Sabtu, 15 Maret 2025

KHOTMIL QUR’AN DAN IGRA BERBAGI

 



Pukul 07.00 para pengurus IGRA Kabupaten Trenggalek mulai membungkus 500 paket sayur di depan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek. 500 sayur tersebut akan dibagikan kepada warga yang melewati Kankemenag Trenggalek. Pengurus pimpinan daerah IGRA (PD IGRA) dan pengurus pimpinan cabang (PC IGRA) bahu membahu membungkus dan membagikan paket tersebut kepada warga yang melewati tempat tersebut. Penerima mulai dari bapak tukang becak, ibu rumah tangga, pedagang, guru, karyawan. Baik yang berkendara sepeda, becak, motor, maupun mobil. Asalkan mau berhenti kami berikan dengan ikhlas dan penuh sopan santun. Dengan ucapan terimakasih telah berkenan berhenti sejenak dari berkendara dan mengucapkan selamat melanjutkan perjalanan. Hati-hati dijalan.



Pukul 09.00 pembagian sayur segar telah selesai. Maka para pengurus IGRA segera melakukan tadarus Alquran. Kegiatan khotmil ini diawali dengan sambutan ketua pengurus IGRA kabupaten yang menyampaikan bahwa setiap bulan Ramadhan IGRA Kabupaten selalu melaksanakan kegiatan berbagi dan khotmil Quran. Kegiatan ini diambilkan dana bantuan sosial dari kas IGRA Kabupaten. Sambutan selanjutnya oleh Ibu Ketua Koordinator Pengawas RA yang menyampaikan apresiasi atas dilaksanakannya kegiatan yang luar biasa tersebut. Beliau berharap para pendidik di Raudhatul Athfal senantiasa gemar bersedekah terutama di bulan suci Ramadhan. Bersedekah di bulan Ramadhan akan dilimpahkan pahalanya. Beliau juga menyampaikan beberapa informasi terkini dari kantor kemenag Trenggalek.

Kegiatan tawasul dipimpin oleh Ibu Siti Muyasaroh dengan harapan para tokoh pimpinan IGRA dan para pendidik RA yang telah kembali kepada-Nya. Senantiasa diampuni dosa-donya dan amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT. Kegiatan inti adalah siraman rohani yang disampai oleh Ibu Hj. Nadhirotul Ulfa, M.Pd.I. Beliau menyampaikan ucapan bangga pada IGRA Trenggalek yang inspiratif. Guru RA merupakan simbol keikhlasan. Semoga tidak diciderai dengan prilaku yang kurang baik dari beberapa guru. Yang senang update status atas kebijakan atasannya. Tetaplah menjadi pribadi yang anggun, ikhlas terhadap beberapa kejadian beberapa hari yang lalu terkait migrasi simpatika ke Emis maupun perubahan kebijakan terkait Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) yang semula kena imbas efisiensi menjadi 50%. Kini kebijkan BOP diupayakan menjadi 100%.



Ibu Ulfa juga menegaskan agar pendidik RA menjauhi prilaku yang nantinya merusak citra pendidik RA. Seperti trend menggangu suami orang lain, dan gaya hidup hedon yang menunjukkan gaya mencari kesenangan dan kepuasan tanpa batas dengan sosialitanya. Di akhir beliau memberikan pesan untuk tetap taat dan berbakti kepada suami. Menjadi Alquran sebagi penyembuh segala penyakit dengan menghafalkan, menandai, mengulang-ngulang surat Alquran yang istimewa. Untuk dijadikan pedoman hidup penyejuk jiwa. Misalnya dalam surat Ibrahim ayat 7 yang artinya: ‘ Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memberitahukan: Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu; tetapi jika kamu mnegingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.’ Ayat ini mengajarkan pentingnya bersyukur atas nikmat Allah, dan dengan bersyukur kita akan menerima lebih banyak nikmat. Masih banyak ayat-ayat lain yang memberikan motivasi, petunjuk, obat bagi semua kita semua. Untuk itu perlu untuk diresapi sebagai pedoman hidup kita.

