Jumat, 15 Januari 2021

VIDEO PEMBELAJARAN: CARA MENENTUKAN JENIS TEMBANG MACAPAT, GURU LAGU, GURU GATRA, DAN GURU WILANGAN

 



Anak-anak kelas V menemui kesulitan menentukan jenis tembang macapat. Tembang macapat ini jumlah ada 11 antara lain: maskumambang, pucung, megatruh, gambuh, mijil, kinanthi, durma, pangkur, asmaranda, sinom dan dhandanggula. Tembang macapat pada materi kelas V ini memiliki ciri adanya guru gatra, guru lagu, guru wilangan. Guru  gatra adalah banyaknya larik dalam satu bait. Sedangkan guru lagu bunyi huruf vokal di akhir larik. Untuk guru  wilangan adalah banyaknya suku kata dalam tiap larik.

Kesulitan anak-anak adalah ketika disajikan kutipan sebuah tembang macapat. Mereka sulit menentukan jenis tembang macapat dan guru gatra, guru lagu, serta guru wilangan. Maka saya mengajak ibu admin madrasah untuk membantu membuat video pembelajaran. Yang dapat membantu siswa memahami cara menentukan jenis tembang macapat berdasarkan paugeran-nya. Dalam video tersebut saya menuliskan materinya di papan tulis kelas V. Salah satu jenis tembang macapat:

Bapak pucung rupamu amemba gunung,

Tan ana kang tresna,

Kabeh wong pada sengit,

Kang kanggonan den lus elus tetangisan

Dari tembang di atas siswa harus bisa  menentukan jenis tembang macapat dan guru gatra, guru lagu,  serta guru wilangan. Maka tugas guru menjelaskan secara detail satu persatu yang bisa dilihat pada video pembelajaran di atas. Setelah siswa menyimak dengan baik, diharapkan siswa mampu menjawab tugas gladhen 2: menyebutkan jenisnya tembang macapat dari 3 buah tembang yang disajikan pada buku tantri basa.

Dengan ikhtiar saya ini berharap anak-anak mampu memahami materi jinise tembang macapat. Tidak hanya mampu mengerjakan soal ujian sekolah agar memiliki nilai akhir yang bagus. Namun mereka juga merasa memiliki kebudayaan jawa (rumangsa handarbeni). Mencintai budaya jawa dan mau melestarikan budaya jawa yang tak kalah indah dengan budaya asing. Bahkan warga asing mengakui keluhuran budaya jawa yang penuh dengan kata-kata bijak dan kalimat-kalimat yang berisi pendidikan yang penuh makna.

Rabu, 13 Januari 2021

MERINTIS KEMBALI TOGA DESA

 

Ketika harus memperbaiki taman toga desa, merupakan hal yang cukup menyulitkan. Karena taman toga yang dulu penuh dengan tanaman obat kini menjadi tempat sampah. Dan sampahnya tidak dipisahkan antara sampah organik dan sampah anorganik. Yang lebih menyedihkan lagi sampah yang menyatu antara organik dan anorganik langsung dibakar. Sehingga tanaman toga yang berkembangbiak dengan rizhoma seperti lengkuas, kunyit, temu kunci, temulawak, temupoh, kapulaga, temu hitam dan lain-lain tidak bisa bertunas. Padahal pada musim penghujan biasanya tunas tanaman berizhoma  akan tumbuh dengan sendirinya. Menghadapi kondisi seperti ini tidak boleh kecewa atau marah. Kekecewaan dan kemarahan akan menurunkan imunitas. Sehingga mudah terpapar covid-19.

