Sabtu, 25 Juli 2020

TPG DAN LAPKIN GURU KETIKA WORK FROM HOME

Beberapa guru hari ini mendiskusikan isu penghapusan Tunjangan Profesi Guru. Berita  mulai menghangat, padahal suhu udara pada siang hari hanya 25 derajat celcius. Cukup dingin suhun lingkungannya. Kekhawatiran itu terjadi ketika di mana-mana membicarakan upaya Pak Nadim Makarim tersebut. Padahal informasi yang ku baca,  sebenarnya yang distop adalah TPG di satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK). Sesuai Peraturan Sekjen Kemendikbud Nomor 6 tahun 2020. Berarti guru sertifikasi di SPK.

Sedangkan sesuai SE menteri agama, kita setiap hari diminta untuk membuat laporan kinerja harian. Setiap minggu membuat rekap laporan kinerja mingguan. Dengan aturan yang jelas. Untuk itu guru, seyogyanya membaca berita sampai tuntas.  Ataupun  ketika copas dan membaca berita dari medsos secara  literat. Agar tidak menimbulkan keresahan. Bisa jadi  semangat mengajar di masa pandemi ini menurun. 

Akhirnya membuka lagi hasil rapat beberapa hari yang lalu. Membaca kembali  Edaran Menteri Agama Nomor 2 tahun 2020 tentang penyesuaian Jam Kerja pegawai dalam upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Desease 2019(Covid-19), mengharuskan guru untuk bekerja dari rumah. Namun guru harus tetap melaporkan kegiatan bekerja dari rumah kepada kepala madrasah. Sedangkan kepala madrasah merekap dan melaporkannya kepada Pengawas Madrasah setiap minggu. Itulah yang kemarin dijelaskan oleh pengawas madrasah.

Ditegaskan lagi oleh  Direktorat GTK Madrasah. Direktorat GTK Madrasah telah mengeluarkan surat edaran nomor 984.2/Dt.I.II/06/2020 tentang Presensi kehadiran Guru dan Tenaga  Kependidikan Madrasah dalam tatanan New Normal. Surat Edaran tersebut dimaksudkan untuk memberi penjelasan tentang ketentuan presensi kehadiran GTK Madrasah dalam relevansi dengan pembayaran tunjangan profesi dan tunjangan lainnya dengan ketentuan tananan New Normal. Yang produktif dan aman dari Covid-19.

Surat Edaran yang ditanda tangani oleh Direktur GTK Madrasah, menjelaskan ada beberapa ketentuan yang harus dipahami serta dilaksanakan oleh guru di Madrasah. Ketentuan tersebut sebagai berikut: Guru Madrasah dapat melakukan Teaching From Home jika wilayahnya dinyatakan Pandemi covid-19, Pelaksanaan Teaching From Home dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi sarana pendukung yang tersedia, Guru madrasah mendapat Surat Tugas dari atasan langsung untuk  melaksanakan, Teaching  From Home dan melaporkan laporan mingguan secara tertulis bukti pembelajaran yang telah dilaksanakan kepada atasannya, Selama  Teaching From Home Guru madrasah diperbolehkan menggunakan presensi secara manual yang disediakan oleh satuan pendidikan madrasahnya masing-masing.

Selain hal di atas ada ketentuan yang lebih mendasar lagi yaitu: Beban kerja guru selama Teaching From Home dapat berupa aktivitas penugasan yang dilakukan secara  online/offline kepada siswa, penyusunan RPP, artikel dan  inpirasi pendidikan, umpan balik kepada siswa dan pembuatan media yang relevan dengan bidang kompetensinya. Selama masa darurat covid-19 pembayaran tunjangan profesi dan tunjangan lain tetap dibayarkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Jumat, 24 Juli 2020

TAMU ISTIMEWA DI JUMAT MUBAROK

Hari ini, Jumat 24 Juli 2020. Seluruh guru di madrasah kami sangat bergembira, kedatangan tamu istimewa. Pukul 08.30 kedatangan tamu dari Puskesmas Baruharjo. Tamu   ke dua rombongan dari Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Trenggalek membawa seorang konsultan pendidikan yang memiliki kantor di beberapa Negara di dunia.