Demikian kegiatan hari Sabtu kemarin, IGRA kabupaten tetap rutin berbagi meskipun  dalam keadaan lapang maupun sempit ekonomi (TPP belum masuk rekening guru selama 2 bulan). Sebagaimana tersirat dalam Alquran surat Ali Imron Ayat 134 yang artinya:’(yaitu) orang yang berinfaq, baik di waktu lapang naupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat baik.’

Semoga dengan khotmil Quran dan IGRA berbagi tersebut Allah melipatgandakan pahala, membuka pintu-pintu rezeki, mengapus dosa para pendidik RA, menyembuhkan penyakit seluruh keluarga kita dan tentunya melancarkan kegiatan kita ke depan. Aamiin Ya Allah.

Rabu, 12 Februari 2025

PENTINGNYA FIKIH KEPEGAWAIAN

 



Ketika mengikuti Silaturahmi Pengawas  Nasional Ketiga (SILATNAS 3)  yang diadakan di Jogjakarta, tertarik dengan materi yang disampaikan oleh Dr. H. Wawan Djunaedi, MA yang membahas tentang Transformasi Sumberdaya Pengawas Kementerian Agama. Beliau adalah Kepala Biro SDM Kementerian Agama RI.  Pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan tentang Pentingnya Fikih Kepegawaian. Yang membahas tentang pegawai yang harus menerapkan Fikih terkait orientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif. Fikih kepegawaian ini dimaksudkan pemahaman tentang apa yang diharapkan dari seorang aparatur sipil negara.

Orientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif merupakan perilaku yang diharapkan dapat menjaga martabat dan kehormatan ASN serta kepentingan bangsa dan negara. Pertama, berorientasi layanan. Perilaku yang dharapkan memberikan layanan prima demi kepuasan masyarakat. Berkenan memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Bersikap ramah, cekatan, solutif dan dapat diandalkan. Serta mau melakukan perbaikan diri dan perbaikan layanan secara terus menerus. Beliau mencontohkan prilaku tokoh dalam melakukan pelayanan yang negatif sehingga viral diberbagai sosial media.

Kedua, akuntabel. Pegawai yang bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan. Sosok yang melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggungjawab, cermat, disiplin dan berintegritas tinggi. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif dan efisien. Tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan. Seringkali iventaris kantor digunakan untung kepentingan pribadi, anak maupun anggota keluarga yang lain. Ketiga, kompeten. Menjadi pribadi yang terus belajar dan mengembangkan kapabilitas. Aktif meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan zaman yang senantiasa berubah. Mau membantu orang lain untuk belajar dan melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik. Pegawai sebaiknya selalu mengupgrade diri dengan belajar mandiri atau mengikuti Pendidikan dan pelatihan yang efektif. Membantu teman sejawat yang mengalami kesulitan dalam menanggapi perubahan kebijakan. Misalnya belajar bersama membuat akun di MAGIS.

Ketiga, Harmonis. Mengedepankan sikap saling peduli dan menghargai perbedaan. Berkenan menghargai setiap orang tanpa membedakan latar belakang jabatan, silsilah keluarga maupun kekayaan. Gemar menolong orang lain dan membangun lingkungan kerja yang kondusif. Mencegah adanya lingkungan kerja yang toksik. Tempat kerja yang demikian menjadikan pegawai tidak nyaman dalam melaksanakan tugas. Pegawai sebaiknya menjadikan lingkungan kerja sebagai rumah kedua bagi kita. Sehingga nyaman dan tenang  dalam bekerja. Justru.

Keempat, loyal. Pegawai yang memiliki loyalitas tinggi senantiasa berdedikasi dan mengutamakan kepentingan instansi tempat ia bekerja. Senantiasa menjaga nama baik, dirinya dan instansinya. Menjaga rahasia jabatan. Menjaga mulut dan jari agar ketidak mengungkapkan rasa ketidaksukaan terhadap teman dan tempat kerjanya, di sosual media. Kelima, adaptif. Sikap adaptif ditunjukkan  dengan terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan serta menghadapi perubahan. Dengan cara cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan. Terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas serta bertindak proaktif. Kelima, kolaboratif. Berupaya membangun kerja sama yang sinergis.  Memiliki sikap yang sentiasa memberikan kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi. Bersikap terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah dan mampu menggerakkan pemanfaatan berbagai  sumberdaya untuk tujuan bersama.