Yang layak dilakukan adalah menanam kembali tanaman obat keluarga (toga) dengan cara menanam di pot plastik. Sebaiknya tidak segera di bawa ke taman toga desa yang sudah menjadi tempat sampah. Pot yang sudah berisi tanaman dirawat di rumah. Setiap minggu harus menambah jenis tanaman toga. Di taman toga desa tinggal kunyit beberapa batang dan mengkudu. Kini saya mencoba merintis kembali dari awal. Masih beberapa  jenis tanaman obat  yang berhasil saya koleksi seperti daun dewa (Gynura divaricate), temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb), kunyit (Curcuma longa), kunyit putih (Curcuma Zedoaria), lengkuas (Alpinia galanga), lengkuas merah (Alpinia purpurata), jahe (Zingiber officinale var. amarum), jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum), kecur (Kaempferia galanga), temu kunci (Boesenbergia pandurata), ginseng jawa (Talinum paniculatum), kapulaga (Amomum compactum), dan lidah buaya (Aloe vera). Hanya 12 jenis tanaman obat keluarga, semoga tiap minggunya bisa menemukan lagi.

Daun dewa ini saya tanam sejak lama, jadi ketika di taman toga punah di rumah masih memilikinya. Banyak sekali manfaat daun dewa ini, daun dewa bisa digunakan untuk obat stroke, rematik, diabetes, jantung, hipertensi, kanker dan pembengkakan payudara. Sedangkan untuk temu hitam ini saya beli rimpangnya yang telah bertunas di pasar basah Trenggalek. Penjual temu hitam ini memang khusus memasarkan tanaman obat babakan (obat dari tumbuhan yang dikeringkan) dan empon-empon ( tanaman yang berkembangbiak dengan rizhoma/akar tinggal). Manfaat temu hitam ini adalah untuk mengeluarkan racun dalam tubuh, menyehatkan saluran pencernaan, anti mikroba, mengobati batuk, asma dan menyehatkan kulit. Itulah beberapa manfaat tanaman obat yang telah di wariskan oleh para sesepuh. Namun kita harus bijak menggunakannya, agar tidak menimbulkan dampak lainnya.

 

Minggu, 10 Januari 2021

SEBELAS KABUPATEN/KOTA YANG HARUS MELAKUKAN PPKM

Ketika ada beberapa pimpinan di Kecamatan Durenan yang dinyatakan positif covid-19, para guru mulai resah. Menginginkan masuk seminggu dua kali. Atau masuk sekolah dengan sistem dipiket setiap hari dua guru. Bisa juga para guru masuk seminggu tiga kali. Namun Bapak Guru yang menjadi  petugas kurikulum menjelaskan bahwa madrasah harus mengikuti intruksi dari atasan. Ibu-ibu guru semakin resah, karena kala itu warga Kamulan ada yang positif covid-19 dalam sehari 3 orang. Mendapat informasi dalam sehari ada 10 pasien covid-19 meninggal dunia. Begitu pula adanya info daerah Jawa Timur akan ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Ternyata menurut info dari Bapak petugas kurikulum, PPKM diberlakukan pada 11 kabupaten/kota. PPKM berlaku pada tanggal 11 sampai dengan 25 Januari 2021. 11 kabupaten/kota yang dimaksud adalah: Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Malang, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Blitar. Berarti Trenggalek tidak ada PPKM, para guru sebaiknya masuk sekolah dengan tertib. Melaksanakan daring dari sekolah sambil mengerjakan tugas administrasi.

Dalam informasi yang dishare di WAG guru, dasar penetapan kesebelas tersebut berdasarkan pertimbangan atas:

 (1) Instruksi Kemendagri No.1 Tahun 2021 yaitu Surabaya Raya meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo;

(2)   Atas dasar  daerah yang masuk zona merah  dalam peta  BNPB yaitu (Kabupaten Blitar, Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Ngawi) 

(3)   Daerah yang memenuhi seluruh kriteria 4 indikator yang ditetapkan oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) yaitu Kabupaten Madiun dan Kota Madiun.

        Empat kriteria pembatasan kegiatan untuk pengendalian penyebaran Covid-19  yakni diukur dari

(1)  tingkat kematian di atas rata-rata nasional (3%) ;

(2)  tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional (82%);

(3)  tingkat kasus aktif di atas rata rata Nasional (14%)

(4)  tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (BOR) ICU dan isolasi di atas 70%.