Tamu yang pertama dari Puskesmas Baruharjo. Sangat diharapkan kedatangannya. Karena setelah dokter Sunarto dimutasi ke RSUD Sudomo Trenggalek. Jarang sekali ada pembinaan dan pendampingan ke madrasah. Padahal ketika dokter Sunarto masih dinas dan memimpin di Puskesmas Baruharjo. Beliau sendiri atau utusan para perawat untuk melakukan pendampingan di madrasah kami seminggu sekali. Beliau dokter muda yang  memiliki etos kerja dan dedikasi yang sangat tinggi.

Selama masa pandemi  covid-19, baru hari ini seorang mantri Puskesmas Baruharjo melakukan pendampingan dengan memberikan penyuluhan kepada koordinator UKS dan para wali kelas. Beliau berpesan  apabila sudah ada ijin untuk melakukan luring atau tatap muka. Harap pelaksanaannya sesuai dengan protokol kesehatan. Selain itu jika masih proses daring ada beberapa protokol kesehatan yang harus disampaikan kepada siswa, antara lain: CPTS, pakai masker, dan lain-lain.

Beliau menyampaikan saat penting melakukan cuci tangan. Biasanya anak-anak cuci tangan sebelum dan sesudah  makan. Namun di masa pandemi covid-19 anak-anak diharapkan  cuci tangan kala:

1.    Setelah membuang ingus, bersin, dan batuk

2.    Setelah berkunjung dari tempat umum

3.    Setelah menyentuh benda di luar rumah

4.    Sebelum, saat dan sesudah merawat orang sakit

5.    Sebelum dan sesudah makan

6.    Sebelum tidur

7.    Setelah membuang sampah

8.    Setelah menyentuh hewan

9.    Setelah BAK dan BAB

10.        Ketika tangan terlihat kotor

Beliau juga menyampaikan CTPS. CTPS merupakan cara cuci tangan pakai sabun. Dijelaskan 5 langkah CTPS yang benar:

1.      Basahi tangan seluruhnya dengan air bersih dan mengalir.

2.      Gosok sabuk ketelapak tangan, punggung tangan dan sela jari-jari.

3.      Bersihkan bagian bawah kuku

4.      Bilas tangan dengan air bersih dan mengalir

5.      Keringkan tangan dengan handuk/tissue atau keringkan dengan udara/dianginkan

Beliau juga sosialisasi tentang Germas. Gerakan masyarakat hidup sehat. Sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Beliau menekankan urgennya germas di masa pandemi  covid-19. Karena germas ini diyakini mampu memutus mata rantai penularan covid-19.

Tujuan Germas di masa Pandemi Covid ini memang menjadikan masyarakat berperilaku sehat sehingga berdampak:

1.    Kesehatan terjaga terutama dalam melawan covid-19

2.    Meningkatkan produktivitas

3.    Lingkungan bersih sehingga mencegah penularan covid-19

Bentuk kegiatan Germas di saat pandemi Covid-19 ini beraneka ragam, antara lain:

1.    Makan dengan gizi seimbang

2.    Jaga kebersihan lingkungan

3.    Rajin berolah raga dan istirahat cukup

4.    Minum air putih  8 gelas setiap hari

5.    CTPS dengan air mengalir

6.    Gunakan masker apabila keluar rumah dan pada saat batuk

7.    Tidak merokok

8.    Makan makanan yang dimasak sempurna/matang

Tamu kami yang kedua seorang konsultan pendidikan yang memiliki kantor di beberapa Negara seperti di Turki dan Singapura dan Malaysia. Beliau membina SD Pucang IV Surabaya hingga mencapai puncak kesuksesan.   SD Pucang IV Surabayapun akhirnya di nobatkan sebagai The Most Leading Character Education Islamic School of The Year dari IAC Indonesia Achievement Center. Penobatan tersebut dilaksanakan pada ajang Indoseia TOP 50 Education School Outstanding Archievement Award 2020 di Hotel Santika Premier, Jakarta.

