maka hari Senin tempat mulai ditata. Rencananya semua meja dan kursi siswa akan diganti dengan kursi yang disewa dari pengusaha terob. Hal itu dilakukan agar ruangan mampu menampung seluruh guru MI se-kecamatan Durenan. Kegiatan ini direncanakan dengan baik oleh Kelompok Kerja Madrasah (KKM), Kelompok Kerja Guru MI (KKGMI), Kelompok Kerja Guru RA/BA/TA (KKG RA/BA/TA). Pengawas madrasah lama Bapak Nur Muslimin, S.Pd.I, M.Pd.I akan melaksanakan tugas sebagai Pengawas MTs se-Kabupaten Trenggalek. Maka diganti oleh Bapak Moh. Adib Mustofa, M.Pd.I yang juga merangkap menjadi pengawas madrasah Gandusari dan Watulimo.

Pukul 08.30 panitia dari KKM dan KKG mulai berdatangan. Disambut hangat oleh guru Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kamulan sebagai penyambut tamu undangan. Seluruh undangan mengisi buku tamu dan masuk ruangan. Bapak Nur Muslimin, S.Pd.I, M.Pd.I datang bersama istri, sedangkan Bapak Moh. Adib Mustofa, M.Pd.I datang tanpa didampingi istri. Karena istri Beliau tidak bisa izin, padatnya kegiatan sebagai dokter di Puskesmas Watlimo. Hadir pula dalam acara itu  pengawas agama SD kecamatan Durenan yakni Bapak Agus Salim. Pembawa acara Bapak Hamam Badroni dari MI Pakis segera membacakan susunan acara. Beliau memandu acara dengan runtut. Lagu Indonesia Raya, Hymne Madrasah, Mars Madrasah dilantunkan dengan rancak dipandu dirijen Ibu Erni dari MI Nurul Iman Gador. Pembacaan ayat suci Alquran dikumandangkan merdu oleh Ustadz Jimmy Putro Wicaksono. Saya masih dapat mengikuti acara dengan hikmat.

Ketika sambutan mulai berlangsung, saya diminta untuk menghadiri rapat persiapan monev ASN di Aula Kecamatan Gandusari. Mewakili Bapak ketua KKM yang sedang sakit. Terpaksa meninggalkan acara pisah kenal. Berangkat ke Gandusari pukul 09.45. Dalam perjalanan menuju lokasi rapat teringat program-program kepengawasan yang dilakukan Bapak Nur Muslimin, S.Pd.I, M.Pd.I. Mulai dari kepengawasan manajerial, akademik dan Bimlat professional guru. Masih terekam dalam ingatan, di masa awal Beliau menjabat di kecamatan Durenan. Sebelum menandatangani berkas pencairan TPP, kami bertiga (Bu Purwati, saya dan Pak Ibnu) ditanya setiap detail perangkat pembelajaran. Mulai dari silabus, program tahunan, cara mengisi program semester, menentukan KKM  sampai menjadi RPP.

Beliau juga melatih pengurus KKG merencanakan diseminasi paska diklat dan membantu Beliau melaksanakan bimlat professional guru. Beberapa kegiatan diseminasi yang pernah Beliau latihkan kepada pengurus KKG seperti bedah SKL, penilaian K-13, penyusunan soal HOTS, RPP literasi numerasi dan lain-lain. Semula merasa jengah dengan kedisiplinan Beliau. Akhirnya merasakan maksud tujuan Beliau melatih pengurus KKG melakukan diseminasi. Tak lain agar guru semakin meningkat kompetensi profesionalisme.Tak terasa motor saya sudah berhenti di pertigaan Gandusari. Segera melaju mengarah ke KUA Gandusari. Ternyata rapat persiapan monev ASN dipandu para pengawas senior Bapak Supriadi dan Bapak Azis Luki Ahyar.

Semoga kedatangan Bapak Moh. Adib Mustofa, M.Pd.I  semakin meningkatkan kinerja guru. Beliau orang yang tegas, disiplin dan sabar.

