Jumat, 02 Februari 2024

Status Persetujuan

 

Alhamdulillah, SKP 2024 telah saya ajukan. Tepat tanggal 2 Pebruari 2024, SKP tersebut telah disetujui. Status bukan draf lagi, namun ‘Persetujuan”. Begitulah jika sudah selesai menambah RHK pimpinan, RHK individu dan mampu melengkapi indikator kuantitas, kualitas dan waktu. Untuk peroide penilaian memilih ‘Triwulan 1’, rentang 31 Januari sampai 31 Maret 2024. Batas akhir menguploud bukti fisik 15 April 2024. Jika dalam tulisan sebelumnya saya paparkan tugas tambahan kini akan saya coba menuliskan tugas utama pengawas sekolah ahli muda. Untuk tugas utama di tahun 2024 antara lain: Pertama,  meningkatnya kualitas penataan dan penguatan manajemen organisasi. Indikator: persentase administrasi hasil pengawasan yang ditindaklanjuti. Untuk point ini RHK individunya adalah terlaksananya penyusunan Rencana Kerja Kepengawasan. Bentuk kegiatannya menyusun Rencana Kerja Pengawasan (RKP) Tahun 2024. Sedangkan bentuk fisiknya dokumen Rencana Kerja Pengawasan. Seharusnya diuploud pada bulan Januari 2024. Saya pilih periode penilaian tri wulan 1 kuantitas 1 dan waktunya 3 bulan.

Kedua, meningkatnya kualitas perencanaan dan anggaran. Indikatornya berupa persentase output perencanaan yang berbasis data. RHK individu dari tugas utama ini adalah terlaksananya pendampingan refleksi mutu pendidikan (Penyelesaian EDM 2023) dan Penyusunan ERKAM Tahun 2024. Bentuk kegiatan pendampingan refleksi Mutu Pendidikan dan penyusunan ERKAM 2024. Bukti fisik dokumen laporan pendampingan refleksi mutu pendidikan dan penyusunan ERKAM 2024. Saya pilih periode penilaian tri wulan 1, kuantitas 1, dan waktunya 3 bulan.

Ketiga, meningkatnya kualitas penerapan kurikulum dan pola pembelajaran inovatif. Indikatornya persentase madrasah/sekolah keagamaan yang menerapkan metode pembelajaran inovatif dalam kurikulum. RHK individu berupa terlaksananya pendampingan kegiatan supervisi perencanaan pembelajaran guru oleh Kepala Madrasah. Bentuk kegiatannya adalah pendampingan kegiatan Supervisi Perencanaan Pembelajaran. Bukti fisik berupa dokumen laporan  pendampingan kegiatan supervisi perencanaan pembelajaran. Kegiatan utama ketiga ini saya tetap memilih periode penilaian tri wulan 1, kuantitas 1, dan waktunya 3 bulan.

Sasaran Kinerja Pegawai pada E-Kinerja

 

Tahun 2024 telah memasuki bulan kedua, Pebruari. Bagi ASN detik ini harus mulai mengulik E-Kinerja untuk persiapan SKP tahun 2024. Pembahasan E-Kinerja ini dilakukan kemarin tanggal 1 Pebruari 2024 mulai pukul 10.00 sampai pukul 16.00 WIB. Langkah  paling tepatnya adalah membuka akun E-Kinerja, login, klik menu SKP, tambah periode SKP,  buka detail SKP, dan tambahkan  RHK. RHK ada dua jenis yaitu RHK Pimpinan dan RHK Individu. RHK pimpinan pada sasaran kinerjaku tahun 2024 terdiri dari tugas utama dan tugas tambahan. Untuk tugas utama di tahun 2024 antara lain: 1)Meningkatnya kualitas penataan dan penguatan manajemen organisasi. Indikator: persentase administrasi hasil pengawasan yang ditindaklanjuti, 2) Meningkatnya kualitas perencanaan dan anggaran. Indikator: persentase output perencanaan yang berbasis data. 3)Meningkatnya kualitas penerapan kurikulum dan pola pembelajaran inovatif Indikator: Persentase madrasah/sekolah keagamaan yang menerapkan metode pembelajaran inovatif dalam kurikulum.