Kini Bapak J. Sugianto Sinaga sedang melakukan pendampingan terhadap SD Inovatif Trenggalek dan Madrasah Boarding School Trenggalek. Pimpinan majelis dikdasmen menawarkan kerja sam agar sekolah kami siap untuk dibina konsultan tersebut.

 


Kamis, 23 Juli 2020

GERAKAN FURUDHUL AINIYAH DI RA/BA

Sekarang ini, madrasah/sekolah yang diminati adalah madrasah/sekolah  yang mampu membentuk  peserta didik sebagai individu yang berkarakter dan berkepribadian Islam. Maka madrasah harus segera berbenah untuk mengutamakan siswanya lebih  berkarakter dan berkepribadian Islam. Banyak  SD islam baru, yang mampu menggeser sekolah dasar negeri  maupun madrasah swasta. Murid berdatangan bahkan ada yang harus inden satu tahun untuk masuk ke sekolah tersebut. Padahal SPP/Infak bulanan cukup tinggi. Sedangkan sekolah negeri menyiapkan sekolah gratis. Sekolah baru tersebut  mampu mengemas pendidikan karakter islami sejajar dengan nilai akademik (ketuntasan KD dalam standar isi). Bahkan pembiasaan karakter  islami lebih diutamakan dari pada ketuntasan kompetensi dasar.

Merupakan angin  segar, ketika muncul GEFA. Gerakan Furudhul Ainiyah (GEFA) merupakan gerakan madrasah untuk pembentukan peserta didik sebagai individu yang berkarakter dan berkepribadian Islam.  Gerakan Furudhul Ainiyah  berbasis  budaya  madrasah  merupakan sebuah kegiatan untuk menciptakan iklim dan lingkungan madrasah yang islami. Pertanyaannya bagaimana jika RA dan BA belum menerapkan GEFA? Fokus hari ini membicarakan jenjang paling mungil di bawah MI. Yaitu RA dan BA.

Ketika berbicara madrasah   tentunya yang paling lekat adalah  RA/BA. Jenjang tersebut memiliki peran utama dalam kelangsungan/kejayaan madrasah ibtidaiyah . Ada MI  yang muridnya hanya lulusan  RA/BA yang satu atap. Meskipun ada juga madrasah ibtidaiyah yang sukses memiliki murid dari berbagai TK, RA dan BA di sekitarnya. Mayoritas MI hanya memperoleh siswa baru dari RA dan BA yang seatap. Maka yang perlu diutamakan segera menerapkan GEFA. Agar sedari dini siswa sudah memiliki sikap spiritual dan sikap sosial yang bagus. Memiliki keterampilan  seperti; praktik baca tulis Al Qur’an, praktik wudhu, praktik shalat dan praktik ibadah lainnya dengan baik. Sehingga memiliki daya tarik yang hebat. Warga berduyun-duyun menitipkan putra-putrinya ke RA/BA. Otomatis jumlah siswa MI seatap juga banyak.

GEFA untuk siswa RA/BA sangat beragam namun menyenangkan. Kegiatan dasar yang perlu ditanamkan adalah:

1.       Al-Qur’an (Morning Al Qur`an, RA Bertadarus, Mutiara Al Qur`an, ACHRA =Aksi Cilik Hafidz/Dzah RA, Mari belajar  Al Qur`an),