Selasa, 17 Januari 2023

Menjenguk Kahla

 


Tanggal 16 Januari 2023 pengurus madrasah mengajak para guru untuk menjenguk Kahla. siswa BA Aisyiyah yang sedang dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar karena terkena peluru senapan angin. Rencana sangat mendadak karena setelah hari Senin banyak kegiatan yang harus dilakukan oleh guru. Pukul 11.30 WIB berangkat dari Trenggalek, sepanjang jalan Trenggalek menuju Tulungagung lancar tanpa kendala. Namun ketika menuju Blitar terkendala ada demo warga Blitar Selatan di depan Gedung Kantor Bupati. Akhirnya harus mengikuti arahan petugas lalu lintas. Bersamaan itu hujan mengguyur di sepanjang jalan. Kendaraan berjalan lambat untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Pukul 13.45 WIB rombongan segera menunaikan shalat di sebuah masjid. Perjalanan dilanjutkan setelah hujan mulai reda. Sampai di Rumah Sakit pukul 15.19 WIB segera menghubungi keluarga. Ternyata Kahla dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Saiful Anwar. Selang beberapa menit orangtua Kahla mempersilahkan para guru turun dari ruang parkir lantai dua. Untuk berjalan kaki menuju ruang IGD, di sana Bapaknya yang menemui. Beliau nampak tawakal, menjelaskan kondisi Kahla. Beliau mengajak seorang guru (Ibu Anawiyah) untuk masuk ruang IGD. Hanya seorang guru, karena setiap hari Senin penjagaan ketat. Keluar dari ruang rawat Kahla Ibu Ana berurai air mata. Menjelaskan kondisi Kahla yang tubuhnya dipenuhi dengan peralatan medis. Kahla dalam kondisi tertidur lelap.

Beberapa waktu kemudian ibu Kahla menemui kami. Beliau menangis sesenggukan, menunjukkan peluru yang berhasil diangkat. Semua guru ikut menangis, begitu pula Bapak pengurus juga meneteskan air mata. Beliau menceritakan tidak bisa mendampingi Kahla setiap saat. Hanya ketika dokter melakukan pemeriksaan sang Ibu dipanggil masuk IGD untuk menerima hasil pemeriksaan. Beliau berdua tidur di luar, di ruang tunggu bersama keluarga pasien lainnya. Namun hanya sesekali bisa terlelap, akan terbangun jika dokter memanggil lewat pengeras suara. Memanggil keluarga pasien lainnya ataupun dirinya. Sang Bapak mempersilahkan seorang guru lagi untuk menjenguk Kahla, kesempatan ini digunakan Ibu Farid Kepala BA masuk ruang IGD. Alhamdulillah keluarga sangat baik menerima kami.

Kahla sudah tiga kali dioperasi, operasi menghentikan pendarahan, pengambilan peluru dan pemasangan selang pernapasan. Semenjak itu ibunya belum kembali ke Trenggalek. Untuk itu kami berpelukan dengan Ibu Kahla agar saling menguatkan. Waktu menunjukkan pukul 16.30, Ibu Ana mengajak kami pulang ke Trenggalek. Sepanjang perjalanan ke Trenggalek kami berdiam diri, merenungkan setiap kejadian yang menimpa Kahla yang tak kunjung siuman. Doa senantiasa kami panjatkan di sepanjang jalan. Setiap waktu, seusai menunaikan ibadah shalat. Semoga bocah malang tersebut segera disembuhkan.