 

              Sejatinya PPKM ini daerah prioritas adalah Surabaya Raya dan Malang Raya. Sedangkan Ibu Gubernur menetapkan kabupaten - kota lainnya yang dianggap zona merah dan memenuhi seluruh kriteria 4 indikator. Sedangkan kabupaten Trenggalek masih dalam kondisi aman, sehingga mulai hari Senin guru tetap masuk sekolah dengan mematuhi protocol kesehatan. Siap.

 

 

Sabtu, 09 Januari 2021

Memiliki Kesibukan yang Lebih Positif dan Islami Diusia Senja

 

Hari ini tanggal 9 Januari 2021, melaksanakan pembelajaran daring semester II. Hari ini tepatnya hari keenam. Sejak pagi telah mengajak siswa untuk tertib beribadah sholat subuh tepat waktu sampai melaksanakan pembelajaran matematika dan tematik. Siswa nampak telah absen dan mengirim tugas tematik muatan bahasa Indonesia terkait mengisi formulir. Hampir semua siswa telah mengisi formulir dengan baik. Baik dalam hal kerapian tulisan maupun ejaan (huruf kapital, penulisan tanggal maupun nama siswa). Hari ini memang mendapat ijin dari kepala madrasah semua guru bisa memantau daring dari rumah. Alhamdulillah. bisa meneliti jawaban siswa sambil mengerjakan tugas administrasi. Meskipun tugas di sekolah masih banyak, terutama tugas menulis buku induk versi kurikulum 2013.

Ketika masih meneliti kiriman tugas siswa, seorang ibu sepuh  datang dan mengucapkan salam. Beliau seorang pensiunan guru dan memiliki pekarangan di desaku. Saya persilahkan duduk di kursi namun Beliau lebih memilih duduk di lantai. Mungkin karena baru saja dari kebun. Beliau mencari suami saya, namun orangnya sedang tidak di rumah. Beliau dengan wajah yang sendu menceritakan  kisah sedih dimarahi orang yang menunggu kebun adiknya. Ketika Beliau memetik sukun, daun pisang dan mangga kweni. Mendapat perlakuan kasar seperti itu, akhirnya Beliau curhat. Bahkan menceritakan kisah hidupnya bersama-sama adik-adiknya ketika masih kecil. Makan hanya menggunakan nasi beras campur tiwul. Sebagai saudara tertua tentunya dulu pernah membantu merawat adik, menyiapkan makanan, menumbuk padi pakai lesung. Sampai akhirnya nasib baik berpihak pada kedua orang tuanya menjadi salah satu orang terkaya di desaku.

Setelah  kedua orang tuanya tidak ada, semua harta waris di bagi. Menurut kesepakatan tidak menggunakan hukum faroid tetapi hukum negara. Namun terkait hasil pekarangan masih saling memetik dan memanfaatkan. Yang rumahnya jauh memiliki orang untuk merawat dan memetik hasilnya untuk diserahkan pemiliknya. Di sinilah mulai muncul permasalahan. Ketika orang kepercayaan adiknya mulai menunjukkan tugasnya mengawasi dan menjaga kebun. Terjadi saling menuduh dan menghujat. Saya hanya menjadi pendengar setia. Kala Beliau sebagai saudara tua ingin merawat dan menjaga rumah tua milik orang tua mereka beserta pekarangannya. Dari pada dibiarkan terbengkalai, rumput yang tinggi di halaman rumah, atap yang bocor, hasil bumi yang dinikmati orang lain.

Saya di mintai saran sebagai sesama orang yang pernah menjadi pendidik, tentang kejadian ini. Dan mendapat perlakuan kasar berupa perkataan. Maka sarannya saya sebaiknya beliau tidak mengambil hasil bumi milik saudaranya. Karena sudah dibagi menurut hukum negara. Bilamana ada orang yang pesan daun pisang, bisa ditolak. Bila buah berjatuhan dan membusuk seyogyanya dibiarkan saja toh sudah ada pemiliknya. Kasihan beliau sebagai pendidik dihujat orang dengan perkataan kasar seperti itu. Padahal gaji pensiun Beliau dan suami cukup melimpah untuk dinikmati berdua. Allah telah memberikan rezeki berupa kesehatan sehingga diusianya yang cukup senja masih sehat berkeliling pekarangan. Itu hanya saran saya pada Beliau. Meskipun dalam hati saya berdoa semoga Allah memberikan kemudahan ketika kelak saya sudah purna tugas. Memiliki kesibukan yang lebih positif dan islami diusia senja. 

