Rabu, 11 Februari 2026

RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM PADA KEGIATAN MICROTECHING

 



Para guru kecamatan Pogalan menginginkan pada pertemuan rutin bulan Pebruari diadakan microteaching terkait pembelajaran mendalam dan insersi KBC dengan ragam main. Maka pada tanggal 10 Pebruari 2026 diadakan pertemuan rutin KKG-RA, KK-RA dan IGRA untuk melaksankan microteaching. Mengapa perlu microteaching? Padahal banyak yang berasumsi pembelajaran ditingkat PAUD adalah perintis pelaksanaan kurikulum merdeka yang mengedepankan diferensiasi. Namun hasil visitasi asesor menyatakan masih banyak jenjang Paud yang dijajah LKS. Masih rutin menggunakan LKS sebagai sarana pembelajaran terutama di wilayah Jawa Timur bagian Barat. Temuan Bapak Ruslan Tohirin selaku asesor dan ketua Pokjawasmad Jawa Timur perlu dibuktikan. Dan ternyata benar, kemudahan mengajar menggunakan LKS telah mendarah daging dalam pembelajaran jenjang Paud. Meski beberapa lembaga memiliki kesadaran untuk mengajar siswanya sesuai usianya, belajar dengan bermain yang menyenangkan.

Sebagai guru model Bu Ifa dan Bu Ima menyiapkan perencanaan pembelajaran mendalam untuk satu hari. Perencanaan saya kirim ke asesor untuk dicek kebenaran. Asesor pertama memberikan masukan:

1.    Modul diganti dengan perencanaan pembelajaran mendalam

2.    Harus disesuaikan antara kegiatan di identifikasi peserta didik (aspek gaya belajar murid) dengan kerangka pembelajaran terutama praktik pedagogis. Jika diidentifikasi menuliskan proyek, berarti di praktik pedagogis guru menggunakan model PjBL (Project Base Learning)

3.    Lintas disiplin ilmu sekarang bukan menjadi  indikator minimal di inspirasi Rencana Pembelajaran Mendalam dari Kemendikbud jadi tidak ditulis tidak apa-apa.

Sedangkan asesor kedua memberikan masukan yang cukup mendalam terkait RPM sebagai berikut:

Saat menyimak video, setelahnya diajak menyebut berbagai jenis kendaraan darat dan mengenalkan Bahasa Arabnya. Pra literasi sebaiknya untuk pembanding bukan jenis kendaraan darat yang berbeda dalam 1 hari, misal sub topik mobil focus mobil saja, mobil penumpang ada sedan, ada elf, bus, dengan berbagai bentuk dan merk mobil barang, ada mobil pick up, truck, tronton, towing, dll. Silakan di kupas tuntas dengan konsep 5w dan 1 H.

Cara menanamkan berkesadaran (Mindful). Cara menanamkan prinsip pembelajaran mendalam berkesadaran dengan memberikan dukungan berupa kalimat pemantik. Seperti, siapa yang membuat kendaraan siapa? Yang menciptakan manusia siapa? Berarti sekarang sedang mengenal buatan manusia dan ciptaan Alloh. Ketika mengenal ciptaan Alloh mengucap apa? Alhamdulillah, Allah telah menciptakan makhluk hidup yang luar biasa. (Guru bisa menggunakan konsep 5W 1H) Seperti: bagaimana bentuk mobil? Apa warna mobil? Dimana mobil berjalan, kenapa mobil bisa berjalan? Coba kalian sebutkan berbagai jenis mobil dan manfaat mobil yang kalian ketahui!

Cara menanamkan prinsip pembelajaran bermakna (Meanful) dengan kalimat pemantik seperti: sekarang, mana mobilmu? Mobil apa yang kalian sukai, untuk fungsi mobilmu? Untuk penumpang, untuk angkutan barang, untuk di pelajari, untuk membantu ajak teman berangkat sekolah boleh apa ndak? Bantu angkut barang mengantar barang donasi bantuan ke daerah banjir boleh ga? Boleh…kan Arrohman Arrohim, maha penyayang dan maha pengasih. kalua mau naik mobil pakai kaki kiri atau kanan? Berdoa apa tidak? Bagaimana doa naik kendaraan?

Cara menanamkan prinsip pembelajaran menggembirakan (Joyful). Guru mengajak murid bemain dalam lingkaran, menyiapkan media gambar kendaraan di darat. missal mobil, memutar music/lagu tentang mobil lalu gambar di pegang bergantian sambil menirukan lalu, saat music berhenti, guru menunjukkan gambar mobil dan angka, lalu bertanya, ini angka berapa. Atau bertanya ininamanya mobil apa? Untuk media gambar mobil dan nama mobil (literasi dan numerasi).

Untuk penugasan kolase sebaiknya menggunakan bahan dari alam yang sudah tidak bisa di makan atau di konsumsi, seperti daun kering, ranting, ampas, kulit telor, kulit buah yang sudah di proses kebersihan dan keawetannya dengan di keringkan. Membangun tidak harus menggunakan balok dan lego, bisa menggunakan barang bekas seperti kardus dan lain-lain. Persiapkan lem, isolasi, dispenser isolasi, dan alat penunjang lainnya. Murid boleh berkreasi membuat jalan tol dengan berkolaborasi dengan temannya.

 Setelah guru membimbing siswa memahami dan mengaplikasikan, kegiatan berikutnya merefleksi. Dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Kenapa mobil bisa jalan? Karena ada sopir, sopir/mengendara menyalakan apa? Mesin mobil, mesin mobil kenapa bisa bekerja? Karena ada bahan bakarnya? Apa saja bahan bakar mobil? Ada pertalite, solar, dan pertamax. Kalian pernah melihat pertalite dan solar, itu benda padat atau cair? Kalau kerangka mobil? Itu pada tapa cair? Yang cair apa? Cipratan air, yang padat apa? Nah murid mengenal zat cair dan padat, sebaiknya guru membawa contoh bahan bakar tersebut. Atau menunjukkan dengan video.

Lalu di refleksi guru juga menanyakan yang namanya bahan bakar itu meresap?Bbetul apa betul? Kalau mobil meresap apa ndak? Berati bahan bakar zat apa?  Mobil zat apa?   Pahami lalu di refleksi. Bahwa semua ciptaan Alloh ada dan nyata serta bermanfaat.Guru menjelaskan cinta  dengan mengamati mobilnya. Disitu ada warna apa? Ada huruf apa/ ada angka berapa? Nah ada ilmunya ga?  Guru menghubungkan ke ilmu. Dimana membeli bahan bakar? Bawa apa kalau membeli bahan bakar? Itu namanya mobil apa? Sedan, Avanza, bus dan lain-lain. Adalagi yang kalian tahu nama mobil yang lainnya? Nah pilihkan produk karya anak bangsa, itu cinta produk Indonesia yang artinya cinta tanah air.

Contoh-contoh Mobil Karya Murid Bangsa: 1)Esemka: Lahir dari proyek SMK di Solo, diproduksi oleh PT Solo Manufaktur Kreasi, fokus pada kendaraan niaga ringan seperti Bima 1.2 dan 1.3. 2)AMMDes (Alat Mekanis Multiguna Pedesaan): Kendaraan multifungsi untuk pertanian dan pedesaan yang sudah diekspor, buatan PT Kreasi Mandiri (KMB). 3)Tawon: Mobil pedesaan irit bahan bakar, diproduksi PT Super Grasindo Jaya, menjadi alternatif angkutan pedesaan. 4)Kancil: Kendaraan niaga kecil (Kendaraan Niaga Cilik Irit Lincah) yang diproduksi tahun 1999. 4)Selo & Tucuxi: Mobil listrik konsep dengan desain modern, Selo mirip supercar, sementara Tucuxi adalah mobil listrik perkotaan. 5)Maleo: Dirancang oleh B.J. Habibie pada tahun 1996. 6)I2C (Indonesia International Concept Car): Mobil listrik konsep dari PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) yang dipamerkan di GIIAS 2025, menggabungkan desain global dengan sentuhan lokal.

Catatan tentang pelaksanaan microteaching besok saya tuliskan untuk memperdalam deeplearning.

Kamis, 05 Februari 2026

KOKURIKULER DI RAUDHATUL ATHFAL

 



Para pendidik fase fondasi mulai berdiskusi terkait kegiatan kokurikuler di RA. Bagi mereka kegiatan kokurikuler ini masih perlu pemahaman lebih lanjut. Dengan memahami panduan dan berdiskusi pada kegiatan kelompok kerja guru RA (KKG-RA). Sejatinya kokurikuler merupakan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler dalam rangka pengembangan kompetensi, terutama penguatan karakter.

Kokurikuler  bertujuan untuk memperkuat upaya pencapaian kompetensi profil lulusan yang  mengacu pada Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) untuk tingkat fase pondasi. Kompetensi yang dimaksud adalah delapan dimensi profil lulusan,yaitu: 1)keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; 2)kewargaan; 3)penalaran kritis; 4)kreativitas; 5)kolaborasi;  6)kemandirian; 7)Kesehatan;  8)Komunikasi. Delapan profil lulusan ini oleh teman-teman disingkat menjadi MAKAN GRATIS KREASI MANTANKU. MAKAN (Keimanan dan ketaqwaan), GRATIS (Kewargaan dan Bernalar Kritis), KREASI (Kreativitas dan kolaborasi), MANTANKU (Kemandirian, Kesehatan dan Komunikasi).

Karakateristik dari kokurikuler ini bahwasannya kegiatan kokurikuler fleksibel dan kontekstual, serta dapat dilakukan  dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan dan kekhasan madrasah. Kegiatan kokurikuler tidak dirancang secara acak atau hanya sebagai tambahan kegiatan. Kegiatan harus dimulai dengan menentukan dimensi profil lulusan dan topik panca cinta yang ingin diperkuat atau diperdalam. Setelah memahami karakteristik kokurikuler, madrasah dapat membuat kegiatan kokurikuler yang relevan dan efektif.

Dalam merancang kegiatan kokurikuler sebaiknya kegiatan tersebut mampu mendorong murid bebas bereksplorasi melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan dan bermakna. Kokurikuler  berisi  kegiatan  eksperiensial, langsung, berorientasi  pada  tindakan dan berdasarkan  keterampilan. Kegiatan kokurikuler disajikan dalam bentuk: 1) pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu, 2) Gerakan 7 (tujuh) kebiasaan anak  Indonesia hebat, 3) dan/atau cara lainnya untuk memahami, mengaplikasi, dan  merefleksi materi terhadap isu atau permasalahan nyata yang relevan bagi murid. Tema dalam pelaksanaan kegiatan kokurikuler berfungsi menyatukan berbagai gagasan yang mengaitkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan konteks sosial budaya dan karakteristik murid.

Tujuan dari kegiatan kokurikuler adalah mendukung tercapainya delapan dimensi profil  lulusan secara nyata dan kontekstual melalui pengalaman belajar yang bermakna. Delapan dimensi profil lulusan merupakan hasil dari capaian pengetahuan, keterampilan,dan   karakter. Delapan dimensi profil lulusan menumbuhkembangkan murid RA yang kelak menjadi pemimpin yang memiliki kepemimpinan efektif yang berintegritas, profesional, dan transformatif.

Kegiatan kokurikuler yang kita susun harus memenuhi kriteria sebagai berikut: 1) memiliki tujuan untuk memperkuat satu atau lebih dari delapan dimensi profil lulusan, 2) mengembangkan  tema  sebagai  muatan  pembelajaran  yang  relevan  dengan   konteks sosial budaya dan karakteristik murid, 3)mengelola  alokasi waktu secara fleksibel  mengacu  pada  struktur  kurikulum yang berlaku, 4)mengembangkan rangkaian kegiatan secara terencana (memuat tujuan langkah langkah pelaksanaan,dan asesmen).

Langkah secara umum di RA dalam menyusun kegiatan kokurikuler adalah: 1) menentukan dimensi profil lulusan yang akan dipilih dalam kegiatan kokurikuler, 2) menentukan tema dalam kegiatan kokurikuler. Keberadaan tema berfungsi mengaitkan kegiatan kokurikuler sesuai dengan konteks social budaya dan karakteristik  murid. RA didorong  untuk  membuat tema-tema  lain  yang  kontekstual dengan  kondisi dan  kebutuhan  masing-masing. Penentuan tema dalam  kegiatan  kokurikuler wajib memperhatikan dimensi  profil  lulusan yang  ingin  dicapai, sekaligus  menentukan  pembiasaan yang  akan dilakukan.

Bentuk kegiatan kokurikuler diklasifikasikan ke dalam tiga bentuk utama yang dapat dipilih dan  dikembangkan oleh Raudhatul Athfal sesuai  dengan  karakteristik  murid  dan  konteks  satuan  pendidikan. Kokurikuler pada satuan RA dapat diintegrasikan dengan kegiatan intrakurikuler atau diberikan tema dan alokasi waktu tersendiri. Integrasi dapat dilakukan selama tujuan dan hasil pembelajaran untuk memperkuat delapan dimensi  profil lulusan.

Tujuan pembelajaran kokurikuler di RA adalah  pernyataan  yang  menggambarkan  arah, capaian, dan  hasil  yang  diharapkan  dari  suatu   proses  belajar yang dijalani  murid. Tujuan  pembelajaran dalam  konteks  kokurikuler merupakan gambaran  hasil yang diharapkan  setelah  melaksanakan  kokurikuler. Alokasi waktu kegiatan kokurikuler di RA ditetapkan oleh kepala RA, Koordinator dan Fasilitator kokurikuler. Jangan lupa ditambahkan dengan menentukan topik panca cinta dan materi integrasi Kurikulum Berbasis Cinta.

Selamat mencoba menyusun kegiatan kokurikuler!