Rabu, 11 Januari 2023

Musibah untuk Menguji Kekuatan Iman

 



Pada tanggal 30 Desember 2022 mendapat kabar Kahla mengalami pendarahan otak karena kepalanya terbentur mesin jahit. Di group WA madrasah semua guru mendoakan kesembuhan siswa yang masih belajar di Bustanul Athfal. Keesokan harinya mendengar kabar Kahla ini mengalami pendarahan bukan karena terbentur. Namun pendarahan terjadi karena tertembak bedhil untuk berburu burung. Kronologinya, empat bocah ini bermain bola di rumah neneknya, bola terlempar ke atas almari. Kakaknya hendak mengambil bola, namun tangannya tidak mampu meraih bola. Justru yang teraih adalah bedhil untuk berburu burung. Tanpa diduga bedhil meletupkan peluru mengenai pelipis Kahla. Di bawa ke puskemas Baruharja dan dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Dilakukan dua kali operasi untuk menghentikan pendarahan dan operasi kedua pengambilan peluru. Alhamdulillah kondisi kritis telah terlewati.

Dari kejadian ini ada beberapa hal yang patut kita renungkan. Musibah datang tiba-tiba, untuk menguji kekuatan iman kita. Ketika kita diuji oleh Allah, terasa berat ujian itu. Namun ternyata Allah menguji orang lain begitu dahsyatnya. Berbagai kalangan membantu penggalangan dana. Meski penggalangan dana ini sempat dihentikan karena ada harapan akan dipenuhi oleh Baznas Trenggalek. Perkiraan untuk beaya operasi sekitar 200 juta rupiah. Namun ternyata ada kendala terkait usaha Baznas ini. Akhirnya penggalangan dana dilanjutkan oleh fihak madrasah, PGRI dan fihak-fihak lain.

Selain itu, kita sebagai orang tua harus tetap mengawasi kegiatan anak-anak di rumah. Meskipun dari keempat anak tersebut ada yang kelas 6, namun terkadang si anak melakukan kekhilafan. Belum mampu mengendalikan diri memilah mana yang membahayakan orang lain dan mana yang tidak. Rasa ingin tahu anak terhadap benda tertentu lebih dominan untuk melakukan coba-coba  dari pada memikirkan dampak negatifnya.

Akhirnya, semoga Allah menguatkan bahu kedua orang tua Kahla. Mampu menyikapi ujian dengan tegar. Semoga Kahla segera diberikan kesembuhan dapat kembali belajar di BA Aisyiyah Kamulan. Allah tidak akan membebani hamba-Nya melainkan sesuai dengan kesanggupannnya. Doa yang dapat kita panjatkan: Ya, Allah jangan Engkau bebani kami dengan beban berat sebagaimana Engkau beban kepada orang-orang sebelum kami. Janganlah Engkau pikulkan kepada kami  apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkan kami, ampuni kami dan rahmatilah kami. Aamiin!

Selasa, 06 Desember 2022

Catatan Harian: Identifikasi Masalah Pembelajaran (IMP)

 

Tanggal 2 November masih mengikuti diklat daring. Beberapa guru terlihat antusias mengikuti diklat bersama mentor Ibu Emy Rosyidah. Namun ada beberapa guru yang meletakkan kameranya agak tinggi sehingga kerudungnya saja yang kelihatan. Ternyata mereka dalam kondisi mengantuk. Daripada kelihatan menguap maka lebih aman menunjukkan bagian atas kepalanya aja. Rasa kantuk dapat dikendalikan dengan mengonsumsi makanan ringan dan minum kopi. Namun ada aturan dalam zoom ini, peserta tidak boleh makan, minum dan video harus nyala. Jika ingin ke kamar mandi harus izin host/mentor. Materi yang dibahas terkait  masalah kesulitan belajar pada siswa yang dipengaruhi faktor internal maupun eksternal.