2.       Hadits (Mutiara Hadist),

3.       Dzikir (Asma`ul Husnah, Dzikir harian),

4.       Doa (Doa Harian).

Morning Al Qur`an merupakan kegiatan mendengarkan bacaan Al qur`an saat kedatangan siswa.  Guru  sebagai modeling kemudian siswa mengikuti bacaan guru. Surah yang dibaca mulai Al Fatihah s/d surah pendek dalam juz amma. Tujuan morning Al Qur`an  yaitu siswa terbiasa mendengar Al Qur`an sehingga akan cepat hafal. Membangun ketertarikan mereka  dengan Al Qur`an. Membangun kepercayaan diri siswa dalam membaca Al Qur`an. Agar siswa lebih mencintai Al Qur`an sebagai  pedoman dalam hidupnya

Kegiatan GEFA  berikutnya adalah RA/BA bertadarus. Kegiatan menyimak bacaan Al qur`an secara bersama-sama.  Kegiatan menyimak bacaan Al qur`an dapat juga secara individual dimulai satu ayat satu hari atau satu suroh jika telah selesai surahnya (disesuaikan dengan kemampuan siswa). Tujuan RA/BA bertadarus adalah memberi contoh bacaan Al Qur`an kepada siswa. Baik  secara tajwid, makhrijul huruf dan sifatul huruf. Membiasakan siswa mendengarkan bacaan Al Qur`an yang dikenalkan sehingga menjadi hafal. Siswa mengetahui arti surah, jumlah ayat, isi kandungan surah yang dikenalkan secara sederhana.

Mutiara Al Qur`an merupakan ungkapan ayat Al qur`an tentang kehidupan sehari-hari. Menghafal ayat AL Qur`an yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Siswa dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan  ACHRA (Aksi Cilik Hafidz/Dzah RA) merupakan kegiatan menampilkan kemampuan siswa dalam menghafal Al Qur`an dan Hadist yang diinstruksikan oleh guru di depan teman-temannya. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membangun keberanian dan kepercayaan diri siswa. Pun mengevaluasi kemampuan hafalan Al Qur`an dan hadist kepada siswa.

 Dalam kegiatan mari belajar  Al Qur`an dimaksudkan mengenalkan huruf  hijaiyah menggunakan metode sesuai RA/BA  masing-masing seperti: Metode Tilawati, Iqro, Ummi dll. Dalam kegiatan  ini siswa mengenal huruf-huruf hijaiyah secara benar.  Siswa dapat menirukan bacaan Al Qur`an dengan tepat. Siswapun dibimbing meniru menulis huruf Hijaiyah.

Untuk Mutiara Hadist kegiatannya menirukan bacaan satu hadist yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Siswa dapat mengenal dan hafal hadist nabi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Siswa dapat menaplikasikan hadist nabi dalam kehidupan sehari-hari. Hadits yang tepat untuk anak-anak adalah hadits yang berisi teladan dari Rosulloh. Hadits sahih, singkat dan bermanfaat. Misalnya hadits tentang:

1.       Kata-kata yang baik

2.       Kesucian dan kebersihan

3.       Kasih saying

4.       Larangan marah

5.      Menyebarkan salam

6.      Adab makan

7.      Larangan makan dan minum sambil berdiri,

8.      Wajib menuntut ilmu

9.      Silaturahmi

10.  Menutup aurot, dll

Kegiatan terkait hafalan Asma`ul Husnah dapat dilakukan dengan bersenandung 99 Asmaul Husnah. Tujuannya agar siswa dapat menghafal 99 Asma`ul Husnah. Siswa dapat mengaplikasikan Asmaul Husnah dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatannya ini sangat digemari anak-anak karena bisa di lakukan dengan gerak dan lagu. Selain itu anak-anak juga dilatih Dzikir harian. Kegiatan dzikir harian dilakukan setelah sholat berjamaah. Dilakukan pada kejadian-kejadian yang sesuai.

