Kamis, 05 Februari 2026

KOKURIKULER DI RAUDHATUL ATHFAL

 



Para pendidik fase fondasi mulai berdiskusi terkait kegiatan kokurikuler di RA. Bagi mereka kegiatan kokurikuler ini masih perlu pemahaman lebih lanjut. Dengan memahami panduan dan berdiskusi pada kegiatan kelompok kerja guru RA (KKG-RA). Sejatinya kokurikuler merupakan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler dalam rangka pengembangan kompetensi, terutama penguatan karakter.

Kokurikuler  bertujuan untuk memperkuat upaya pencapaian kompetensi profil lulusan yang  mengacu pada Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) untuk tingkat fase pondasi. Kompetensi yang dimaksud adalah delapan dimensi profil lulusan,yaitu: 1)keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; 2)kewargaan; 3)penalaran kritis; 4)kreativitas; 5)kolaborasi;  6)kemandirian; 7)Kesehatan;  8)Komunikasi. Delapan profil lulusan ini oleh teman-teman disingkat menjadi MAKAN GRATIS KREASI MANTANKU. MAKAN (Keimanan dan ketaqwaan), GRATIS (Kewargaan dan Bernalar Kritis), KREASI (Kreativitas dan Penalaran kritis), MANTANKU (Kemandirian, Kesehatan dan Komunikasi).

Karakateristik dari kokurikuler ini bahwasannya kegiatan kokurikuler fleksibel dan kontekstual, serta dapat dilakukan  dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan dan kekhasan madrasah. Kegiatan kokurikuler tidak dirancang secara acak atau hanya sebagai tambahan kegiatan. Kegiatan harus dimulai dengan menentukan dimensi profil lulusan dan topik panca cinta yang ingin diperkuat atau diperdalam. Setelah memahami karakteristik kokurikuler, madrasah dapat membuat kegiatan kokurikuler yang relevan dan efektif.

Dalam merancang kegiatan kokurikuler sebaiknya kegiatan tersebut mampu mendorong murid bebas bereksplorasi melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan dan bermakna. Kokurikuler  berisi  kegiatan  eksperiensial, langsung, berorientasi  pada  tindakan dan berdasarkan  keterampilan. Kegiatan kokurikuler disajikan dalam bentuk: 1) pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu, 2) Gerakan 7 (tujuh) kebiasaan anak  Indonesia hebat, 3) dan/atau cara lainnya untuk memahami, mengaplikasi, dan  merefleksi materi terhadap isu atau permasalahan nyata yang relevan bagi murid. Tema dalam pelaksanaan kegiatan kokurikuler berfungsi menyatukan berbagai gagasan yang mengaitkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan konteks sosial budaya dan karakteristik murid.

Tujuan dari kegiatan kokurikuler adalah mendukung tercapainya delapan dimensi profil  lulusan secara nyata dan kontekstual melalui pengalaman belajar yang bermakna. Delapan dimensi profil lulusan merupakan hasil dari capaian pengetahuan, keterampilan,dan   karakter. Delapan dimensi profil lulusan menumbuhkembangkan murid RA yang kelak menjadi pemimpin yang memiliki kepemimpinan efektif yang berintegritas, profesional, dan transformatif.

Kegiatan kokurikuler yang kita susun harus memenuhi kriteria sebagai berikut: 1) memiliki tujuan untuk memperkuat satu atau lebih dari delapan dimensi profil lulusan, 2) mengembangkan  tema  sebagai  muatan  pembelajaran  yang  relevan  dengan   konteks sosial budaya dan karakteristik murid, 3)mengelola  alokasi waktu secara fleksibel  mengacu  pada  struktur  kurikulum yang berlaku, 4)mengembangkan rangkaian kegiatan secara terencana (memuat tujuan langkah langkah pelaksanaan,dan asesmen).

Langkah secara umum di RA dalam menyusun kegiatan kokurikuler adalah: 1) menentukan dimensi profil lulusan yang akan dipilih dalam kegiatan kokurikuler, 2) menentukan tema dalam kegiatan kokurikuler. Keberadaan tema berfungsi mengaitkan kegiatan kokurikuler sesuai dengan konteks social budaya dan karakteristik  murid. RA didorong  untuk  membuat tema-tema  lain  yang  kontekstual dengan  kondisi dan  kebutuhan  masing-masing. Penentuan tema dalam  kegiatan  kokurikuler wajib memperhatikan dimensi  profil  lulusan yang  ingin  dicapai, sekaligus  menentukan  pembiasaan yang  akan dilakukan.

Bentuk kegiatan kokurikuler diklasifikasikan ke dalam tiga bentuk utama yang dapat dipilih dan  dikembangkan oleh Raudhatul Athfal sesuai  dengan  karakteristik  murid  dan  konteks  satuan  pendidikan. Kokurikuler pada satuan RA dapat diintegrasikan dengan kegiatan intrakurikuler atau diberikan tema dan alokasi waktu tersendiri. Integrasi dapat dilakukan selama tujuan dan hasil pembelajaran untuk memperkuat delapan dimensi  profil lulusan.

Tujuan pembelajaran kokurikuler di RA adalah  pernyataan  yang  menggambarkan  arah, capaian, dan  hasil  yang  diharapkan  dari  suatu   proses  belajar yang dijalani  murid. Tujuan  pembelajaran dalam  konteks  kokurikuler merupakan gambaran  hasil yang diharapkan  setelah  melaksanakan  kokurikuler. Alokasi waktu kegiatan kokurikuler di RA ditetapkan oleh kepala RA, Koordinator dan Fasilitator kokurikuler. Jangan lupa ditambahkan dengan menentukan topik panca cinta dan materi integrasi Kurikulum Berbasis Cinta.

Selamat mencoba menyusun kegiatan kokurikuler!

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar