Kamis, 06 Mei 2021

Asesmen Nasional Sebagai Umpan Balik Berkala yang Objektif dan Komprehensif

 


Asesmen Nasional sebagai penunjuk arah tujuan dan keberhasilan praktik pembelajaran. Yang tujuannya adalah peningkatan kompetensi dan karakter peserta didik. Asesmen ini menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama sekolah, berupa pengembangan kompetensi dan mengembangkan karakter peserta didik. Hal ini diharap dapat mendorong sekolah dan dinas pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran. Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah sekolah yang efektif dalam mengembangkan kompetensi dan karakter peserta didik (mulai dari ciri pengajaran yang baik, sampai program dan kebijakan sekolah yang membentuk iklim akademik, sosial, dan keamanan yang kondusif). Hal ini diharap membantu sekolah lebih memahami apa yang perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Jadi dari pelaksanaan Asesmen Nasional ini nantinya akan diperoleh informasi-informasi sehingga dapat digunakan untuk perbaikan kualitas belajar agar terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik.

Asesmen Nasional dirancang untuk memotret mutu input, proses, dan hasil belajar yang mencerminkan kinerja sekolah, sebagai umpan balik berkala yang objektif dan komprehensif bagi  manajemen sekolah, dinas pendidikan, dan Kemendikbud. Asesmen ini akan  dilaksanakan di semua sekolah dengan responden peserta didik, guru, dan kepala sekolah. Bagi peserta didik yang akan mengikuti asesmen adalah  kelas 5, 8, dan 11. Maksimal 30 peserta didik SD dan 45 peserta didik  SMP/SMA/SMK akan dipilih secara acak oleh Kemendikbud untuk menjadi responden. Tes dan kuesioner peserta didik diadministrasikan menggunakan  komputer dalam kondisi terawasi  (proctored), Guru SD, SMP, dan SMA. Semua guru menjadi responden. Untuk  mengurangi beban administratif, guru  diberi waktu 2 minggu untuk mengisi  kuesioner. Pengisian kuesioner dilakukan secara daring tanpa pengawasan (mandiri). Kepala SD, SMP, dan SMA berperan menjadi responden. Sama dengan guru, kepala sekolah diberi  waktu 2 minggu untuk mengisi kuesioner. Pengisian kuesioner dilakukan secara daring  tanpa pengawasan (mandiri).

Instrumen asesmen bagi peserta didik berupa AKM Literasi-Numerasi dan survei karakter. Informasi  yang diperoleh dari AKM Literasi-Numerasi berupa hasil belajar kognitif. Untuk  survei karakter informasi yang diperoleh adalah hasil belajar sosial-emosional. Instrumen untuk guru dan kepala sekolah adalah survei lingkungan belajar. Informasi yang akan diperoleh kemendikbud dari kegiatan ini adalah karakteristik input dan proses pembelajaran (untuk merumuskan hipotesis tentang penyebab tinggi-rendahnya output pembelajaran di sekolah). Jadi, Asesmen Nasional terdiri dari tiga instrumen, yaitu (a) Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur literasi membaca dan matematika peserta didik; (b) Survei Karakter yang mengukur disposisi dan kebiasaan yang mencerminkan karakter peserta didik; dan (c) Survei Lingkungan Belajar yang mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat sekolah. Informasi dari Survei Lingkungan Belajar diperlukan untuk merumuskan dan menguji dugaan tentang mengapa seorang peserta didik di sekolah tertentu memiliki hasil belajar yang baik atau buruk.

Latar belakang AKM difokuskan pada literasi dan numerasi, karena literasi dan numerasi merupakan kompetensi yang sifatnya general dan mendasar. Beberapa ahli berpendapat Asesmen Nasional bertujuan mengevaluasi sistem pendidikan Indonesia. Asesmen Kompetensi Minimum literasi merupakan kemampuan untuk memahami,  menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan  berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas  individu sebagai warga Indonesia dan warga  dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat. Sedangkan numerasi kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia. Sedangkan pada AKM survei karakter, maka karakter yang diharapkan adalah profil pelajar Pancasila yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, bernalar kritis, mandiri, kreatif, bergotong royong dan berkebhinekaan global.