Pentingnya melaksanakan  fikih kepegawaian diatas agar mampu menjadi pelayan public yang baik dan amanah. Mampu menjadi pelaksana kebijakan publik yang baik. Serta menjadi perekat dan pemersatu bangsa.

Minggu, 22 Desember 2024

Pembekalan Menjelang Perpulangan Santri Semester Ganjil

 

Pada hari Jumat tanggal 20 Desember 2024 tepatnya pukul 20.22 WIB mendapat kiriman link youtube dari group wali murid tempat anak belajar (mondok). Kegiatan dilaksanakan di masjid pondok, dengan bingkai pembekalan menjelang perpulangan santri semester ganjil. Ada beberapa pesan yang mengharukan disampaikan direktur pondok tempat anak belajar. Alhamdulillah, sehingga para santri mendapat bekal ketika bersosialisasi di rumah. Pimpinan pondok mengharapkan para santriwan dan santriwati untuk melakukan beberapa hal selama perpulangan nanti. Sehingga mencerminkan akhlak seorang santri yang baik.

Petama Niat. Ada tiga niat yang sebaiknya diterapkan para santri yakni: a) Niatkan silaturahim. Liburan ini niatkan silaturahim kepada kerabat dekat, nenek/kakek, pakde/budhe, paklik/bulik, dan lain-lain. Silaturahim sebaiknya dilakukan karena para santri telah lima bulan berpisah dengan orang-orang terdekat. Maka para santri sampai di rumah berkunjung untuk minta doa. b)Niatkan pulang untuk mengamalkan ilmu. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Siapa yang sabar akan beruntung. Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai tujuan. Terutama terkait dengan kesabaran, santri wajib sabar dengan anggota keluarga, baik adik, kakak, nenek maupun kakak. Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai tujuan. Hal itu dapat diterapkan ketika di rumah sebelum azan pergi ke masjid, menjadi muazin. Bila dipercaya menjadi imam segera datang jangan sampai terlambat. c)Ngedem pikir. Selama sebulan pikiran para santri umub. Menghafal berbagai materi pembelajaran untuk persiapan ujian lisan. Maka santri seharusnya beristirahat dengan baik, menenangkan diri, tidak banyak pikiran, namun yang memiliki tanggungan hafalan tetap harus menghafal.

Kedua, selama perpulangan jaga adab dan akhlak santri. Santri pondok harus menjaga adab spesial kepada orang tua terutama kepada ibu. Wajib berbahasa krama inggil bagi orang jawa. Minimal mau mengucapkan kata/menjawab panggilan orang tua dengan inggih, mboten dan dalem. Jaga adab dan akhlak kepada orang yang lebih tua terutama dalam bertutur kata. Adab perpakaianpun perlu diterapkan. Misalnya bermain bola dengan celana pendek, jika semua yang hadir laki-laki tidak masalah. Menjadi haram ketika ada perempuan yang melihatnya para santri memakai celana pendek. Meskipun hal itu tidak etis, hukumnya haram. Santriwati yang terbiasa pakai jilbab sar’i di pondok, maka jika keluar rumah wajib memakai jilbab. Apalagi seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Aurat laki-laki antara pusar dan lutut. Sejengkal aurat yang terlihat menjadi bahan bakar api neraka. Sehelai rambut santri yang sengaja ditampakkan akan menjadi bahan bakar api neraka, orang tua akan dimintai pertanggungjawaban atas hal itu. Beliaupun juga mengingatkan bila ilmu yang tidak ditunjang dengan akhlak akan menyesatkan.

Ketiga, mengontrol dan menjaga diri sendiri. Santri dimohon menghindari tontonan yang dilarang oleh agama. Melakukan kegiatan yang tidak diridhoi para ustadz, misalkan kegiatan pertemuan santri putra dengan putri. Ustadz tidak ridho perbuatan seperti itu karena akan mengundang fitnah. Ditekankan dengan sangat bahwa satu lokasi bertemunya satriwan dan santriwati menjadikan ustadz tidak ridho. Karena kegiatan maksiat akan menghilangkan hafalan dan ilmu tidak barakah. Jika hendak pergi keluar izin kepada orang tua, terutama ibu. Agar Ayah dan ibu untuk mendoakan keselamatan bagi para santri. Santri diminta untuk tidak membuat marah orang tua, membuat  kesel. Kewajibannya membuat bahagia orang tua.

Harapan orang tua, petuah yang disampaikan pada acara pembekalan tersebut benar-benar di terapkan oleh para santri.  

Minggu, 15 Desember 2024

MAGIS

 

      


      Sebagai pematri ketiga pada Silatprov kemarin Bapak Dr. H. Djoko Adi Walujo, M.M. Menyampaikan bahwa transformasi digital merupakan perubahan yang berhubungan dengan transformasi digital dalam semua aspek kehidupan masyarakat. Hindari pikiran terkunci, seperti menghindari tantangan, memandang semua berat, berharap keberhasilan tanpa berjuang, umpan balik tidak dimanfaatkan, sukses orang lain dianggap ancaman. Saatnya madrasah mendunia. Pemikiran yang berkembang adalah merangkul tantangan, yakin dapat mengolah pikir, keberhasilan bagian dari kegigihan, belajar dari umpan balik, sukses orang lain merupakan inspirasi. Beliau juga memaparkan terkait peeragogy, pembelajaran oleh rekan sejawat. Konsep ini pembelajaran yang mengarahkan perhatian peserta didik pada kolaborasi antara peserta didik sebagai sarana membangun pengetahuan, ketrampilan dan pemahaman bersama.

Salah satu contoh transformasi digital adalah penerapan supervisi bagi pengawas melalui Madrasah Digital Supervision (MAGIS) yang merupakan kerja sama dengan kedutaan Australia DFAT (The department of Foreign Affair and Trade). Melalui android teknik kepengawasan lebih luas dan lebih merata jangkuannya. Jawa Timur memiliki 21.403 madrasah, di mana 2%nya adalah madrasah negeri merupakan potensi besar yang bisa memberikan kontribusi positif untuk negara di bidang pendidikan.

Pada acara penutupan Dr. Thobib Al Asyar, S.Ag, M.Si membahas terkait Aplikasi MAGIS dan memastikan penerapan pengawasan madrasah berbasis digital mulai diberlakukan tahun 2025. Pengawasan digital diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kepengawasan. Proses yang dilakukan secara manual akan berdampak pada pemborosan biaya. Pengawasan madrasah berbasis digital ini masuk dalam program 100 Hari Menteri Agama Nasarudin Umar karena sebagai program nasional yang cukup strategis. Penerapan MAGIS ini  diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan madrasah semakin cepat dan karena dapat dipntau secara nasional. Pokjawasmad Jawa Timur diminta memberikan sosialisasi dan bimbingan teknis kepada seluruh pengawas yang ada agar platform ini dapat langsung diterapkan.

 

SILATURAHMI PROVINSI PERTAMA DI JAWA TIMUR

 



Silaturahmi Provinsi (Silatprov) pertama pengawas madrasah provinsi Jawa Timur dilaksanakan pada tanggal 11 sampai 12 Desember 2024 di Trawas, Mojokerto. Kurang lebih 939 pengawas madrasah se- Jawa Timur menghadiri Silatprov. Sebagian menginap di Hotel Vanda dan sisanya di Hotel Arayana. Acara tersebut di buka oleh Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd. Selain membuka acara Beliau juga memotivasi kepada para peserta Silatprov terkait kepengawasan. Pengawas adalah maha guru yang senantiasa menyerukan kebaikan, memberikan teladan bagi guru dan kepala madrasah binaan. Ikhlas melaksanakan tugas dan funsinya sebagai pengawas madrasah.

Bapak Sugiyo sebagai pemateri berikutnya membahas tentang kompetensi pengawas yakni kompetensi profesional, sosial dan kepripadian. Beliau juga mengulas  tentang PERMEN PAN RB Nomor 1 Tahun 2023 Pasal  35 tentang pengelolaan kinerja pejabat fungsional terdiri atas: a) Perencanaan kinerja yang meliputi penetapan dan klarifikasi ekspektasi; b)pelaksanaan, pematauan dan pembinaan kinerja yang meliputi pendokumentasian kinerja, pemberian umpan balik berkelanjutan dan pengembangan kinerja pejabat fungsional; c)penilaian kinerja pejabat fungsional yang meliputi evaluasi kinerja pejabat fungsional; d) tindak lanjut hasil kinerja Pejabat Fungsional meliputi pengharaan dan sanksi.  Menurut Beliau kenaikan pangkat  jika angka kredit telah memenuhi misalnya dari III A ke III B. Kenaikan jenjang dari IID ke IIIA atau IIID ke IV A melaui Uji Kompetensi.  

Pola lama kepengawasan mencakup pengawasan akademik dan manajerial. Menurut PERMENPAN RB NO.21 TH. 2010, Pengawasan akademik dan manajerial meliputi pembinaan, pemantauan, penilaian, dan pembimbingan-pelatihan (bimlat). Sedang yang terbaru adalah pendampingan dalam peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah dengan cara: membuat perencanaan kerja, pendampingan perencanaan program madrasah, pendampingan pelaksanaan program madrasah, dan pelaporan kinerja.

Beliau membahas PERDIRGEN GTK Nomor 7328 Tahun 2023 Tentang Kompoetensi Profesional Pengawas Madrasah memiliki beberapa indicator antara lain: 1) pendampingan kepada kepala sekolah dalam pengembangan diri untuk peningkatan mutu layanan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik; 2) pendampingan kepada kepala sekolah dalam pengembangan satuan pendidikan  untuk meningkatkan layanan pendidikan yang berpusat pada peserta didik; 3) ) pendampingan pendampingan kepada kepala sekolah dalam mengelola implementasi kebijakan pendidikan pada satuan pendidikan untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.

Selanjutnya dibahas juga PERDIRGEN GTK Nomor 4831/B/HK.03.01/2023 tentang peran pengawas sekolah dalam implemetasi kebijakan merdeka belajar pada satuan pendidikan. Pengawas sekolah sejatinya adalah PNS yang diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan fungsi pengawasan dengan melakukan kegiatan pendampingan dalam peningkatan kualitas pembelajaran pada satuan pendidikan. Dalam melaksanakan pendampingan pengawas sekolah melaksanakn prinsip: profesional, terencana dan strategis, bertahap dan mandiri, kolaborasi, asimetris kesetaraan dan berbasis evaluasi.

Namun ada sedikit kesenjangan yang terjadi. Karena jumlah guru yang masuk kategori profesional yang dibayar tunjangan profesinya semakin banyak. Perubahan kurikulum sejak Indonesia merdeka sudah 11 kali. Bimtek atau workshop sering dilakukan. Madrasah diberi anggaran BOS/BOP. Kualifikasi guru pendidikan minimal S1. Akreditasi tinggi. Namun daya saing Indonesia rendah. Rapor PISA negara Indonesia rendah. Menurut penelitian masalahnya adalah guru belum profesional. Faktor utamanya adalah rekrutmen guru Yayasan di sekolah swasta dan pengembangan profesional yang berkelanjutan.

Beliau juga menyampaikan fakta terkait lulusan madrasah sebagai berikut: agama unggul, moderasi unggul, etika & budaya unggul, kemampuan bahasa asing rendah, kemampuan numerasi rendah, kemampuan teknologi rendah (hanya sebagai user), inovasi rendah (pengguna produk asing), kemampuan mengelola kekayaan alam  rendah.

Harapan beliau para guru mampu mencetak SDM yang unggul dengan indikator sebagai berikut; cepat beradaptasi, memiliki jiwa inovasi, terus belajar, HR analytics (melibatkan penggunaan data historis dan real-time tentang tenaga pendidikan dan operasional madrasah untuk memprediksi masa depan, mengidentifikasi pola, dam membuat rekomendasi strategis), literasi teknologi, bekerja dengan robotika, menguasai Bahasa Inggris.