Masalah Internal Belajar 

Masalah internal belajar dapat digali dengan tahapan sebelum belajar, selama proses belajar dan sesudah belajar. Dari sisi interaksi belajar dapat dipisahkan dari dimensi guru dan dimensi siswa. Dari dimensi siswa sebelum belajar terdapat faktor minat, kecakapan dan pengalaman. Selama proses belajar terdapat beberapa unsur yang mempengaruhi seperti motivasi, konsentrasi, pengolahan pesan, menyimpan pesan, menggali pesan yang telah disimpan dan unjuk hasil belajar. Begitupun setelah proses belajar terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi yakni motivasi, konsentrasi, pengolahan pesan, menyimpan pesan, menggali pesan yang telah disimpan dan unjuk hasil belajar. Ada kesamaan faktor yang mempengaruhi ketika selama belajar dan sesudah belajar. Dari dimensi guru, sebelum proses KBM terdapat kegiatan pengorganisasian belajar. Selama proses belajar berkaitan dengan bahan pembelajaran, sumber pembelajaran dan metode pembelajaran. Sesudah kegiatan belajar mengajar akan dilakukan evaluasi hasil belajar.

Sebagaimana dijelaskan di atas, terkait dimensi siswa sebelum belajar terdapat faktor minat, kecakapan dan pengalaman. Minat  meliputi kesediaan siswa mencatat, mempersiapkan buku dan alat tulis yang diperlukan. Terkadang jika kurang berminat siswa akan cenderung mengabaikan kesiapannya untuk belajar. Yang dimaksud pengalaman siswa adalah pengalaman terkait materi pembelajaran dan pelajaran yang telah dikuasai sebelumnya.

Jika di atas telah dijelaskan tentang dimensi siswa sebelum belajar, maka berikutnya akan dibahas faktor-faktor  yang mempengaruhi siswa selama dan sesudah belajar berupa motivasi, konsentrasi, pengolahan pesan, menyimpan pesan, menggali pesan yang telah disimpan dan unjuk hasil belajar. Motivasi dapat menjadi kekuatan pendorong untuk mengoptimalkan potensi yang ada dalam diri peserta didik. Rendahnya motivasi merupakan masalah serius dalam pembelajaran. Indikator  adanya motivasi yang tinggi pada siswa adalah ketahanan dalam belajar (perhatian), kesungguhan menyimak pelajaran, kesungguhan melaksanakan tugas, keaktifan bertanya dan menjawab dalam proses belajar. Konsentasi merupakan salah satu aspek psikologis yang tidak mudah diketahui orang lain. Kesulitan konsentrasi merupakan indikator adanya masalah belajar yang dihadapi siswa dan menjadi kendala dalam mencapai hasil belajar yang diharapkan. Sehingga membutuhkan kecakapan dan perhatian guru membimbing peserta didik.

Berikutnya kecakapan mengolah informasi.  Dalam hal ini berkaitan erat dengan kemampuan guru mengolah bahan ajar, sebagai proses berfikir untuk mengolah informasi yang diterima menjadi bermakna.  Siswa diharapkan melakukan proses pesan yang diterima: dilihat, didengar, dirasakan sehingga bermakna dalam dirinya. Maka peran guru sangat diperlukan dalam membantu peserta didik agar dapat memberi makna yang didapat dari proses pembelajaran, yang berorientasi pada perkembangan dan kemampuan berfikir siswa. Kecakapan menggali hasil belajar adalah suatu proses mengaktifkan kembali pesan-pesan tersimpan. Pesan yang diterima tidak otomatis dapat kita panggil kembali. Kesulitan dalam menggali kembali pesan-pesan merupakan kendala dalam perkembangan proses belajar peserta didik. Implikasinya guru hendaknya berupaya untuk mengaktifkan siswa melalui pemberian tugas, latihan-latihan terkait rumus-rumus sehingga dapat meningkatkan daya kemampuannya.

Sebagai seorang guru maupun pengawas tentunya harus memahami kebiasaan belajar siswa. Kebiasaan belajar ini merupakan perilaku belajar seseorang yang telah tertanam dalam waktu yang relatif lama sehingga memberikan ciri dalam aktivitas belajar. Namun ada kebiasaan belajar yang tidak baik antara lain:  belajar tidak teratur, daya tahan belajar rendah, belajar menjelang ada penilaian/ujian,  tidak memiliki catatan pembelajarn lengkap, tidak bisa membuat ringkasan,  tidak ada motivasi memperkaya materi pembelajaran.