Untuk survei lingkungan belajar secara terperinci akan memotret iklim belajar dan iklim satuan pendidikan, misalnya  iklim keamanan sekolah. Bagaimana  keamanan di sekolah, well being siswa, sikap dan keyakinan guru serta kebijakan & program sekolah. Selain hal tersebut juga akan terlihat Iklim kebhinekaan sekolah, seperti praktik multikultural di kelas, sikap & keyakinan guru/kepsek, serta kebijakan sekolah. Juga akan direkam Indeks Sosial Ekonomi berupa pendidikan orang tua, profesi orang tua, Fasilitas belajar di rumah. Untuk Kualitas Pembelajaran akan di evaluasi tentang manajemen kelas, dukungan afektif, aktivasi kognitif.

Rabu, 05 Mei 2021

Pergeseran Kebijakan pada Program Merdeka Belajar

 


Pokok kebijakan merdeka belajar ada 4 yakni : (1)USBN, (2) UN, (3) RPP, (4)PPDB Zonasi. Merdeka belajar mencakup: (1) Ekosistem, (2)guru, (3) pedagogie, (4) Program/ Kurikulum, (5)Asesmen/pengujian. Ekosistem belajar saat ini sekolah sebagai beban. Semangat kolaboratif antar pemangku kepentingan belum terjalin dengan baik. Manajemen sekolah cenderung sangat administratif. Kondisi yang diharapkan Sekolah sebagai pengalaman yang menyenangkan. Sistem terbuka (pemangku kepentingan saling  berkolaborasi). Manajemen sekolah yang kolaboratif dan kompeten/professional.

Posisi guru pada program merdeka belajar akan ditingkatkan yang semula sebagai pelaksana kurikulum. Guru sebagai penyampai & satu-satunya sumber pengetahuan. Pelatihan guru berbasis teori yang terlepas dari praktik. Kinerja guru dievaluasi melalui kriteria administratif. Kondisi tersebut akan diperbaiki dengan cara guru ikut memiliki dan membuat kurikulum. Guru sebagai fasilitator akses pada beragam sumber pengetahuan. Pelatihan yang akan diikuti guru berbasis praktik. Kinerja guru dievaluasi secara holistik. Pedagogie yang diterapkan sekarang ini, adanya pendekatan yang sama untuk semua siswa. Proses belajar mengajar berorientasi pada sistem. Pengajaran di sekolah sebagai aktivitas individual. Maka akan dibenahi dengan cara menggunakan pendekatan yang beragam. Proses belajar berorientasi pada siswa dan pengajaran sebagai aktivitas tim yang kolaboratif.

Begitu pula kondisi program/ kurikulum pendidikan di Indonesia sekarang ini pada tahapan perkembangan linear. Kurikulum masih berbasis konten. Pelatihan vokasional ditentukan pemerintah. Pada gerakan merdeka belajar akan diperbaiki sehingga mencapai tahapan perkembangan program yang fleksibel. Kurikulum berbasis kecakapan generik (soft skills). Pelatihan vokasi menyesuaikan kebutuhan industri/pemberi kerja. Penilaian pembelajaran saat ini masih Asesmen sumatif dan judgement. Bertumpu pada pengetesan terstandard. Pada gerakan merdeka belajar orientasi asesmennya berbasis formatif dan memberdayakan serta asesmen berbasis portofolio.