Untuk Doa Harian kegiatannya menirukan bacaan doa yang dibimbing oleh guru dan sesuai dengan situasi dan kondisi. Siswa dapat menghafal doa sehari-hari. Doa- doa sederhana yang bermanfaat untuk siswa. Misalnya doa:

1.      Sebelum belajar

2.      Sebelum dan sesudah tidur

3.      Sebelum dan sesudah makan

4.      Bila mimpi baik/buruk

5.      Masuk /keluar kamar mandi

6.      Keluar/masuk rumah

7.      Sesudah berwudhu

8.      Sesudah sholat

9.      Untuk orang tua


Rabu, 22 Juli 2020

PROSESI LAMARAN PERNIKAHAN SEDERHANA

Setelah bakda Maghrib, segera kami bergabung dengan keluarga calon mempelai putri. Kami segera berangkat ke rumah calon mempelai putra. Karena di daerah yang dituju berlaku jam malam. Nuansa sederhana. Tidak ada kesan mewah. Sebelum adzan Isya’ sudah sampai ke rumah calon besan. Kami diterima dengan baik. Para penerima tamu berjajar di depan pintu rumah. Kebanyakan dari para sesepuh di sekitar. Kamipun  dipersilahkan masuk, dan duduk di tikar yang digelar. Sangat sederhana dan nyaman. Hidangan sudah tersedia. Mulai dari buah sampai kue khas daerah. Beberapa menit kemudian hidangan ditambahkan dari hantaran yang dibawa calon mempelai perempuan.

Keluarga calon mempelai putri tidak membawa seserahan ataupun cindera mata. Hanya membawa kue dan bahan makanan. Mulai dari beras, kelapa, gula, kopi dan kue. Setelah berbincang santai, tuan rumah memperkenalkan satu persatu saudaranya. Saudara mereka yang hadir saat itu. Begitu sebaliknya keluarga calon mempelai putri memperkenalkan anggota rombongan. Setelah di beri isyarat oleh paman calon mempelai perempuan. Seorang sesepuh yang sengaja dibawa fihak perempuan langsung mengutarakan maksud kedatangan rombongan. Tidak ada pembawa acaranya. Sesepuh tersebut mengutarakan bahwa ia ditunjuk sebagai juru bicara dari fihak perempuan. Untuk melamar putra keluarga tersebut. Wah ini,  Ande-Ande Lumut. Tapi itulah kearifan lokal. Ia menjelaskan seluruh anggota rombongan adalah kerabat dekat calon mempelai perempuan. Yang berjumlah 15 orang.  

Kemudian fihak calon pengantin laki-laki menanggapi yang disampaikan juru bicara lamaran. Bahwa lamaran diterima. Dan fihak laki-laki sudah menyiapkan tanggal dan waktu untuk melakukan acara SISETAN. Sisetan merupakan prosesi keluarga  calon pengantin laki-laki  bertandang ke rumah pengantian perempuan. Tidak ada acara perkenalan kedua calon mempelai. Karena keduanya masih bekerja di luar kota. Begitupun acara tukar cincin atau pemberian cindera mata. Setelah sedikit diskusi resmi dari kedua orang tua calon pengantin. Maka acara lamaran   diakhiri dengan doa. Doa sangat hikmat yang dipimpin oleh tokoh ulama di daerah tersebut.

Setelah doa selesai maka dilanjutkan dengan ramah tamah. Para pramusaji segera menghantarkan makan malam. Acara makan bersama dilakukan dengan sangat santai. Meskipun tidak disajikan secara prasmanan namun situasi yang penuh kekeluargaan, menjadikan acara semakin membumi dan hangat. Dalam acara lamaran tersebut tidak ada acara foto bersama. Karena tidak ada setting dekorasi. Tidak ada mempelainya. Akhirnya keluarga calon mempelai putri pamit untuk pulang. Rombongan kami meninggalkan tempat prosesi lamaran sebelum jatuh tempo jam malam. Jam malam di wilayah zona merah. Kami menuju rumah masing-masing.