Adapun penyebab kesulitan belajar dari faktor internal antara lain: 1)input (pengaruh panca indera, kesulitan dalam persepsi visual),  2)integration, terkait dengan short term memory yang membuat peserta didik kesulitan dalam mempelajari materi tanpa pengulangan, 3)storage, berkaitan dengan memori atau daya ingat, 4)output, informasi yang telah diproses otak akan muncul dalam bentuk respon melalui kata-kata, menulis atau menggambar.

Masalah Eksternal Belajar

Beberapa masalah ekternal belajar adalah guru, lingkungan sosial, kurikulum dan sarpras. Pertama guru, dengan perkembangan teknologi informasi, ilmu pengetahuan dan budaya maka guru dituntut memiliki ketrampilan untuk memilih topik, aktivitas, dan strategi pembelajaran yang berorintasi menyampaikan informasi tapi juga agar membuat siswa belajar secara bebas. Guru juga dituntut mampu mengembangkan pendekatan pembelajaran karena kritisnya masyarakat terhadap perkembangan pendidikan. Gurupun harus mempertimbangkan faktor perkembangan TIK yang memberikan informasi yang sangat cepat dan mudah didapat sehingga guru diharapkan meningkatkan kompetensinya. Faktor keberagaman kemampuan intelegensi siswa sehingga guru harus memahami karakteristik siswa sebelum membuat atau melaksanakan sebuah desain pembelajaran.

Kedua, lingkungan sosial. Sekolah merupakan lingkungan atau sistem sosial dalam skala kecil yang mempunyai pengaruh positif/negatif. Ketiga kurikulum, merupakan panduam yang dijadikan guru sebagai kerangka acuan untuk mengembangkan proses pembelajaran. Kurikulum juga merupakan salah satu dasar untuk membuat desain pembelajaran. Seyogyanya kurikulum bersifat fleksibel mengikuti perubahan dari yang terjadi di masyarakat. Keempat sarpras, sarana dan prasarana yang ada di dalam madrasah ketersediaannya sangat mendukung keberhasilan proses pembelajaran.

Guru mempunyai fungsi sebagai pembimbing siswa agar siswa mau belajar sehingga mampu mengenal dan mengatasi kesulitan belajar siswa. Maka diharapkan guru mampu: 1) memberikan informasi yang diperlukan dalam proses belajar, 2)membantu setiap siswa dalam mengatasi masalah pribadi yang berdampak pada motivasi belajar, 3)mengevaluasi hasil setiap langkah kegiatan yang telah dilakukan, memberikan kesempatan yang memadai sehingga siswa dapat belajar sesuai karakteristiknya, memahami setiap murid secara individu atau kelompok.

Langkah untuk bimbingan belajar : 1) identifikasi, suatu kegiatan yang mengarah untuk menemukan kesulitan belajar siswa dengan melakukan analisa data hasil belajar, absensi siswa di kelas, wawancara dengan siswa, menyebar angket untuk memperoleh data permasalahan belajar, tes untuk memperpleh data tentang kesulitan belajar atau masalah yang dihadapi siswa; 2) diagnosis, meruapakan keputusan atau penentuan mengenai hasil dari pengoahan data tentang siswa yang mengalami kesulitan belajar dengan cara menentukan keputusan masalah jenis kesulitan belajar siswa, keputusan mengenai faktor-faktor yang menjadi penyebab kesulitan belajar, keputusan mengenai jenis mapel yang mengalami kesulitan belajar, membandingkan nilai individu untuk setiap mapel dengan rata-rata nilai seluruhnya, membandingkan nilai yang diperoleh  terhadap batas minimal tujuan pembelajaran; 3)prognosis, merujuk pada aktivitas penyusunan rencana atau program yang diharapkan dapat membantu mengatasi masalah belajar seperti bentuk treatmen yang harus diberikan, bahan atau materi yang diperlukan, metode yang digunakan, alat bantu mengajar yang diperlukan, waktu kegiatan dilaksanakan; 4)terapi atau pemberian bantuan. Pemberian bantuan bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar telah disusun pada tahap prognosis yang mencakup bimbingan belajar kelompok,  bimbingan belajar individual,  pengajaran remedial, pemberian bimbingan pribadi, alih tangan khusus, tindak lanjut.