Sekarang ini mulai dirintis tatanan baru baik pada asesmen dan kurikulum. Pembenahannya meliputi: (1)Literasi dan numerasi menjadi muatan utama asesmen dan kurikulum, (2)Penguatan kegiatan penumbuhan budaya literasi secara eksplisit dalam perangkat kurikulum, (3)Penguatan Pancasila dan berpikir komputasi dalam literasi dan numerasi, (4) Literasi dan numerasi menjadi muatan utama dalam PJJ di masa kedaruratan pandemi. Nantinya akan terjadi pergeseran desain sistem asesmen. KKarena jika terjadi penyimpangan/distorsi pengajaran seperti sistem yang mendorong  drill-and-practice,  latihan soal, teknik  cepat, keterampilan  ujian yang sempit. Maka dampak psikologisnya adalah  sistem pengajaran tersebut akan menimbulkan  kecemasan tinggi,  motivasi ekstrinsik  untuk menghindari  “hukuman”, sulit  menikmati proses. Asesmen model High-stakes (Mis; UN) dampak bagi  siswa, guru, dan  sekolah: penghakiman  kemampuan siswa  sekaligus instrumen  seleksi dan penilaian  kinerja sekolah.  Sedangkan  Lowering the stakes: evaluasi  sistem tidak lagi berdampak  pada siswa; pelaporan hasil  menekankan delta dan  meminimalkan perbandingan  antar sekolah.

Cakupan konten  kurikulum yang luas akan menyebabkan soal cenderung  memiliki level kognitif  yang rendah (hafalan,  prosedural, penerapan  langsung). Maka selanjutnya akan dirubah Kompetensi inti atau  “minimum”: asesmen  berfokus pada literasi dan numerasi sebagai kemampuan  bernalar yang relevan bagi  siswa sebagai individu dan  warga negara. Jika kini Hasil asesmen belum  digunakan untuk  perbaikan sistem:  sekolah, dinas,  maupun Kemdikbud  belum memanfaatkan  hasil asesmen dengan baik. Akan bergeser menjadi Asesmen dirancang dengan  perspektif formatif: sampel  pertengahan jenjang, analisis  dan pelaporan diagnostik, dan  kerangka asesmen  menunjukkan arah & tujuan  belajar jangka panjang. Sehingga pengajaran menjadi inovatif dan efektif. Iklim belajar yang  menumbuhkan  motivasi intrinsik  dan regulasi diri.

Pada asesmen nasional akan mengarah pada profil pelajar Pancasila yang memiliki ciri beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalat kritis serta kreatif. Sebetulnya tujuan asesmen pendidikan adalah untuk meningkatkan mutu. Asesmen dilakukan tidak  hanya untuk memantau dan mengevaluasi (memberi judgement atau penilaian kinerja). Asesmen nasional dirancang agar menghasilkan informasi yang memicu perbaikan kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar peserta didik. Asesmen nasional merupakan program evaluasi yang diselenggarakan oleh kemendikbud untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses  dan out pembelajaran  diseluruh satuan pendidikan.

Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar peserta didik yang mendasar yakni litersi, numerasi dan karakter serta kualitas proses belajar mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tentang mutu satuan pendidikan diperoleh dari tiga instrument utama  yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survey  Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Senin, 03 Mei 2021

Merdeka Belajar

 


Hari ini merupakan Ramadhan kedua puluh satu. Meskipun bulan puasa tetap semangat bekerja. Apalagi mendapat tugas untuk mengikuti bimtek pembelajaran berbasis literasi dan numerasi. Tetap dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Kegiatan bimtek dimulai pukul 08.00-14.00, sesuai jadwal yang telah diberikan. Sebenarnya untuk bimtek kali ini saya telah mencoba untuk menyerahkan pada guru lain, untuk mewakili kecamatan Durenan. Namun tetap harus ikut juga ke dalam tim fasilitator. Dijalankan saja, meskipun yang berat adalah proses melakukan diseminasi. Apalagi materi diterima via zoom tanpa ada link YouTube yang bisa dipelajari berkali-kali. Kelebihan materi dishare di YouTube, mudah unduh ulang untuk meningkatkan pemahaman.

Tepat pukul 08.00 sampai di MI Yapendawa yang berada di dusun Kranding Desa Bendorejo Kecamatan Pogalan. Beberapa saat kemudian acara dimulai bimtek via zoom. Materi membahas pembelajaran berbasis literasi dan numerasi. Literasi dan numerasi merupakan bagian utama dari kehidupan manusia. Literasi digunakan untuk memahami semua materi pelajaran. Sedangkan numerasi digunakan pada setiap lini kehidupan untuk menghitung, mengukur maupun menganalisa data. Numerasi bukan hanya tanggung jawab guru matematika saja, begitu pula dengan literasi bukan hanya tanggung jawab guru bahasa Indonesia. Guru mata pelajaran lain bisa merancang pembelajaran berbasis literasi dan numerasi.