Sedangkan nomor: 4)Meningkatnya kualitas penataan dan penguatan manajemen organisasi. Indikator: persentase administrasi hasil pengawasan yang ditindaklanjuti, 5) Meningkatnya kualitas penerapan kurikulum dan pola pembelajaran inovatif. Indikator: Persentase madrasah/sekolah keagamaan yang menerapkan metode pembelajaran inovatif dalam kurikulum, 6)Meningkatnya kualitas pendidik dan tenaga kependidikan. Indikator: tenaga kependidikan madrasah dan pendidikan diniyah/muadalah yang memperoleh peningkatan kompetensi, 7)Meningkatnya kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Indikator: Persentase tenaga kependidikan madrasah dan pendidikan diniyah/muadalah yang memperoleh peningkatan kompetensi, 8)Meningkatnya budaya mutu pendidikan. Indikator: Persentase madrasah yang menerapkan budaya mutu, 9)Meningkatnya budaya mutu pendidikan. Indikator: Persentase madrasah yang menerapkan budaya mutu, 10)Meningkatnya budaya mutu pendidikan. Indikator : Persentase madrasah yang menerapkan budaya mutu.

Untuk nomor: 11)Meningkatnya kualitas penerapan kurikulum dan pola pembelajaran inovatif Indikator: persentase madrasah/sekolah keagamaan yang menerapkan metode pembelajaran inovatif dalam kurikulum, 12)Pendidik dan tenaga kependidikan. Indikator: persentase tenaga kependidikan madrasah dan pendidikan diniyah/muadalah yang memperoleh peningkatan kompetensi, 13)Meningkatnya kualitas pendidik dan tenaga kependidikan. Indikator: persentase tenaga kependidikan madrasah dan pendidikan diniyah/muadalah yang memperoleh peningkatan kompetensi, 14)Meningkatnya budaya mutu pendidikan. Indikator: persentase madrasah yang menerapkan budaya mutu, 15)Meningkatnya kualitas penataan dan penguatan manajemen organisasi.   Indikator: persentase administrasi hasil pengawasan yang ditindaklanjuti.

Sedangkan untuk tugas tambaahan terdiri dari:1) Meningkatnya kualitas pengelolaan ASN (pengadaan, penempatan, pembinaan dan pengembangan pegawai). Indikator : Persentase ASN yang memiliki nilai indeks profesional berkategori sedang (minimum 71), 2) Meningkatnya kualitas pengelolaan ASN (pengadaan, penempatan, pembinaan dan pengembangan pegawai) Indikator: Persentase ASN yang memiliki nilai indeks profesional berkategori sedang (minimum 71), 3)Meningkatnya kualitas penataan dan penguatan manajemen organisasi. Indikator : Persentase laporan kinerja satuan organisasi yang dievaluasi. Untuk indikator individu pertama dan kedua memang sama namun nantinya bentuk kegiatannya berbeda. 

Pertama, Meningkatnya kualitas pengelolaan ASN (pengadaan, penempatan, pembinaan dan pengembangan pegawai). Indikator : Persentase ASN yang memiliki nilai indeks profesional berkategori sedang(minimum 71). Terkait dengan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan: Menyusun karya tulisilmiah dan/atau karya ilmiah di bidang pendidikan formal/pengawasan. Bentuk kegiatanya membuat Karya Tulis Ilmiah/ Karya Inovatif. Bukti fisik KTI / Best Practivce. Kedua, Meningkatnya kualitas pengelolaan ASN (pengadaan, penempatan, pembinaan dan pengembangan pegawai) Indikator : Persentase ASN yang memiliki nilai indeks profesional berkategori sedang(minimum 71). Terkait Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan: Berperan serta dalamseminar/lokakarya di bidang pendidikan formal/kepengawasan madrasah. Bentuk kegiatanya Mengikuti diklat/pelatihan. Bukti fisik laporan Pengembangan diri. Ketiga, Meningkatnya kualitas penataan dan penguatan manajemen organisasi. Indikator : Persentase laporan kinerja satuan organisasi yang dievaluasi. Berperan serta menjadi anggota dalam organisasi profesi. Bentuk kegiatannya adalah kegiatan keprofesian kepengawasan. Bukti fisik Dokumen Laporan FGD / RAKOR dan lain-lain.