Minggu, 04 Desember 2022

Catatan Harian: SUPAK

 

Supervisi Akademik

Mencatat kembali materi OJT pertama tentang Supervisi Akademik (Supak). Materi ini mengingatkan kembali kegiatan Bapak Pengawas Bina di Kecamatan Durenan. Ternyata Supak ini tugas yang melekat pada pengawas madrasah.  Supervisi Akademik meliputi pemantauan, pembinaan, bimlat dan penilaian.  Pemantauan merupakan kegiatan untuk  mengetahui keterlaksanaan SKL, standar isi, standar proses dan standar penilaian. Pembinaan guru merupakan kegiatan pengawasan untuk peningkatan kompetensi guru untuk menunjang pelaksanaan  tugas pokok guru. Bimlat adalah kegiatan untuk meningkatkan profesionalisme guru khususnya dalam mengoptimalkan  pelaksanaan tugas pokok. Penilaian dalam supervisi akademik sejatinya berupa PKG dalam tugas pokok guru.

Tujuannya adalah mengembangkan profesionalisme guru, monitoring proses pembelajaran, membina komitmen guru terhadap tugas dan tanggung jawabnya. Metode yang dapat digunakan jika secara individual dengan kunjungan/observasi kelas, kunjungan antar kelas, pertemuan individu, evaluasi diri. Secara kelompok dengan pertemuan/rapat, diskusi kelompok, pelatihan.

Langkah pengawasan akademik adalah: 1) Pra observasi, adanya upaya menjalin keakraban dengan guru, menyepakati fokus supervisi, menyepakati instrumen yang akan digunakan; 2)observasi, melaksanakan pengamatan sesuai kesepakatan, menggunakan instrumen sesuai kesepakatan, mencatat prilaku siswa dan guru, tidak mengganggu KBM; 3) pasca supervisi, menanyakan pendapat guru tentang PBM yang sudah dilakukan, menunjukkan data hasil pengamatan, mendiskusikan secara terbuka hasil observasi, memberikan penguatan positif untuk perbaikan, menentukan rencana pengawasan berikutnya.

Evaluasi Pendidikan

Dalam melaksanakan evaluasi pendidikan terdapat tahapan evaluasi yaitu: 1)perencanaan, menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam evaluasi (Mis. Instrumen); 2)pelaksanaan, melaksanakan evaluasi menggunakan metode yang efektif dalam mengevaluasi; 3)tahap akhir, menyusun laporan hasil evaluasi, membuat rekomendasi dan pertimbangan.

Dalam melaksanakan  evaluasi ada beberapa kegiatan yang dilakukan:1) penyusunan kisi-kisi dan instrumen, evaluasi pembelajaran, evaluasi keberhasilan pendidikan; 2)pemantauan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar; 3)pembinaan guru dalam pemanfaatan hasil belajar; 4)PKG; 5) PKKM

Kriteria evaluasi atau ukuran yang menjadi dasar penilaian atau penetapan sesuatu umumnya ditulis dalam rentang nilai yang diikuti dengan kategori yang memudahkan dalam memberikan pemaknaan  dengan kategori dan rentang secara berurutan sebagai  berikut:

1.      amat baik,  91-100

2.      baik, 76-90

3.      cukup, 61-75

4.      sedang, 51-60

5.      kurang, ⩽ 50

Manfaat evaluasi bagi pengawas sekolah (internal) sebagai umpan balik untuk perbaikan perencanaan dan pelaksanaan evaluasi. Bagi sekolah (eksternal) dalam upaya tindak lanjut perbaikan  dan untuk memberikan pertimbangan dan rekomendasi pengembangan