Ketika membahas tentang merdeka belajar, ternyata merdeka belajar mencakup ekosistem pembelajaran, guru, paedagogie, kurikulum dan asesmen. Yang dimaksud ekosistem belajar adalah kondisi pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan. Siswa belajar tanpa beban, terutama pada pembelajaran matematika. Dalam melaksanakan pembelajaran guru tidak boleh memaknai merdeka belajar dengan bertindak sebebas-bebasnya. Merdeka belajar berarti guru bebas berinovasi dalam merancang pembelajaran yang berkualitas. Guru harus menguasai ilmu paedagogie, baik tentang teori belajar, cara belajar siswa dan pendekatan pembelajaran yang mampu menyiapkan siswa bersaing pada abad 21. Terkait kurikulum, guru bisa menggunakan kurikulum nasional/kurikulum 2013. Namun pada masa pandemi guru bisa memilih kurikulum kondisi khusus. Sedangkan asesment yang bisa digunakan guru adalah asesmen formatif. Asesment yang mampu memberdayakan pembelajaran secara maksimal.

 

Jumat, 30 April 2021

Syahrul Jud, Bulan Murah Hati


 

Hari ini merupakan hari kedelapanbelas bulan Ramadhan. MIM Kamulan telah membagikan zakat tahap pertama kepada beberapa siswa. Mereka yang menerima zakat hari ini siswa kelas 1, 2 dan 3 yang memang berhak untuk menerimanya. Sedangkan siswa kelas 4, 5 dan 6 serta lingkungan yang tergolong duafa akan menerima zakat pada hari Senin tanggal 3 Mei 2021. Memang Ramadhan mengajarkan kedermawan dan tidak kikir. Ramadhan disebut sebagai ‘Syahrul Jud’. Bulan murah tangan/dermawan. Maksudnya bulan di mana kaum muslimin diajarkan untuk bermurah hati. Memberikan batuan kepada warga masyarakat yang kurang mampu. Memberi bantuan bagi yang membutuhkan. Menolong mereka yang butuh pertolongan.

Di bulan Ramadhan memang disunahkan banyak bersedekah, menyantuni anak yatim, fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim, bahwa Abbas RA berkata:”Adalah Nabi Muhammad orang yang paling murah tangannya (dermawan), dan Beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan.” Di sepanjang bulan murah hati ini kita hendaknya meneladani Rasulullah untuk mempererat ajaran kebaikan kepada sesama manusia. Meningkatkan kepekaan sosial dengan menafkahkan sebagian rezeki kita kepada yang membutuhkan pertolongan. Menghindari hidup berfoya-foya dan berlebih-lebihan. Ada hak oarng miskin pada harta yang kita miliki.

Selain hal di atas, hikmahnya juga akan dibuka pintu-pintu langit di bulan Ramadhan. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda yang artinya:”Telah dibuka pintu-pintu langit dan dikabulkan doa para hamba”. (HR Ahmad) Setelah mengetahui hal tersebut kita harus mampu memanfaatkan bulan ini untuk beribadah dan beramal kebajikan. Karena ketika pintu-pintu langit dibuka, maka semua permintaan hamba-Nya akan dikabulkan. Maka sebaiknya kita memperbanyak doa-doa. Melangitkan harapan-harapan kita. Karena Rasulullah bersabda yang artinya:”Ada tiga golongan orang yang doa mereka tidak ditolak. Mereka itu adalah pemimpin yang adil, seseorang yang berpuasa hingga berbuka, dan seorang yang teraniaya. Doanya akan dinaikkan di atas mega  dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit. Allah SWT berfirman, “Demi kemuliaanKu, Aku pasti menolong meski beberapa waktu.” (HR Ahmad)