Senin, 15 Januari 2024

Peran Terkini Pengawas Madrasah

 


Peran pengawas madrasah kini sebagai pendamping madrasah. Yang dimaksud pendampingan adalah kegiatan pengawas madrasah membersamai kepala madrasah dalam peningkatan kapasitas dan mutu layanan madrasah untuk menyelenggarakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan menggunakan strategi serta metode yang relevan.Ada beberapa prinsip pendampingan, antara lain: 1)Profesional, yaitu bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan pada madrasah; 2) terencana dan strategis, yaitu dilakukan untuk mencapai suatu tujuan yang terukur dalam waktu tertentu; 3)bertahap dan mandiri, yaitu dilakukan sesuai dengan kemampuan madrasah dan dilaksanakan melalui Komunitas Belajar; 4) kolaborasi, yaitu dengan pelibatan  kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan warga madrasah untuk mencapai tujuan bersama; 5) asimetris, yaitu dilaksanakan dengan memperhatikan perbedaaan kondisi, karakteristik, kebutuhan, serta kesiapan masing-masing madrasah dalam melaksanakan kurikulum pembelajaran; 6) kesetaraan, yaitu dilaksanakan dengan membangun relasi setara (tidak hirarkis) antara pengawas  madrasah dengan  kepala madrasah dampingannya; 7) berbasis evaluasi, yaitu senantiasa dilakukan berdasarkan kajian atas area yang perlu diperbaiki sesuai hasil refleksi.

Pengawas madrasah dalam menjalankan kegiatan pendampingan yang harus dilaksanakan sikulusnya sebagai berikut :1) perencanaan pendampingan, 2) pendampingan terhadap perencanaan program madrasah, 3) pendampingan terhadap pelaksanaan program madrasah, 4) pelaporan pendampingan. Rasionalnya  pengawas madrasah memiliki pengetahuan lengkap tentang bagaimana melakukan peran pendampingan di tingkat madrasah sesuai dengan karakteristik madrasah.  Pengawas madrasah memiliki pengetahuan lengkap tentang bagaimana  melaksanakan peran Pendampingan secara optimal dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki Madrasah untuk memastikan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik. Pengawas madrasah menentukan pendekatan, metode Pendampingan serta strategi umpan balik yang tepat dalam membersamai Kepala Madrasah menyusun program Madrasah yang sesuai dengan karakteristik madrasah dan kebutuhan peserta didik. Dalam menjalankan peran barunya, Pengawas Madrasah perlu dibekali kemampuan mengidentifikasi komitmen perubahan Kepala Madrasah (menggali tingkat kapasitas kepemimpinan perubahan dan tingkat kesadaran untuk melakukan refleksi) yang di dampingi, sehingga bisa menentukan strategi pendampingan berikut metode yang sesuai, serta senantiasa memberi umpan balik yang membawa dampak positif bagi Madrasah.

Pada tahapan pertama pada bulan Januari sampai dengan Maret, tugas pengawas adalah menyusun Perencanaan Pendampingan Madrasah. Kegiatan yang dilakukan pengawas adalah mengumpulkan & identifikasi rapor pendidikan & rapor mutu madrasah, catatan kinerja pengamatan, wawancara, hasil akreditasi dan lain-lain. Selain itu juga melakukan pemetaan komitmen perubahan dan menentukan strategi, metode, prioritas pendampingan. Bukti kinerja atau out putnya adalah hasil identifikasi rapor pendidikan & rapor mutu madrasah. hasil pemetaan komitmen perubahan kepala madarsah. Hasil penetapan strategi, metode, prioritas pendampingan dan dokumen rencana pendampingan.