Kamis, 07 Januari 2021

KABAR DUKA KALA PERINGATAN HAB KEMENAG

 

Tanggal  5 Januari 2020 mengikuti uapacara HAB Kemenag di MTs Negeri 1 Trenggalek dengan para guru dari kecamatan Trenggalek, Bendungan, Pogalan dan Durenan. Sedang yang di MTs Negeri 2 guru dari kecamatan Kampak dan Gandusari. Untuk ASN kecamatan Dongko dan Panggul mengikuti upacara di MAN 2 Trenggalek. Di MIN 2 Trenggalek dilaksanakan upacara yang diikuti oleh kecamatan Pule, Suruh, Karangan dan Tugu. ASN kecamatan Munjungan di MTs Negeri 3 dan kecamatan Watulimo di MTs Negeri 4.

Upacara berjalan sangat hikmad  dimulai pukul 07.30 sampai dengan selesai. Jarak antara peserta upacara yang satu dengan yang lain cukup jauh. Pembina upacara oleh kepala MTs Negeri 1. Setelah upacara selesai berbincang dengan beberapa teman dan mengantar absen ASN Durenan ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kemenag Trenggalek. Kondisi halaman Kemenag Trenggalek penuh dengan karangan bunga, sebagai ucapan selamat HAB Kemenag. Karangan bunga dari berbagai kantor baik di bawah naungan kemenag maupun dari instansi lain.

Langsung pulang ke rumah untuk beristirahat dan menghindari kerumunan. Sampai rumah cuci tangan dan membimbing anak belajar daring. Pukul 14.00 mendengar kabar duka seorang ASN terbaik kemenag meninggal dunia. Sangat sedih dan kehilangan Beliau. Seorang ibu dan guru MI yang baik. Semoga husnul khatimah. Covid-19 semakin dekat jarak bagai sehelai rambut semoga kita diberikan kesehatan.

Senin, 04 Januari 2021

Menjaga Kebersamaan dan Kekeluargaan Demi Nama Besar Sekolah

 

Ketika masih duduk di bangku kuliah, seorang dosen yang bijak memberikan pesan kepada para guru. Karena saat itu, temanku satu ruangan semua sudah menjadi guru. Baik guru tetap yayasan maupun pegawai negeri sipil. Pesan tersebut, jika ingin sekolahmu besar jagalah kekokohan dari dalam. Jangan sampai ada rongrongan dari para guru dan stakeholder. Jaga kebersamaan, solid dan utamakan kekeluargaan. Tekanan dari luar yang ingin menurunkan martabat sekolah mudah dihalau. Namun jika keropos dari dalam maka sekolah tersebut akan mudah gulung tikar.

Untuk itu harus segera diambil tindakan  untuk mengidentifikasi konflik. Menemukan penyebab terjadinya konflik dan fihak yang terlibat dalam konflik di sekolah. Konflik ini harus segera diredam agar tidak menjadi parah. Dan menjurus pada perseteruan yang bersifat negatif. Untuk itu diperlukan gaya kepemimpinan situasional dari kepala sekolah. Bapak Ahsanul In’am pada kesempatan itu menjelaskan pentingnya peran pimpinan memberikan arahan, dukungan emosional serta bimbingan  kepada para guru. Itulah karakter pemimpin situasional.

Meskipun pesan Beliau sangat bijak, namun banyak kendala yang harus ditemui oleh para pemimpin. Terutama jika mayoritas dalam sekolah itu perempuan, banyak yang memiliki ikatan keluarga, pemimpin masih muda. Jika dalam sekolah kebanyakan perempuan tentu sangat sulit untuk diarahkan, karena lebih mengedepankan emosi. Bila lebih dari dua guru masih ada ikatan keluarga, konflik di rumah menjadi sarana perselisihan di sekolah. Pemimpin muda yang hebat sekalipun akan muncul unsur ewuh pakewuh jika yang dihadapi lebih senior, pemilik sekolah, maupun istri pejabat. Tentu perlu cara yang lebih bijak dan halus. Saya memakluminya.

Sabtu, 02 Januari 2021

BELAJAR DARI FINALIS GURU INSPIRATIF DAN KEPALA PUSDATIN

 

Tanggal 31 Desember 2020, mengikuti webinar yang dilaksanakan oleh TV Andi. Webinar dengan tema “Peran Guru Di Sekolah Online Menyongsong Tahun Baru 2021 Untuk Indonesia Maju. Seperti biasanya webinar dengan TV Andi ini dimoderatori oleh Bapak Edy S. Mulyanta M.T. Sedangkan pematerinya para finalis Apresiasi Guru Inspiratif yang memang penuh dengan dedikasi terhadap profesinya, para memateri tersebut antara lain:

1.    Emi Sudarwati, guru SMPN1 Bojonegoro

2.    Santika Kusuma, Guru SMP Islam Baitul Izzah, Nganjuk

3.    Rahman Firdaus, Guru SMPN Nagawutung Lembata , NTT

4.    Endang wahyu Widiasari, Guru SMPN 4 Cikalong wetan, Bandung

5.    Atin Kartinah, Guru SMPN 2, Garut

Sebelum para pemateri memaparkan materinya, diawali sambutan Bapak Muhammad Hasan Chabibie sebagai Plt. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (PUSDATIN) Kemendikbud. Menurutnya tahun 2020 sebagai pembelajaran. Untuk merefleksi kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran. Sejatinya belajar ada dua model: (1)Belajar di sekolah atau di kampus, (2) Belajar dari pengalaman. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Pembelajaran di tahun 2020, merupakan belajar dari pengalaman. Aktivitas belajar di masa pandemi bergeser dari tatap muka menjadi pembelajaran dari rumah. Pada masa pandemi banyak sekali perubahan. Guru mendesain belajar untuk  tatap muka, pembelajaran para guru  tidak 100% untuk daring. Wajar jika  beberapa guru terutama di atas generasi milenial nampak terbata-bata. Semua memaklumi jika guru dibeberapa tempat masih terbata-bata di awal. Bapak ibu guru habis waktunya untuk membuat RPP, memeriksa tugas, memberi nilai. Waktunya untuk melakukan pendalaman pengetahuan tidak cukup. Wajar jika terbata-bata, namun setelah 3-4 bulan akhirnya menemukan ritmenya. Semua itu karena ilmu, ilmunya adalah pengalaman adalah guru terbaik. Akhirnya guru menemukan ritme dan tata cara pembelajaran daring. Sosok guru hebat selalu menawarkan optimisme bagi masa depan anak didiknya. Beliau menceritakan Kaisar Jepang yang negaranya baru saja di bom sekutu tahun 1945 yang dicari adalah guru. Karena guru adalah tulang punggung dan garda depan pendidikan. Masa pandemi menumbuhkan optimisme yang ditawarkan oleh guru. Pandemi membuka wawasan dan teori baru. Jika mendiklat guru oleh kemendikbud tidak selesai waktu satu sampai dua  tahun. Namun pandemi mengajarkan pilihan-pilihan teknologi yang dapat kita gunakan untuk mendeliver pengetahuan. Melakukan potret dalam mengajar.