 Jadi, Jud merupakan ibadah yang amat baik dilakukan di bulan Ramadhan. Untuk meringankan beban saudara-saudara kita. Semoga kita termasuk hamba Allah yang doanya menuju pintu-pintu langit yang sedang dibuka. Ya Allah, Ampuni dosa hamba. Dosa keluarga hamba. Dosa bapak/ibu hamba. Tuntunlah kami ke jalan yang Engkau ridhoi. Bimbinglah keluarga kami ke arah kemuliaan. Berikanlah rezeki yang berlimpah dan berkah. Umur yang bermanfaat. Bimbinglah anak-anak kami menjadi anak yang shalih berbakti kepada kedua orang tua. Aamiin.

 

Kamis, 29 April 2021

Memperingati Nuzulul Quran dengan Belajar Metode Tikrar Sab’ah



Bersyukur pada Allah hari ini mendapat undangan untuk menghadiri peringatan Nuzulul Quran yang dilaksanakan oleh IGRA dan ASN Kecamatan Durenan. Kegiatan dilaksanakan pada pukul 08.00 sampai dengan selesai. Tempat pelaksanaan kegiatan ini di Masjid MI Pakis Kecamatan Durenan. Dihadiri oleh seluruh guru RA/BA Kecamatan Durenan dan ibu-ibu ASN yang ditempatkan pada madrasah ibtidaiyah. Sesuai dengan undangan acara ini akan dihadiri oleh Pengawas Madrasah Kecamatan Durenan. Juga akan ada materi dari penyuluh agama Kecamatan Durenan Ibu Umi Hanik.

Tadarus Bersama

Kegiatan awal dari peringatan Nuzulul Quran hari ini adalah dengan tadarus bersama. Tadarus dilakukan dengan teknik, semua guru RA/BA dan Madrasah Ibtidaiyah membaca 1 Juz. Sehingga dalam waktu kurang lebih satu jam, pada majelis tersebut telah khatam 30 Juz. Tentunya dari sekian undangan yang hadir ada yang udzur/berhalangan. Untuk itu agar khatam 30 Juz, ibu-ibu yang telah selesai tilawah dapat membaca lagi 1 juz. Sehingga ada beberapa guru yang membaca 2 juz. Setelah kegiatan tadarus selesai wakil ketua IGRA segera mengakhiri acara tadarus dengan doa khataman. Doa yang biasa kita baca pada halaman akhir Alquran, setelah juz 30.

Sambutan Pengawas Madrasah

Dalam sambutannya pengawas madrasah mengapresiasi adanya kegiatan peringatan Nuzulul Quran yang digagas oleh IGRA dan ASN Kecamatan Durenan. Menurut Beliau Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan. Untuk itu Beliau menghimbau agar para guru meningkatkan ibadah. Seperti kegiatan i'tikaf di masjid. Kegiatan i'tikaf dan tilawah di masjid seperti yang dilakukan para guru jika diniatkan ikhlas akan mendapatkan 10 kebaikan pada setiap membaca 1 huruf. Selain hal di atas keberkahan bulan Ramadhan dapat ditilik dari meningkatnya ketaqwaan. Rajin beribadah seperti sholat malam, tilawah dan i’tikaf maupun memberi zakat.

Menurut Beliau momentum sejarah diturunkannya Alquran di Gua Hira menjadi renungan kita bersama. Alquran diturunkan bukan menjadi beban, akan tetapi menjadi petunjuk, rahmat dan anugerah serta obat bagi umat manusia yang kala itu dalam keadaan penuh kezaliman dan menyembah berhala. Orang yang mencari ilmu dengan duduk 1 jam, akan mendapat pahala layaknya beribadah 70 tahun. Apalagi seperti kegiatan tersebut, i’tikaf, tilawah dan menuntut ilmu di masjid. Beliau memberikan pencerahan cara memperingati Nuzulul Quran dengan kegiatan:(1)beri’tikaf di masjid, (2) tilawah Alquran, (3) membaca doa-doa, (4) tekun shalat wajib, tarawih, tahajud, witir, dhuha dan salat sunah lainnya, (5) berzikir. Dalam akhir sambutannya Beliau berharap ibadah kita lebih baik dari Ramadhan sebelumnya. Pada bulan berikutnya juga semakin tekun dan lebih baik lagi.

Materi Utama: Metode Tikrar Sab’ah

Metode tikrar sab’ah  ini baik untuk anak Paud/RA/BA menggunakan pola talaqqi tikrar sab’ah  dengan teknik ustadz/ustadzah membacakan hafalan tujuh kali dan siswa menirukan. Pada metode ini kemampuan tahfidz dengan bacaan fasih dibutuhkan oleh seorang Ustadz /ustadzah. Jadi ustadz dan ustadzahnya lebih dahulu sudah fasih bacaannya. Karena pada tahap talaqqi ini apabila seorang ustadzah salah dalam mencontohkan bacaan, dikawatirkan hafalan anak tersebut akan salah terus sampai dewasa. Syarat utama dalam melaksanakan metode tikrar sab’ah  adalah al ‘azam/kemauan kuat untuk menghafal bersama anak-anak. Menurut Ibu Umi Hanik ada beberapa komponen dalam pelaksanaan metode tikrar sab’ah  antara lain: (1) motivasi, (2)pembiasaan di pagi hari, (3) Muroja’ah (ujian dengan mengulang hafalan yang didapat), (4) Pembiasaan setoran.

Pertama, motivasi. Keberhasilan kita untuk menghafal Alquran berbanding lurus dengan kekuatan niat kita dan motivasi yang terkandung di dalam hati. Sebagai sabda Rasulullah dalam sebuah hadits yang artinya “Setiap amal tergantung pada niatnya”. Maka untuk memunculkan dan menguatkan niat siswa untuk menghafal perlu ada arahan motivasi yang terus menerus disampaikan kepada siswa. Motivasi yang dapat kita sampaikan kepada anak-anak agar gemar menghafal adalah beberapa sabda Rasulullah yang artinya:

“Orang yang tidak mempunyai hafalan Alquran sedikitpun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh.” (HR Tirmidzi)

Penghafal Alquran akan datang pada hari kiamat, kemudian Alquran akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota (kehormatan). Alquran meminta kembali: Wahai Tuhanku ridhailah ia maka Allah meridhainya. Dan  diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan” (HR Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, Al-Hakim)

Bacalah olehmu Alquran, sesungguhnya ia akan  memberi syafa’at pada hari kiamat  bagi para pembacanya (penghafalnya) (HR Muslim)

Kedua, pembiasaan di pagi hari. Proses yang harus dilakukan dalam metode ini adalah pembiasaan membaca target hafalan harian pada waktu pagi hari. Sebelum pembelajaran di mulai. Jika di rumah dilakukan setelah salat subuh. Waktu yang diperlukan untuk pembiasaan pagi hari ini tidak lama. Cukup menyediakan waktu kurang lima sampai dengan sepuluh menit. Dalam jangka waktu tersebut digunakan untuk membaca target hafalan harian sebanyak lima sampai sepuluh kali.

Ketiga, Muroja’ah (ujian dengan mengulang hafalan yang didapat). Proses muroja’ah ini harus dilakukan oleh siswa. Proses ini seyogyanya tidak ditinggalkan dalam menghafalkan Alquran baik secara mandiri di rumah maupun dengan berhalaqoh di sekolah. Karena untuk menciptakan pembiasaan muroja’ah di sela-sela waktu. Dan  perlu ada motivasi atau pembentukan lingkungan yang mendukung pembiasaan muraja’ah.

Keempat, pembiasaan setoran hafalan. Proses setoran hafalan sangat penting dilakukan. Karena dengan melakukan setoran anak-anak akan termotivasi untuk menghafal. Hal itu sekaligus sebagai sarana melakukan kontrol untuk mengecek kesalahan dan memberi nilai pada hafalan siswa yang dianggap benar.