Minggu, 14 Januari 2024

Tugas yang Tinggal Kenangan

 

“Pikiran kita tumbuh berkembang, meluas dan makin tajam hanya jika ia diperkenalkan dengan  hal-hal yang baru.” Itulah motivasi yang tepat untuk saat ini. Ketika para ASN diharapkan menginput perencanaan kerja, pelaksanaan dan laporan pada E-kinerja. Kegiatan yang menguras tenaga dan pikiran. Apalagi bagi pengawas madrasah yang memiliki peran baru dalam mengembang tugasnya. Peran baru yang disebabkan adanya tuntutan trnasformasi satuan pendidikan. Satuan pendidikan sekarang ini harus berpihak kepada tumbuh kembang siswa. Satuan pendidikan mengembangkan budaya refleksi berbasis data. Pada jenjang dasar dan menegah peningkatan hasil belajar siswa, terutama terkait kompetensi fondasi seperti literasi, numerasi dan karakter. Sedangkan di jenjang Paud, satuan pendidikan hendaknya menjalin kemitraan yang erat dengan orangtua/wali. Pada semua jenjang baik paud, dasar dan menengah wajib menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan dan inklusif (menerima berbagai bentuk keragaman)

Selain hal di atas peran pengawas yang semula sebagai pemantau, kemudian berubah menjadi pendamping. Karena amanat dari Perdirjen GTK (Pasal 4 ayat (1) tentang Peran Pengawas Sekolah dalam Implementasi Merdeka Belajar. Tujuan kegiatan pendampingan adalah: 1) Menciptakan budaya kolaborasi dengan Kepala Madrasah, warga Satuan Pendidikan, dan masyarakat secara berkelanjutan dalam mengembangkan program pembelajaran yang berpusat kepada siswa, mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif; membangun budaya refleksi dalam pengembangan warga Satuan Pendidikan dan pengelolaan program Satuan Pendidikan; meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa.

Pengawas yang telah didiklat berbulan-bulan terkait tugas pengawasan akademik dan pengawasan manajerial, kini tugas itu tinggal kenangan. Pengawas tidak lagi melakukan pengawasan akademik seperti pembinaan guru, pemantauan standar kelulusan, standar isi, standar proses, dan standar penilaian, penilaian kinerja guru, bimlat professional. Begitu pula pengawasan manajerial seperti pembinaan kepala sekolah, pemantauan standar tenaga kependidikan, standar sarpras, standar pengelolaan, stnadar pembiayaan, penilaian kinerja kepala sekolah, bimlat profesional kepala sekolah. Kegiatan pengawas sebagai pengendali dan pemantauan sudah tidak dapat dilakukan lagi.

Peran pengawas sebagai pendamping, fokus layanan mendampingi kepala satuan pendidikan dalam menggerakkan warga madrasah dan masyarakat untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Tugas awal (asesmen awal) melakukan refleksi berdasarkan rapor pendidikan dan sumber data lainnya. Strategi yang harus dilakukan mengembangkan strategi pendampingan yang disesuaikan dengan kapasitas kepala satuan pendidikan, kesadaran melakukan refleksi dan potensi satuan pendidikan. Keluaran yang dihasilkan rekomendasi peningkatan tata kelola satuan pendidikan yang berdampak pada peningkatan lingkungan belajar aman, menyenangkan, inklusif, dan pengelolaan sekolah efektif berbasis data dan kualitas pembelajaran. Ukuran keberhasilannya adalah: 1) peningkatan literasi, numerasi dan karakter peserta didik dari tahun ke tahun (delta skor), 2) peningkatan tingkat capaian satuan pendidikan pada kualitas pembelajaran dari tahun ke tahun (delta skor), 3) Bangunan Ekosistem Transformasi Satuan Pendidikan. Jadi orientasi tugas pokoknya adalah di depan memberi contoh, di tengah membersamai dan di belakang memberi penguatan, melalui percakapan (Coaching).

Rabu, 03 Januari 2024

Kunjungan Ketua DWP di RA Perwanida Pogalan


Hari Rabu tanggal 3 Januari 2024 mengikuti upacara dalam rangka HAB Kemenag ke-78. Upacara dimulai pukul 06.30, dilanjutkan dengan senam moderasi yang diikuti oleh seluruh ASN dan P3K Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek. Setelah upacara dan senam moderasi selesai, lanjut menghadiri undangan dari Ibu Kepala RA Perwanida. Untuk menerima kunjungan dari Ibu Ketua Darma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, Ibu Hj. Zulaikhah, S. Ag. Ketika berkunjung ke RA Perwanida Ibu Hj. Zulaikhah, S.Ag didampingi oleh Ibu Titik Bali Purwati istri dari Bapak Kasi Pendma Kankemenag Trenggalek dan pengurus lainnya. Ibu Imam Khoiri juga hadir, Beliau yang menangani bidang pendidikan dan Ibu Ulfa dari bidang ekonomi.