Catatan Harian: SUPERMAN

 

Mengikuti zoom meeting pada pukul 14.00 WIB selama OJT-1 tidak maksimal. Seperti si buta yang mengidentifikasi gajah. Sudah lelah seharian mengajar, mempersiapkan PAS. Maka catatan harian ini saya tulis untuk mengingat kembali materi yang tercecer. Kembali mengingat tugas pengawas madrasah yang membutuhkan pendekatan demokratis dan humanis  adalah tugas yang kelima, yakni melakukan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah. Kegiatan ini termasuk supervisi manajerial (superman). Sejatinya tugas ini untuk pengawas madya dan utama, tidak untuk pengawas muda. PKKM  dimulai dari persiapan, pelaksanaan penilaian, analisis hasil penilaian, pelaporan hasil penilaian, dan perencanaan PKB kepala madrasah. PKKM mMenggunakan instrumen: 1) kepribadian dan sosial, 2)kepemimpinan pembelajar, 3)pengembangan madrasah, 4)manajemen sumber daya, 5)kewirausahaan, 6) supervisi pembelajaran.

Keenam, pembimbingan dan pelatihan profesional guru/kepala madrasah di MGMP/KKM. Kegiatan ini berupa: 1) pembimbingan pengawas sekolah muda dan pengawas sekolah madya (khusus bagi pengawas sekolah madya dan pengawas sekolah utama), 2)Pembimbingan dan pembuatan KTI, 3)pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan guru dengan tugas tambahan, 4)program perencanaan pembelajaran, 5)pelaksanaan pembelajaran, 6)pelaksanaan penilaian hasil pembelajaran.

Dimensi kompetensi supervisi manajerial menurut Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 adalah: 1) menguasai metode, teknik, dan prinsip-prinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, 2) menyusun program pengawasan berdasarkan visi-misi-tujuan dan program pendidikan di sekolah, 3)menyusun metode kerja dan instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan di sekolah, 4)menyusun laporan hasil-hasil pengawasan dan menindaklanjutinya untuk perbaikan program pengawasan berikutnya di sekolah, 5)membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah, 6) membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah, 7) mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksi hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokok di sekolah, 8)memantau pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan dan memanfaatkan hasil-hasilnya untuk membantu kepala sekolah dalam mempersiapkan akreditasi.

Pengawasan manajerial merupakan kegiatan profesional yang dilakukan oleh pengawas sekolah dalam rangka membantu kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan lainnya guna meningkatkan mutu dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran. Pengawasan majerial ini memiliki prinsip antara lain: berkesinambungan, tidak otoriter, komprehensif, demokratis, konstruktif dan integral.  Ada beberapa pilihan metode yang bisa digunakan antara lain: monitoring, evaluasi, FGD/DKT, workshop, DELPHI.

Teknik pengawasan dapat dilakukan secara individual dan kelompok. Supervisi manajerial yang dilakukan secara individual merupakan pelaksanaan pengawasan yang diberikan kepada kepala sekolah atau personil lainnya yang mempunyai masalah khusus  dan bersifat perorangan. Sedangkan kelompok merupakan salah satu cara melaksanakan program pengawasan yang ditunjuk pada dua orang atau lebih. Jenis program pengawasan antara lain: program tahunan, program semester, rencana pengawasan manajerial. Dengan langkah-langkah membuat perencanaan, melaksanakan, menyusun pelaporan  dan melaksanakan evaluasi dan rencana tindak lanjut.

Jadi kesimpulannya alur pengawasan manajerial adalah membuat perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan evaluasi. Perencanaan  pengawasan manajerial dituangkan dalam program pengawasan yang dibuat awal tahun bersamaan dengan rencana program pengawasan  lainnya, meliputi:

1.      Program tahunan

2.      Program semester

3.      Rencana Pengawasan Manajerial (RPM)