Media yang dibutuhkan pada metode tikrar sab’ah  adalah Juz Amma atau Alquran, kartu kontrol hafalan. Untuk menghafal  juz 30/ Juz Amma, siswa bisa menggunakan berbagai macam cetakan Alquran dan buku Juz Amma yang sudah cukup banyak bentuk dan modelnya. Akan tetapi sebaiknya dalam mempraktikkan metode tikrar sab’ah  menggunakan Jus Amma standar metode tikrar sab’ah. Juz Amma standar tikrar sab’ah   tersebut dibuat khusus agar para penghafal mudah mengenal target hafalan harian dari baris-baris kolom pada buku tersebut. Kartu kontrol hafalan ini diperlukan untuk memotivasi diri anak dan mengetahui perkembangan hafalannya.

Pelaksananaan Pembelajaran Metode Tikrar Sab’ah 

Target dalam menghafal Juz Amma dengan metode tikrar sab’ah  ini dilaksanakan secara bertahap minimal 306 hari. Rentang waktu yang lama agar hafalan fasih dan kuat. Dalam metode ini yang lebih diutamakan adalah anak merasa enjoy dan merasa tidak dibebani sebuah hafalan. Tekniknya pelaksanaan sebagai berikut: (1) selama 5-10 menit dipagi hari sebelum pelajaran dimulai dilaksanakan talaqqi tikrar sab’ah, (2) Ustadzah memberi motivasi dengan membacakan hadits pentingnya menghafal, (3) menjelaskan target hafalan harian, (4) membaca bersama hafalan harian dengan melihat buku sebanyak 7 kali bersama Ustadzah. Dilanjutkan muroja’ah 5-10 menit di waktu istirahat sambil bersantai atau setelah salat dhuha/salat dhuhur, (5) sore hari siswa menghafal secara mandiri selama 5-10 menit dengan bimbingan orang tua,(6) siswa menyetorkan hafalannya dengan bimbingan orang tua/ via voice note dikirim ke Ustadzahnya (7)siswa menghafalkan secara mandiri di rumah selama 5-10 menit bakda salat maghrib.

Demikian tadi kegiatan para guru dalam memperingati Nuzulul Quran. Semoga bermanfaat dan Ramadhan tahun ini lebih baik dari amalan Ramadhan sebelumnya. Aamiin.


Rabu, 28 April 2021

Hikmah Nuzulul Quran

 



Puasa Ramadhan memasuki hari ketujuh belas. Bertepatan dengan peristiwa Nuzulul Quran. Peristiwa ini diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan. Tahun ini umat islam telah memasuki kalender komariah, 17 Ramadhan 1442 Hijriah. Bertepatan dengan kalender syamsiah, 29 Mei 2021 Masehi. Peristiwa yang bersejarah bagi umat islam. Di mana Alquran diturunkan oleh Allah dengan perantara Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Nuzul Quran merupakan penyampaian wahyu Allah kepada Rasulullah sebagai petunjuk kepada umat manusia. Agar umat manusia kembali menuju ke jalan kebenaran. Yang paling utama ntuk menyempurnakan ajaran islam.



Alquran diturunkan dari Lauh Mahfuz ke Baitul ‘Izzah pada saat Lailatul Qadar. Malaikat Jibril meyampaikannya secara bertahap. Ayat yang pertama kali diturunkan adalah surat Al-Alaq ayat 1-5 di Gua Hira pada tahun 610 Masehi. Ketika Muhammad sedang dalam kondisi prihatin. Beliau Muhasabah atas  kejadian yang ada di sekitarnya, penduduk menyembah berhala. Datanglah Malaikat jibril memintanya untuk membaca, sedangkan Beliau belum mampu membaca. Mulailah Muhammad membaca apa yang dibacakan Malaikat Jibril. Yakni surat Al-Alaq ayat 1 sampai 5. Maka surat Al-Alaq ini sebagai penanda Muhammad diangkat sebagai Nabi dan Rasul. Setelah surat Al-Alaq ayat 1 sampai 5, ayat lainnya diturunkan secara bertahap selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. 