Ibu ketua Darma Wanita Persatuan (DWP) beserta rombongan memberikan makanan tambahan berupa roti dan susu kepada anak-anak yang berada di kelas Paud, Kelompok A dan Kelompok B. Beliau juga memberikan sambutan dan pengarahan kepada para guru setelah para siswa selesai belajar. Para guru diharapkan bersabar, telaten melaksanakan tugasnya. Beliau juga mengapresiasi terhadap kinerja kepala RA dan para guru. Pada pertemuan tersebut saya sampaikan upaya Kepala RA Perwanida dalam mengembangkan Roudhotul Athfal. Membenahi administrasi keuangan, mendiklat guru di bidang agama dan kedisiplinan. Saya sampaikan pula harapan dan keinginan semua stakeholder RA Perwanida Pogalan. Pada tahun 2024 ini, kami memiliki permintaan terhadap DWP Kabupaten Trenggalek. Memohon bantuan sarana dan prasarana  terkait kebutuhan peningkatan SDM RA Perwanida. Selain itu juga membina dan melatih guru RA Perwanida, karena para pengurus Darma Wanita Persatuan (DWP) juga pemateri handal di bidang pendidikan. Harapan kami berkenan hadir pada acara penerimaan rapor, untuk memberikan kelas parenting. Pertemuan hari ini sangat mengesankan dan semoga bermanfaat.

Senin, 01 Januari 2024

Tamu di Tahun Baru 2024


Pukul 10.15 kedatangan tamu, Mas Yuli. Beliau penjual jam dan kacamata baca. Juga menerima jasa servis jam maupun kacamata. Usahanya cukup lancar memiliki 3 kios di Durenan, Bandung dan Tulungagung. Mas Yuli tergolong orang yang SKSD (Sok Kenal Sok Dekat). Karakternya yang ramah dan mudah bergaul, sehingga memiliki banyak pelanggan. Siang  tadi, sebetulnya Beliau mencari ayahnya anak-anak. Karena yang dicari sedang tidur, maka saya persilahkan untuk duduk sejenak. Kami berbincang terkait acara malam tahun baru. Biasanya diisi dengan bakar-bakar. Bakar jagung, ikan, sosis, dan berbagai makanan lainnya yang menjadi kegemaran anak muda. Mas Yuli mengira keluarga saya juga melakukan ritual tahun baru seperti itu. Setelah saya jelaskan bahwa belum pernah melakukannya sejak remaja maupun setelah menikah. Beliau cukup terkejut. Malam tahun baru kami lalui sama seperti hari-hari biasa. Namun, entah jika tahun depan berubah pikiran.

Setelah Mas Yuli pulang, segera merebahkan tubuh. Istilahnya tidur-tidur ayam, tubuh rebah, mata terpejam namun tidak tidur. Tetap terjaga. Karena menunggu teman dari Sidoarjo yang hendak mampir setelah rekreasi ke Pantai Prigi. Pukul 12.31 WIB, handphone berdering. Bu Fifa dan Bu Mala telah sampai di jembatan Sukoharjo Bandung, Tulungagung. Tidak bisa lewat karena jembatan buatan Belanda ini sempit untuk dilalui mobil sejenis Expander, Pajero maupun Fortuner. Sebenarnya ingin saya jemput di lokasi yang diarahkan mbah google. Namun Bu Fifa tidak berkenan. Baiklah saya siap-siap di rumah, menyambut keduanya. Dalam hati tersenyum. Bu Fifa ingin menunjukkan kehebatannya sebagai asesor BAN PAUD & PNF. Asesor selalu berhasil mencari alamat-alamat RA/BA/TA sampai di tempat-tempat terpencil. Asesor tidak boleh dijemput oleh Asesi. Mandiri cari lokasi. Begitu pula Bu Mala, sebagai pengawas tentunya memiliki cara untuk mengatasi situasi seperti itu. Mencari alamat madrasah binaan di wilayahnya. Ketika dipandu Mbah Google, sering tersesat di jalan-jalan tikus. Maka alternatifnya tanya warga setempat. Saya pernah mengalaminya di Sukoharjo Jawa Tengah dan di Bantul. Saat itu tengah malam gelap gulita.

Alhamdulillah. Pukul 13.11 WIB  Beliau bersama keluarga sampai di Ngadirejo. Tidak sambat Global Positioning System (GPS), tapi bertanya warga setempat. Bu Fifa, teman diklat Cawas gelombang XVI. Beliau juga sebagai asesor BAN PAUD PNF. Bu Fifa sosok yang lembut, cerdas dan penuh tanggung jawab. Ketika berbicara, kalimat yang diucapkan tertata. Menjaga perasaan lawan bicaranya. Sedang Bu Nur Amala, pengawas dari Sidoarjo. Bertemu ketika mengikuti diklat IKM 5. Persahabatan ini senantiasa  kami jalin. Untuk saling menguatkan, memberi informasi dan saling membantu. Semoga Allah meridhoinya.

Di awal tahun baru (1-01-2024), senantiasa bersyukur pada Allah SWT. Di awal tahun 2024 semua anak berada di rumah. Damai, tenang dan bahagia. Rasanya tidak yakin mampu melewati semua kesulitan di tahun 2023.Terima kasih, telah sampai pada posisi sekarang ini. Allah memudahkan urusan saya ketika menempuh pendidikan strata 2. Mampu melewati ujian ketika lolos asesmen cawas. Bertambah jumlah keluarga. Semoga anak-anak senantiasa teguh pendirian, tetap dijalan Allah. Berharap bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak saya. Menjadi pendamping suami dan menghormatinya.

Sabtu, 16 Desember 2023

Rapat Koordinasi II BAN PAUD dan PNF Tahun 2023

 



Pukul 08.23 WIB tepatnya hari Rabu tanggal 14 Oktober 2023 mendapat informasi dari staf Kasi Pendma disertai link pendaftaran, secarik disposisi dan surat resmi dari BAN PAUD dan PNF untuk hadir di Hotel Platinum Surabaya dalam rangka Rapat Koordinasi II Tahun 2023. Sejatinya saya menolak untuk hadir karena ada ibu koordinator yang seyogyanya datang pada acara penting tersebut. Namun karena memang saya yang diminta hadir tetap mengikuti proses yang diharapkan. Segera mengisi link, melakukan pendaftaran dan mencetak biodata. Biodata nanti harus diserahkan pada sekretariat ketika regristrasi. Sambil menunggu surat tugas dan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD).

Berangkat pukul 08.00 dijemput langsung di rumah oleh Travel Sumber Rezeki  yang biasanya membawa penumpang arah Trenggalek-Surabaya. Sampai di Surabaya tepat pukul 13.00 WIB. Maklum para supir akan istirahat untuk ngopi di warung Titin Kediri cukup lama. Untung belum banyak yang hadir. Karena cek in dimulai pukul 13.00 di lantai M Hotel Platinum. Melakukan registrasi dan mengisi data yang dilampiri bukti bayar transportasi. Alhamdulillah dapat pasangan kamar seorang ibu yang menjabat sebagai Kabid di Dinas Dikpora Bondowoso.

Pukul 15.00 acara dimulai, setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya ketua panitia Bapak Minto Santoso, M.Pd menyampaikan laporan PIC Komisi Renbang BAN PAUD dan PNF Provinsi Jawa Timur. Dilanjutkan sambutan Drs. Totok Isnanto selaku Ketua BAN PAUD dan PNF Provinsi Jawa Timur. Selanjutnya Dr. Wujiati, S.Pd., M.Si menyampaikan materi terkait Kebijakan BBPMP Provinsi Jawa Timur dalam mendorong Dinas Pendidikan Kab/Kota melakukan pendampingan  bagi satuan pendidikan agar siap diakreditasi. Beliau berharap semua lembaga yang belum diakreditasi tahun 2024 telah tuntas diakreditasi. Dipaparkan juga jumlah populasi lembaga tiap kabupaten dan jumlah lembaga yang belum diakreditasi.