 

 

 

Rabu, 20 November 2024

Mengukur Kadar Tawakal pada Allah

 



Sore tadi hujan deras diiringi petir yang menyambar keras. Membuat siapapun yang berada pada kondisi itu menggantang asap. Menengok ke belakang. Nyatanya perjalanan hidup itu penuh dengan riak. Tidak mulus, penuh dengan ujian hidup. Adakalanya merasa pada posisi sejajar dengan tanah, tiarap. Merasa sulit untuk berdiri dan menegakkan badan. Setiap langkah yang dipilih tak satupun yang benar. Selalu terkulai dan terkapar tak berdaya.

Pada posisi ini, ujian datang silih berganti. Pada posisi ini, kita dapat mengukur kadar tawakal pada Allah. Mampukah menerima ketentuan dari Allah? Takdir Allah. Manut, terhadap ketentuan-Nya. Berjuang keras untuk bangkit. Melaksanakan perintah-Nya. Sabar menghadapi semua rintangan dan tantangan yang telah digariskan oleh Allah. Sehingga terlihat, siapapun tidak mampu merobohkan kita. Padahal kita dalam posisi tidak baik-baik saja.

Pada tahapan selanjutnya kita menata hati untuk lapang, rileks, selalu tersenyum, sabar dan tawakal. Dengan menghadirkan Allah dalam setiap langkah kita, setiap hembusan napas. Dalam setiap langkah kita melangitkan doa-doa dan harapan agar tidak terperosok dalam fitnah dunia. Ujian yang datang pada kita bukan hanya karena kita mampu, kuat dan hebat. Namun untuk mengukur kadar tawakal kita pada Allah dengan menunjukkan seberapa kuat kita menundukkan kepala memohon ampunan, pertolongan agar ujian cepat berlalu.

Tantangan Pengawas Madrasah pada PKKM Tahun 2024

 



Ketika diberlakukan PKKM on line membawa perubahan signifikan bagi Kepala RA dan Pengawas bina. Tantangan terberat adalah memastikan kepala RA memiliki ketrampilan yang diperlukan untuk menggunakan teknologi secara efektif. Misalnya penguasaan teknologi seperti membuat folder di drive, membagikan link, melakukan scan berkas yang rapi dan mudah dibaca. Pengawas harus melakukan pendampingan sesuai dengan kondisi binaan yang memiliki perbedaan ketrampilan terkait teknologi informasi. Selain itu masih banyak yang belum memiliki jaringan internet, laptop kurang memadai, rusak ringan.

Pengawas madrasah harus menangani disparitas dan perbedaan ketrampilan dengan memberikan support dan dukungan. Dengan cara mendatangkan ahli di bidangnya yakni bapak Doktor Azis Luky Ahyar. Kepala RA dalam pertemuan tersebut diperkenankan untuk membawa operator. Setelah dua minggu perkembangannya cukup bagus. Para operator bekerja sama dengan kepala RA membuat folder di laptop masing-masing. Kemudian membuat folder di drive madrasah. Sebagian besar mampu menguploud file dari laptop ke drive sehingga bisa dilihat penilai karena mereka mampu menempelkan link pada spreadsheet. Namun ada pula yang belum memahami korelasi antara tugas utama, indikator kerja dan bukti fisik. Inilah tugas terberat pengawas madrasah.

Untuk menangani ini bisa dilakukan diskusi secara kelompok agar menemukan solusi. Terkait langkah mengunggah file, memahami bukti fisik sesuai harapan pengawas bina. Jika masih ada yang belum paham maka yang dilakukan adalah melakukan pendampingan secara pribadi. Tidak kenal lelah. Yang menguntungkan dari sistem PKKM ini adalah mengurangi dana karena paperless beralih ke dokumen digital. Sedikit demi sedikit dokumen terkait usaha pengembangan madrasah, tugas manajerial, kewirausahaan, dan supervisi guru telah dimiliki guru. Sehingga mulai persiapan menghadapi akreditasi sekolah.

Namun ada dampak pengiring jika dibiarkan semampunya, seadanya bukti fisik yang dimiliki tentunya nilainya murni di bawah standar. Apabila kita diskusikan makna yang tersirat dalam spreadsheet, kita kupas bukti fisik secara detail, didampingi secara serius. Mereka mendapat nilai yang layak. Sepadan dengan perjuangannya selama ini.