Malam Nuzulul Quran  merupakan malam yang penuh keberkahan. Alllah SWT melipatgandakan pahala bagi Umat Islam yang beribadah pada malam Nuzulul Quran. Pada malam itu, para malaikat turun ke bumi untuk memberikan doa kepada umat manusia yang melakukan ibadah. Untuk mendapatkan keutamaan itu umat Islam memperbanyak ibadah dengan beri’ktikaf di Masjid, tadarus Alquran. Umat Islam juga memperbanyak zikir, bersedekah, salat tarawih beserta witir. Selain itu juga meningkatkan ibadah shalat tahajud dan memperbaiki sikap dan perbuatan.

Jadi, jika kita renungkan hikmah Nuzulul Quran adalah sebagai pengingat peristiwa pertama kali diturunkan Alquran. Sebagai petunjuk umat agar kembali ke jalan kebenaran. Selain itu, waktu yang tepat untuk kita gunakan mendekatkan diri pada Allah. Dengan memperbaiki sikap dan perbuatan. Dan yang paling utama peristiwa ini kita gunakan untuk mengamalkan petunjuk kehidupan dalam kitab suci Alquran. Menghindari hidup berlebih-lebihan. Memperbanyak ibadah kita baik yang berhubungan dengan Allah seperti salat, tadarus dan i’tikaf di masjid. Juga kepedulian kepada sesama baik berupa zakat fitrah maupun pemberian makan untuk berbuka puasa.

Senin, 26 April 2021

Syahrul Qur’an

 


“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam qadar”

(QS Al Qadar’:1)

Ramadhan merupakan syahrul Qur’an. Pertama kali diturunkan Alquran. Ramadhan menjadi bulan mulia dan penuh keberkahan karena bulan diturunkannya Alquran. Kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Alquran membimbing umat islam menuju kebahagiaan dunia maupun akhirat. Bahkan Rasulullah telah bersabda bahwa satu huruf dalam Alquran bagi pembacanya merupakan satu kebaikan. Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi yang artinya:

“Siapa yang membaca satu huruf Kitab Allah (Alquran), maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf. Namun alif  satu huruf, lam satu huruf,  mim satu huruf.”

Terdapat beberapa kiat agar khatam Alqur’an di bulan Ramadhan: (1) Kita kuatkan niat untuk mendapat ridho Allah;(2) membaca Alquran 2-5 lembar usai sholat wajib;(3) baca Alquran diberbagai tempat. Misalnya sebelum dimulai pondok Romadhan di sekolah baca Alquran. Ketika anak-anak menunggu dimulainya sekolah sore (madrasah diniyah) membaca Alquran. Bagi pekerja yang piket di kantor atau di sekolah bisa membaca Alquran. Karena dengan membaca Alquran dan menjadikannya pedoman hidup akan memberi syafaat bagi kita dan kedua orang tua kita. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Muslim:

“Bacalah Alquran, sebab pada hari kiamat ia akan datang sebagai

pemberi syafa’at bagi pengembannya”. (HR. Muslim)

Rasulullah juga bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Al-Hakim yang menegaskan adanya keberkahan membaca Alquran sampai pada kedua orang tua pembacanya.

“Siapa yang membaca Alquran dan mengamalkannya, pada hari kiamat orang tuanya akan dikenakan mahkota yang cahayanya lebih bagus daripada cahaya matahari yang masuk ke bilik-bilik rumah di dunia. Lantas bagaimana menurut kalian dengan orang yang mengamalkannya.(HR Abu Dawud dan Al-Hakim)

Jadi Alquran kitab suci yang mulia bagi umat islam. Allah menurunkannya dari Lau Maf ke Baitul Izzah di langit dunia. Nabi Muhammad menerimanya di Gua Hira pada malam qadar. Malam penuh kemuliaan dan keagungan. Kini kita menunggu dan menyambut malam qadar dengan suka cita. Semoga di bulan ramadhan hari keempat belas ini, kita masih bersemangat untuk membaca, menghafalkan dan mengamalkan Alquran.