Pada hari Sabtu pukul 08.00 acara Rakorda diisi dengan penyampaian  Best Practice Strategi Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk dan Bojonegoro dalam membina dan meningkatkan satuan pendidikan agar siap diakreditasi. Beliau berdua menyampaikan strategi praktis sehingga sukses mendorong satuan pendidikan melakukan akreditasi. Dengan melakukan sosialisasi, lokakarya maupun dengan kerjasama dengan organisasi mitra (IGTKI, Himpaudi maupun IGRA) untuk melakukan pendampingan pada setiap satuan pendidikan. Materi berikutnya adalah paparan dari ketua IGRA Provinsi Jawa Timur membahas dukungan organisasi mitra (IGRA) dalam percepatan penuntasan akreditasi BAN PAUD dam PNF khusus RA. Bu Nurul dalam paparannya menyampaikan upaya Pimpinan Wilayah (PW IGRA), Pimpinan Daerah (PD IGRA) dan  Pimpinan Cabang (PC IGRA) ditiap wilayah dalam mendampingi proses akreditasi.

Yang paling mengesankan adalah materi terkait perumusan strategi puntasan akreditasi tahun 2024 oleh dinas pendidikan dan kemenag kota. Diskusi pada materi ini membahas faktor pendukung pencapaian akreditasi yang sudah dilakukan sampai tahun 2023 di tiap kabupaten. Faktor pendukung tersebut antara lain: 1)Adanya sosialisai tentang arti dan perlunya lembaga mengikuti akreditasi, 2)Adanya kerjasama dengan semua pihak baik dinas pendidikan, organisasi mitra (IGTKI & HIMPAUDI), pengawas TK, penilik paud juga asesor yang ada di daerah, 3)Sarana/laptop dan jaringan yang mendukung, 4)Sumber daya manusia yang terlatih dalam pengisian PPA.

Selain hal di atas juga membahas kendala pencapaian akreditasi di lapangan misalnya: 1)Banyaknya lembaga yang merasa akreditasi tidak penting, karena tidak nampak imbasnya, 2)Lembaga belum memiliki sarana yang memadai(tidak ada listrik,laptop), 3)Jaringan yang tidak terjangkau, 4)Lokasi lembaga yang terpencil dan medan yang sulit, 5)Sumber daya manusia yang kurang mendukung. Solusi yang dirancang untuk menyelesaikan kendala sebagai berikut: 1) Sosialisasi yang lebih intensif kepada semua lembaga dimanapun berada, 2)Kerjasama dengan semua pihak untuk terlaksananya akreditasi(ormit, penilik, pengawas TK, asesor), 3) Mengusahakan sarana/laptop dan mencari lokasi yang ada jaringan internet, 4)Dinas pendidikan membentuk tim pendamping dari asesor untuk mendampingi wilayang yang sudah ditentukan oleh dinas pendidikan, 5)Dinas pendidikan selalu memantau dan mengevaluasi progres dari wilayah yang didampingi oleh asesor tersebut.

Dari solusi yang dirancang tersebut maka strategi yang dirancang untuk melaksanakan akreditasi tahun 2023 adalah; 1)Mendata semua lembaga yang belum terakreditasi, 2)Mendata kendala masing masing lembaga, 3)Membantu mencarikan solusi dari kendala tersebut, 4)Melanjutkan pendampingan oleh asesor daerah sendiri, 5)Memantau dan mengevaluasi lembaga tersebut sampai siap diakreditasi. Diskusi diakhiri dengan kritik dan saran pada BANP sebagai perbaikan dalam mengelola akreditasi. Terutama terkait jadwal visitasi seringkali tidak sampai, sehingga dinas pendidikan dan kemenag tidak tahu jika ada lembaga yang divisitasi tanpa lembaga melaporkan. Asesor yang kurang ramah/sering melakukan pelanggaran,segera ada pembinaan supaya kedepan ada perubahan dan tidak terulang lagi sehingga lembaga tidak dirugikan. Adanya ketidaksinkronan antara emis dengan dapodik yang mempengaruhi nilai lembaga.