Dahulu media sosial hanya digunakan mnerawat masa kenangan masa lalu kita. Group SMP dan SMA merawat kenangan Melaui WA maupun zoom. Ternyata WA dapat mendeliver dan mengkreasikan karakter positif  pada peserta didik. Kemendikbud mencoba membantu dengan memberikan kuota internet dan BSU. Kedua bantuan tersebut diharapkan mampu memotivasi bapak/ibu guru. Jika nanti dilaksanakan proses tatap muka ada hal-hal yang perlu dipatuhi, protocol kesehatan, kesiapan, dan ijzin dari orang tua siswa. Kondisi tergantung kesiapan tatap muka daerah masing-masing. Sebagian ada yang daring sebagian ada yang tatap muka. Beliau berpesan dengan menyampaikan pepatah lama : ‘Marilah kita pelihara tradisi yang baik, mari kita pertahan sebuah contoh baik, marilah kita rencanakan kebaruan dan inovasi tambahan untuk memperindah skenario pembelajaran di tahun 2021. Marilah kita bangun optimisme di pembelajaran di tahun 2021. Kita kuatkan nyala api belajar peserta didik kita.

Sedangkan sebagai pemateri pertama Ibu Emi Sudarwati memaparkan deskripsi diri masa lalu, pada tahun 2014 telah berhasilkan/menerbitkan 3 buku Ngilon (Buku Tunggal), Lung dan Thukul (buku bersama siswa). Sebelum kemendukbud mencanangkan gerakan literasi Beliau sudah membuat buku dengan para siswanya. Tahun 2015 menerbitkan 5 buku semua dengan siswanya. Mendapat apresiasi dari Balai Bahasa. Menjadi juara 3 gupres dan juara 1 inovasi pembelajaran tingkat nasional. Mendapat apresiasi untuk berangkat ke Belanda. Tahun 2016 juara 1 inovasi pembelajaran Tingat Nasional. Maka tahun 2017 tidak bisa ikut lomba inobel, maka mengajak para alumni inobel membuat buku. Sehingga terbit 51 judul buku guru dan para siswa, kemudian menjadi nara sumber di Madura, Tuban dan Lamongan serta Bojonegoro. Sehingga bergabung dalam Guru ahli. Tahun 1918 berhasil menerbitkan sejumlah 171 buku yang Beliau buat dengan siswa, guru se Indonesia dan masyarakat. Tahun 2019  berhasil menerbitkan 182 buku bersama siswa, guru dan masyarakat Indonesia. Tahun 2020 tetap mengadakan lomba namun piala diganti medali dan piagam, karena peserta lomba banyak yang dari luar kota. Dan berhasil menerbitkan 95 judul buku. Ditahun yang sama mendirikan yayasan Tiga Srikandi sejati.

Deskripsi  diri masa depan, bulan Januari ketika mengadakan lomba, para pemenang tahun 2021 dapat 2 buku, piagam dan medali. Pada bulan Januari 2021 mengadakan webinar menulis esai, ada workshop membuat jurnal. Bulan Maret 2021 ada kegiatan menyimak literasi. Bulan April  tahun 2021 ada kegiatan baca puisi dan geguritan di Wisata desa, agar wisata Bojonegara dikenal dunia dengan diunggah di youtube. Bulan Mei tahun 2021 pelatihan dasar kepemimpinan.  Bulan Juli tahun 2021 menerbitkan Buletin Jawa. Bulan Oktober mengadakan lomba membaca geguritan, pelatihan membuat cerkak, dan membuat film pendidikan. Bulan Desember menulis dan menerbitkan biografi tokoh-tokoh Bojonegoro. Beliau telah menulis 510 buku bersama siswa, guru dan masyarakat Indonesia. Harapan Beliau :Marilah tulis sejarah sendiri, jangan menunggu orang lain menulis tentang kita.

Kesimpulan dari sambutan Bapak Hasan adalah guru dimohon membangun optimisme pada pembelajaran di tahun 2021. Menguatkan nyala api belajar peserta didik kita. Mengajak kita memelihara tradisi yang baik, mempertahankan contoh-contoh yang baik, merencanakan kebaruan dan inovasi tambahan untuk memperindah skenario pembelajaran di tahun 2021. Sedangkan dari Ibu Emi menginspirasi kita untuk menulis setiap hari baik bersama siswa maupun masyarakat. Untuk pemateri yang lain akan saya tulis setelah setor tulisan tentang IBU.