Prosesi lamaran  yang sederhana ini dilakukan untuk memberi pelajaran bagi anak-anak kami. Agar hidup bersahaja. Apalagi dimusim pandemi  covid-19. Sejatinya   calon mempelai putra tergolong keluarga yang berkecukupan. Keluarga yang memiliki rajakaya dan rajabrana yang cukup banyak. Namun yang lebih diutamakan persiapan setelah mereka menikah. Sebuah keluarga yang dibangun dari awal memang tidak harus memiliki harta yang berlimpah. Namun kecukupan secara ekonomi memiliki peran yang tinggi dalam mewujudkan keharmonisan. Memiliki modal yang cukup  dan ilmu agama yang kuat akan mewujudkan keluarga yang samawa.

Jika 4 tahapan pernikahan dilakukan dengan berlebihan. Dampaknya kurang baik. Baik itu lamaran, sisetan, prosesi akad nikah, dan sepasaran seyogyanya dirayakan dengan sedehana namun hikmad , agar tidak banyak menguras tabungan. Namun biasanya selalu ada dalih, sekali seumur hidup. Harus  dipestakan semeriah mungkin.

 

 


Selasa, 21 Juli 2020

PUISI AKROSTIK. ANTARA TEGAL, JAKARTA DAN PEMALANG

TENGAH MALAM

Perlahan  turun menapak kaki

Untuk melemaskan tulang gemeretak

Kelu  sekujur  tubuh

Ujung kaki ngilu

Lelah tiada tertahan

 

Desiran angin malam terasa

Uap air berbaur asap menjamah kulit

Aku meraih tangannya

Pelan menuju meja tertata rapi

Ukiran senyum ramah terpahat di wajahnya…ibu paroh baya

Lalu aku duduk, nampak asing

Umpama lupa etika

Hasrat ingin berselonjor, luruskan tulang nan kelu

Tapi tetap  kujaga meski sudah di ujung lelah...

Ia siapkan beberapa hidangan

Geraknya lincah menata hanya  hitungan menit

Alangkah gesitnya

 

Lahap kusantap

Entah apa dalam benak sang ibu

Biarlah... tak kupikirkan, karena perut berbunyi

Inginkan stamina pulih seperti sediakala

Hingga tubuh berangsur sembuh

 

Dan mulai  melaju kembali

Ujung kota Tegal tlah ku tinggal

Angan kembali fokus ke jalan mulus

Benak selalu menanjak doa dan dzikir kepada...

Engkau Dzat Pengasih

Langkah pasrah  ku sandarkan kepadaMu

Alloh Azza Wajala

Sang penguasa semesta

 

Tegal, 26 April 2019

 

 

 

BERAT HATI

Menata hati

Enyahkan duri menusuk direlung sukma

Niatan mulai goyah

Usik keteguhan hati

Jakarta  yang padat penuh sesak, mampukah kamu

Udara pekat, panas seakan siap menggilas

Jangan tinggalkan di sini, itulah kata hati

Akankah keteguhan ini porak poranda

Keteguhan semula sekokoh karang

Aku menatap gedung menjulang

Resah menampar, seakan ku terkapar

Tapi si Sulung menatap, meyakinkan

Aku kembali merenung

Berurai air mata keraguan

Air mata berlinang tiada tertahan

Relakah aku membiarakannya sendiri

Atau membawanya kembali

Tapi  ia lelaki harus mandiri

 

Jakarta, 27 April 2019

 

KUIKHLASKAN  PILIHANMU

Telah benar-benar kutinggalkan...

Oh, Tuhan… napasku  mulai ikhlas

Lalu kubalikkan badan tanpa menoleh

Pastikan  raga ini siap meninggalkanmu

Enyahkan ragu yang mengganggu

Jauhkan khawatir 

Abaikan resah

Genggam keyakinan kelak kamu mampu tegar

Asah diri di Ibu Kota

Nantinya kamu pasti terbiasa... bisa!

Peluh mulai bercucuran

Efek keresahan yang meninggi

Mulai kupeluk si bungsu

Aku mulai tenang

Lelap dalam kelelahan

Alam bawah sadar  tenang

Nadi relaksasi, berdegup…  berirama

Getaran kata hati terasa damai

Jakarta, 27 April 2019